21 December, 2014

Suasana malam perkemahan selalu sama dari tahun ke tahun. Selalu yang terdengar adalah semilir angin lepas petang yang menggesek dedadunan, menyebabkan satu dua daunnya jatuh ke atas tenda lalu tergelincir ke tanah, kadang-kadang jatuh tepat di atas kening kami yang sedang tidur-tiduran di bawahnya.

Kadang pula yang terdengar adalah suara canda anak-anak yang bergurau mengelilingi api unggun. Atau gemercik kayu bakar yang pecah dimakan lidah api. Menyebabkan mereka kaget, lalu tertawa lagi. Begitu terus, begitu berulang-ulang. Suasana malam perkemahan memang selalu tenang.

Tapi tidak malam itu.

Suara riuh anak-anak peserta perkemahan yang kami dampingi memecah ketenangan. Mereka lari ke arah kami bersamaan.
"Kak, Cita, Kak!", salah seorang dari mereka melapor setengah berteriak.
"Iya Cita kenapa?", saya menimpali dengan suara tenang dibuat-buat.
"Cita ngambek mau pulang!!! Itu di pinggir jalan lagi nunggu angkot!", katanya sambil menunjuk seorang anak perempuan dengan ransel besar di bahunya.

"HA? JAM SEGINI? KOK BISA?", panik sudah tidak bisa disembunyikan lagi. Waktu malam itu sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam. Seorang anak perempuan kelas 1 SMP ngambek mau pulang sendiri naik angkot. Kalaupun tidak kenapa-kenapa di jalan, bagaimana nanti reaksi orangtuanya di rumah melihat anak perempuannya pulang sendirian dari lokasi perkemahan.

Kami para pendamping kontan berhambur. Berlari begitu kencang hingga akhirnya sampai ke Cita. Ada bekas air mata di pipinya.
"Cita mau ke mana?", kami basa basi.
Belum lagi terjawab, sebuah angkot berhenti tepat di depan kami. Tanpa bicara, Cita langsung naik ke angkot yang di dalamnya ada beberapa ibu-ibu dan bapak-bapak. Gawat. Cita ngambeknya serius.

"Mat, ambil motor. Ikuti angkotnya dari belakang!", saya menyeru kepada Rahmat yang juga ada di situ. Dia bergerak cepat ke parkiran. Saya, dengan sok cekatannya langsung ikut naik ke angkot Cita. Saya tidak tahu, ada horor yang sedang mengintai.

Tepat ketika saya sudah duduk di kursi bagian belakang, Cita langsung nangis sejadi-jadinya. Iya, nangis! Iya, sejadi-jadinya!

"KAKAK KENAPA IKUT?!". Teriaknya. Lalu kau tahu, kakinya menghentak-hentak ke lantai angkot. Seluruh penumpang angkot, plus supirnya spontan memandangi saya dengan penuh rasa curiga. Seorang pemuda berambut panjang, sweater yang belum dicuci, dan jins berlumpur di pangkal kakinya sedang mengikuti anak kecil. Dan anak kecilnya menangis.

Saya makin panik, tidak bisa menyembunyikan tangan yang sudah gemetaran bak gempa bumi hebat baru saja menghentak dunia, yang sumber getarannya adalah badan saya.

Saya berusaha tenang sambil menelepon Rara, satu-satunya pendamping perempuan Cita selama di lokasi perkemahan untuk membantu mengatasi ke-ambek-an yang tidak jelas asal usulnya ini. Nihil, dia tidak bisa ke mana-mana malam ini karena harus mengajar privat matematika di rumah siswanya. Motor Rahmat juga tidak terlihat di belakang angkot. Saya benar-benar sendirian.

Sementara itu, Cita terus terisak-isak. Ia duduk di depan pintu angkot. Satu dua kali penumpang dan supir bergantian melihat saya yang terus mengawasi Cita.

Hampir setengah jam perjalanan, akhirnya Cita akhirnya menyetop angkot. Itu di jalan Abd. Dg. Sirua, di samping kanal aliran PAM, di dekat SMP 8 Makassar. Waktu menunjukkan pukul sembilan lebih sedikit. Jalan raya tidak terlalu ramai. Di pinggir jalan ada satu mobil pick up milik penjual langsat (duku) yang terparkir.

Cita turun, saya ikut turun. Penumpang tidak, tapi saya bisa merasakan mata mereka tidak lepas dari langkah saya. Seusai membayar angkot, Cita berjalan cepat, seolah ingin kabur dari orang yang mengikutinya.

Tidak ada rencana di kepala saya kecuali  mengikuti saja Cita ke mana dia pergi. Saya berusaha menyeimbangi langkah cita yang semakin cepat. Dari jauh, kami terlihat seperti adegan video klip Menghapus Jejakmu, bedanya kali ini Dian Sastro sedang diintai oleh penculik yang berniat jahat.

Sejurus kemudian Cita berbalik ke saya. Dan dengan satu tarikan nafas panjang dia bilang, "KALAU KAKAK MASIH IKUT, AKU TERIAK!!!"

Gubrak.

Saya tertegun. Langkah kaki saya langsung bergenti. Keringat turun bercucuran. Seketika terbayang di kepala saya soal berita yang ramai di-share di Facebook tempo hari, tentang seorang pemuda yang hampir mati dikeroyok massa karena dikira penculik, padahal bukan.

"Ya Tuhan, beginikah caraMu memanggilku?"

Bapak penjual langsat rupanya terus mengawasi. Terbayang semua hal-hal indah yang pernah saya alami muncul bersamaan, seolah-olah memang itulah akhir dari semuanya. Bercampur dengan impian-impian yang belum bisa saya raih: menjadi sarjana, beli rumah, juga menyatakan cinta sama Jessica Vania JKT48.

"BAPAK-BAPAK, IBU-IBU, SAYA BUKAN PENCULIK! SAYA PENDAMPING ANAK INI SELAMA DI LOKASI PERKEMAHAN, DIA TIBA-TIBA MAU PULANG TIDAK TAHU KENAPA. SAYA CUMA MAU MENGANTAR SAMPAI RUMAH!", skenario itu mulai tersusun kalau-kalau Cita jadi teriak dan massa jadi berkumpul mengepung.

Belum selesai skenario itu, Cita menyeberang jalan lalu naik lagi ke angkot. Semua berulang, saya ikut naik lagi. Dan iya, penumpang dan supir angkot baru itu lagi-lagi mencurigai saya. Berulang. Kecuali Cita sekarang diam.

Saya baru sadar kalau ini angkot dengan jurusan yang sama dengan yang tadi. Bedanya, ini trayek sebaliknya. Aduh Cita kamu mau ke mana sebenarnya?

Angkot berbelok ke arah Tello, lalu Perintis Kemerdekaan, masuk kampus Unhas yang sepi lagi gelap jika malam, lalu keluar lagi di Perintis. Kami kembali ke lokasi perkemahan di salah satu sekolah depan kampus.
"Kiri", Cita memberi instruksi kepada supir angkot untuk berhenti. Lalu turun dari angkot. Saya ikut. Tanpa kata, Cita kembali ke tenda.

***

Saya tidak lagi ketemu Cita dalam waktu dekat setelah itu. Beberapa bulan setelahnya, ketika datang lagi ke sekolahnya, saya melihat dia sedang latihan bikin tandu sama teman-temannya. Dia kelihatan ceria, sesekali tertawa. Saya pikir dia sudah melupakan kejadian tempo hari.

Sampai kemudian mata kami bertemu, dia menatap saya agak lama, lalu dengan suara yang pelan dia bilang, "Kakak mirip Lu Han".
Lalu dia pergi.

Makassar, menjelang akhir 2012.

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi


***
The last man on Earth sat alone in a room. There was a knock on the door...
"Knock" by Fredric Brown

Yang baru saja kalian baca adalah cerita horor terpendek di dunia. Cerita itu dipublikasikan pada Desember 1948 oleh Thrilling Wonder Stories. Cerita yang hanya terdiri kurang dari 15 kata ini masih dianggap sebagai cerita horor paling paling pendek sampai tahun ini.

Sampai di tahun 2016, seorang blogger menulis cerita yang jauh lebih singkat dan jauh lebih seram. Cerita itu berbunyi, "tanggal tua".

*lalu terdengar bunyi guntur saling berpalu*
***
Di dunia ini, ada 3 golongan orang yang paling merasakan efek tanggal tua. Golongan pertama adalah mereka yang masih kuliah, golongan kedua adalah mereka yang berpenghasilan tidak tetap, dan golongan ketiga adalah mereka yang sering dibayar telat.

Adapula saya: yang masih kuliah, freelancer berpenghasilan tidak tetap, dan sering dibayar telat. Beberapa di antaranya bahkan tidak dibayar. Sempurna sudah. Hal ini membuat masa-masa tanggal tua yang saya alami menjadi sedikit lebih lebih berat daripada orang-orang pada umumnya.

Tragedi tanggal tua paling mengerikan baru-baru saja saya alami dua minggu yang lalu. Pada saat itu, saya yang lagi benar-benar bokeknya itu bersiap-siap berangkat ke kampus. Mandi dengan sabun batang yang tinggal seperempat dan keramas dengan kerak shampoo dari botol shampoo yang telah diisi air lalu dikocok-kocok supaya berbusa lagi.

Sehabis melalui semua itu, saya meraih sikat gigi dan bersiap menggosok gigi dengan indahnya. Sayangnya, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kawanku, sikat gigi yang saya pegang itu jatuh. Persis ke lantai kamar mandi menghadap ke lantai yang masih ada sisa-sisa busa sabun dan shampoo.

Saya teriak sejadi-jadinya.

Gara-gara kejadian itu, terpaksa saya harus mengimprovisasi menyikat gigi dengan jari. Akibatnya, saya harus bersabar tidak menyikat gigi selama 3 hari. Jadi, teman-teman sekelas yang tempo hari mencium bau bangkai rakun di dalam kelas, itu berasal dari saya.

Orang pintar selalu belajar dari pengalamannya. Orang bijak selalu belajar dari pengalaman orang lain. Beruntunglah kalian, sebab melalui postingan ini, saya, Adityar STt (Sarjana Tanggal Tua) tidak akan sekadar bercerita, tapi membagikan pencerahan agar masa-masa tanggal tua kalian tidak terlalu mengenaskan.

SELAMAT DATANG DI PELATIHAN BERTAHAN HIDUP DI TANGGAL TUA DENGAN AMAN, SEDERHANA, GAUL, DAN BERGIZI (atau yang lebih mudah disingkat PBHTTASGB)


1. THE 4 WEEKS DIET PLANNING (PERENCANAAN MENU 4 MINGGU)
Dalam menghadapi tanggal tua, persiapan menempati urutan teratas dan makanan adalah keperluan terpenting. Oleh karena itu, poin pertama dalam pelatihan ini saya namai perencanaan menu 4 minggu. Banyak orang yang keliru menyusun perencanaan menu, bahkan sama sekali tidak membuat perencanaan sehingga ketika tanggal tua itu datang, barulah mereka panik.

Ini adalah contoh kebiasaan orang yang tidak membuat perencanaan menu:


Seperti pepatah klasik yang berbunyi, "jangan habiskan beras dari tempayan". Habiskan alokasi untuk makanan dengan seimbang. Dengan begitu, di tanggal tua kita tidak akan ketemu dengan mie instan setiap hari.

Berikut ini adalah contoh perencanaan menu 4 minggu yang lebih baik:


Dengan merencakan menu kamu selama 4 minggu, kesempatan kamu untuk melalui tanggal tua bebas tipes menjadi meningkat.

Nah, berhubung tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, perencanaan menu harus sedikit diimprovisasi demi optimalisasi input gizi dan optimalisasi pengiritan untuk menunjang tabungan beli baju untuk dipakai di hari raya. Bentuknya kira-kira seperti ini:

Ingat untuk selalu membawa list ini ke manapun kamu pergi!
2.  COOK YOUR OWN FOOD (MASAK SENDIRI)


Belajarlah memasak minimal nasi putih dan telur dadar. Setiap kali menonton bu Siska Soewitomo di televisi, saya selalu merasa bisa jadi koki profesional. Prinsip saya dalam memasak adalah: semua bahan makanan bisa digoreng. Semua. Termasuk di antaranya tahu, kubis, kacang-kacangan, dan yang paling ekstreme: ketimun.

Dari teman saya yang kuliah di ilmu gizi, katanya zat gizi dalam telur sebenarnya sudah hampir cukup untuk mendukung aktivitas keseharian kita. Saya sih percaya saja. Soalnya kata dia, di mata kuliah itu dia sampai mendalaminya 4 kali. Belakangan baru saya tahu kalau dia selalu mengulang di mata kuliah itu karena tidak pernah lulus ujian.

NB: Bila perlu, bawalah persiapan nasi putih sendiri sebelum makan di warung. Double irit kan?

3. REGROW IT! (TANAM KEMBALI!)


Yang sedang kalian lihat adalah daun bawang yang sudah saya rawat dari akar selama 2 minggu. Daun bawang (dan beberapa varietas sayuran lainnya) diambil bagian akarnya lalu dimasukkan ke dalam wadah untuk ditumbuhkan kembali. Yes! Persediaan makanan tidak terbatas.

Selain murah, cara ini juga mengasyikkan, senang sekali bisa melihat tanaman ini tumbuh dari hari ke hari. Saking sayangnya, saya jadi tidak tega memakannya.

4. THE SCRAMBLED RICE WITH INSTAN NOODLE SEASONING HACK (GAK TAU JUGA INI DATANG DARI MANA -___-)


Nah, yang ini memang agak ekstrim - tapi efektif. Prinsipnya adalah memanfaatkan sisa makanan dari waktu makan sebelumnya. Caranya adalah dengan memanfaatkan sisa-sisa bumbu mie instan yang masih melengket di dasar mangkuk. Cukup aduk-aduk nasi putih sampai merata dan jadilah nasi putih rasa ayam bawang karyamu sendiri. Kadang-kadang ada bonus beberapa semut untuk menambah kandungan lemak dan protein.

NB: Resiko tanggung sendiri

5. WEDDING PARTY = FREE FOOD (PERBAIKAN GIZI DI ACARA NIKAHAN)


Pernikahan adalah awal dari sebuah kehidupan baru. Ia membawa kebahagiaan bagi mempelai sekaligus bagi kamu. Datanglah paling awal saat saksi mata belum terlalu banyak dan pulanglah paling akhir. Nah, di bagian akhir acara inilah yang paling penting dan jarang diperhatikan. Sebelum semua anggota keluarga mempelai pulang pasti rame yang ngebungkus makanan. Dengan mantap, keluarkan kantongan plastik yang sudah kalian bawa dari rumah dan isi dengan lauk pauk sampai penuh. Melangkah pulanglah dengan tenang, jika ada anggota keluarga mempelai yang menegur atau bertanya kamu siapa kok membungkus, larilah secepat yang kamu bisa.

Kecuali itu adalah resepsi pernikahan mantan, kamu harus jaga image alias pencirtraan. Tunjukkan pada dia bahwa kamu sudah berubah menjadi lebih baik, bungkuslah sedikit saja.

6. MENYESUAIKAN LEVEL PRODUK


Sumber Gambar
Misalnya suatu hari kamu sedang lapar-laparnya dan bokek-bokeknya, lalu ketika membuka kulkas kalian mendapati bahan makanan tidak ada yang kalian suka. Tutuplah dulu pintu kulkasnya, tarik napas panjang, turunkan standar makanan enak kalian, lalu buka lagi kulkasnya.

Ulang-ulangi sampai ada yang bisa dimakan.

Nah, tips yang keenam ini bisa berlaku tidak hanya untuk makanan tapi semua jenis bahan. Misalnya daging ayam diganti dengan produk daging nabati, sabun cair diganti dengan sabun batang merek Jabat Tangan, buku pelajaran difotokopi daripada beli, tunggu film baru sampai ada bajakannya, dan sabun cuci muka diganti dengan krim pencuci piring.

7. MENGURANGI AKTIVITAS YANG TIDAK ADA GUNANYA (CONTOH: MANDI)

sumber gambar
Banyak yang harus dipertaruhkan dengan mandi, sebut saja sabun, shampoo, dan pasta gigi. Gantilah dengan tayammum saja sebenarnya sudah cukup. Dengan mengurangi intensitas mandi, kita sudah memotong pengeluaran yang begitu signifikan, belum lagi dampak busa yang bisa merusak lingkungan.

Dengan mengurangi mandi, kamu tidak hanya berhemat di tanggal tua tapi juga berkontribusi menjaga lingkungan yang lebih asri untuk anak cucu kita.

8. APPAREL ALA MAHASISWA


Salah satu cara mendapatkan baju baru yang sering saya praktekkan sampai sekarang adalah berpartisipasi di event yang ada baju panitianya. Selain mencari pengalaman, sebenarnya tujuan utamanya adalah mencari baju baru dengan harga yang lebih murah, dan kadang-kadang bisa gratis.

Baru saja dua hari yang lalu, saya dan salah satu teman sekelas membentuk HMYPKDBEKTPBJ (Himpunan Mahasiswa Yang Pergi Kuliah Dengan Baju Event Karena Tidak Punya Baju Lain)

9. PAKAIAN LAMA CARA BARU

Finalis Kecamatan Tamarunang's Next Top Model
Gaya trendi kadang-kadang bukan soal apa yang kamu kenakan tapi bagaimana kamu mengenakannya. Di masa-masa tanggal tua ketika kamu pingin banget tampil kekinian tapi tidak mampu beli baju baru, coba buka lemari dan pilih pilah mana pakaianmu yang bisa di-mix and match.

Ruslan, sang finalis Kecamatan Tamarunang's Next Top Model yang juga Duta Stop Men-TipX Meja Kelas sudah memeragakan bahwa yang dibutuhkan untuk tampil trendi hanyalah keberanian untuk mencoba gaya baru dan wajah yang rupawan.

Di tangan dinginnya, sarung yang sudah bau apek dan celana olahraga bisa menjadi paduan sempurna yang bisa dikenakan ke kampus maupun belanja gaul di Matahari.

10. #JadilahSepertiBudi


Oke, jika 9 pedoman di atas terlalu memalukan untuk kamu coba, Budi punya solusi yang pasti cocok buat kamu. Budi yang sedang susah di tanggal tua, belum bayar uang kost, dan suka mencari internet gratis mengajak kamu berbelanja murah di minggu ketiga setiap bulan lewat promo TTS (Tanggal Tua Surprise) by MatahariMall.com yang diskonnya sampai 80%.

Di promo ini, kita bisa mencapatkan berbagai macam barang dari makanan sampai alat elektronik dengan diskon sampai 80% dan bebas ongkos kirim. Whaaaaaatttt? Ngiler ga tuuhhhh?! *lap iler*

Belum cukup? Ada hadiah kejutan dan voucher belanja juga ternyata!

Berkat promo TTS dari MatahariMall.com, Budi sekarang tetap bahagia meskipun sedang tanggal tua. Mau bahagia juga? #JadilahSepertiBudi

*** 
Terima kasih sudah mengikuti PELATIHAN BERTAHAN HIDUP DI TANGGAL TUA DENGAN AMAN, SEDERHANA, GAUL, DAN BERGIZI (PBHTTASGB). Semoga isi dari pelatihan ini bisa berguna untuk kalian semua dalam menghadapi tanggal tua.

Orang bijak pernah berkata, "Tanggal tua tidak berlangsung selamanya. Tanggal muda akan datang setelahnya. Sembari menunggu tanggal muda agar tetap bahagia, ikutlah promo TTS Matahari Mall". (Tyar, 2016).

Let's hope things to always get better. See you, Aliens :)

Jalanan Makassar semakin keras dan panas dalam banyak pengertian. Ini adalah 40 tipe pengendara yang paling sering kita temui di antaranya

1. Klakson warrior. Mereka yang menganggap klakson sebagai device ajaib yang bisa membuat kemacetan hilang seketika. Tipe pengendara ini paling sering ditemukan di titik-titik macet dan lampu merah. Iya, pas lampu merah, mereka meng-klakson.
2. Supir pete-pete (baca: angkutan kota) yang ugal-ugalan
3. Supit pete-pete yang berhenti mendadak
4. Supir pete-pete yang nggak ngasih uang kembalian
5. Supir pete-pete yang merokok

6. Pengendara mobil yang buang sampah di jalan
7. Pengendara yang buang ludah di jalan. Ludahnya beracun pula
8. Truk pagi-pagi
9. Truk siang-siang
10. Truk sore-sore

11. Truk yang ban mobilnya pecah. Masih ingat macet berjam-jam itu gara-gara ban truk yang pecah tepat di tengah jalan utama tempo hari? Kabarnya, macet berimbas sampai jalan tol dan bandara
12. Cabe-cabean yang pake hot-pants. Kami yang harusnya fokus ke jalanan di depan jadi terganggu
13. Cabe-cabean yang pahanya korengan
14. Cabe-cabean yang boncengan tiga
15. Cabe-cabean yang boncengan empat

16. Pengendara motor yang isi bensin, tangkinya digoyang-goyang
17. Pengendara motor yang suka serobot antrian di SPBU
18. Pengendara motor yang ngobrol sama petugas SPBU
19. Pengendara motor yang klakson di SPBU
 20. Pengendara motor yang merokok di SPBU

21. Pengendara motor yang knalpotnya berisik
22. Pengendara motor yang knalpotnya nungging nyemprot muka kita di belakangnya
23. Pengendara motor yang merokok
24. Pengendara motor yang membawa lari motor orang lain yang bukan motornya. Ini sih maling
25. Ibu-ibu yang belok mendadak

26. Yang belok tanpa lampu sinyal
27. Yang lampu sinyalnya belok kanan, dianya belok kiri
28. Yang lampu sinyalnya belok kiri, dianya belok kanan
29. Yang pake lampu jauh - padahal di dalam kota
30. Yang lampu depannya diganti jari biru atau putih. Silau, men!

31. Yang lampunya blink-blink. Silau, men!
32. Yang lampu remnya putih. Silau, men!
33. Yang ngasih kode lampu jauh terus lampu dekat. Silau, men!
34. Pak polisi yang lampu emergenci merah-biru-putihnya nyala tanpa sebab. Silau, pak!
35. Truk yang aksesoris lampunya berlebihan. Silau, men!

36. Yang bunyi klaksonnya aneh-aneh kayak zebra kehabisan napas
37. Yang bunyi klaksonnya terlalu keras
38. Yang suka marah-marah minta kita maju padahal lampu masih merah
39. Yang suka marah-marah minta kita maju padahal macet
40. Yang suka marah-marah minta kita maju padahal kita belum siap dan panaik belum cukup *eh

Setelah penantian yang cukup panjang, akhirnya pada Jum'at kemarin saya bisa nonton Deadpool. Supaya berasa blogger beneran, kayaknya keren juga kalau film Marvel ini dibikinkan review.

Menurut saya, film Deadpool itu bagus. Review selesai. Terima kasih sudah baca postingan ini, sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Tidak enaknya pas nonton Deadpool adalah ketika cowok yang juga nonton tepat di bangku sebelah saya terus menggerutu, "Superhero macam apa ini?".

1. Plot
Plot film ini sederhana. Atau cukup aman rasanya jika saya bilang, plot film ini sangat sederhana. Barangkali saking sederhananya, seberapa dalam pun saya menuliskan plot Deadpool, tidak akan ada spoilernya. Tidak ada yang bisa di-spoiler-i dari plotnya sendiri karena inti cerita sudah dijelaskan pada trailer. Deadpool dalam misi menyelamatkan pacar.

Awalnya, Deadpool dalam misi balas dendam pada penjahat yang telah melakukan eksperimen atas dirinya, gagal. Penjahat berhasil kabur. Penjahat menculik pacar Deadpool, Deadpool melawan penjahat, film selesai. Semua orang bahagia. Tamat.

Apakah plot yang sederhana itu membuat filmnya jadi jelek?
Hm.
Barangkali tidak.
Kalau kalian menonton Deadpool dengan harapan mencari plot yang rumit, gelap, dan bertikung-tikung, Deadpool sepertinya bukan film yang tepat. Yang menarik dari film Deadpool adalah... Deadpool. Kita tidak butuh plot semacam itu untuk bikin film ini jadi menarik.

Bahkan di komik dan gamenya sendiri, Deadpool tidak suka berbelit-belit, kalau sudah ada yang sedikit serius dan bertele-tele, dia bisa menembak kepalanya sendiri karena bosan.

2. Ryan Reynolds

Wade Wilson (Ryan Reynolds) sebagai Deadpool di X-Men Origins: Wolverine
Bukan pertemuan pertama antara Ryan Reynolds dengan Deadpool karena sebelumnya, ia telah memerankan Deadpool di X-Men Origins: Wolverine, tapi kita tidak begitu menyadarinya kerena penampilan dan karakternya memang jauh berbeda dengan versi komik dan film Deadpool sekarang. Lihat saja penampilannya, dia lebih cocok jadi Baraka-nya Mortal Kombat.

Barangkali untuk menebus dosanya terdahulu itulah, Ryan Reynolds memberikan performa penuhnya dan total di film Deadpool sekarang. Awalnya, banyak yang meragukan mengingat track record Ryan Reynolds di film X-Men Origins: Wolverine (Marvel) dan Green Lantern (DC), setelah melihat trailer pertama, akhirnya rasa pesimis itu pudar sedikit demi sedikit. Hasilnya sekarang?

Ryan Reynolds sebagai Deadpool sama kayak Robert Downey Jr. sebagai Tony Stark.

Selain jadi pemeran, Ryan Reynolds juga terlibat sebagai produser dan menurut gosip yang beredar, dialah yang mengusahakan agar filmnya Rated-R biar bisa menyamai karakter Deadpool yang gila di komiknya.

3. Sinematik
Film baru dibuka dan sudah terlihat adegan aksi yang keren, tapi juga lucu dan seru. Selanjutnya, film berlanjut secara bolak-balik (alur maju-mundur) secara kreatif dan tidak terbayangkan.

4. Humor
Nah, bicara soal humor yang sifatnya sangat personal, menurut saya film ini lucu dan inilah inti dari film Deadpool. Tidak seperti karakter Marvel lain yang super serius, Deadpool adalah sebaliknya. Kekanak-kanakan dan gila barangkali adalah dua kata yang bisa mewakili karakternya.

Lalu Ia Naik Taksi
Untuk bisa menikmati humornya secara penuh, akan lebih bagus kalau kita sudah pernah nonton beberapa film Marvel sebelumnya, terutama film X-Men karena kebanyakan referensinya berasal dari situ. Beberapa saya mengerti, beberapa lagi tidak.

5. Deadpool
Yang menarik dari Deadpool selain kemampuannya untuk sembuh dari luka apapun dan kemampuan bertarungnya yang keren, adalah dia sadar kalau dia ada di dalam film. Dalam bahasa Inggris, istilahnya Breaking The Fourth Wall. Dia sadar dia di dalam film dan beberapa kali blak-blakan soal Marvel Universe dan studio yang mem-produksi filmnya.

Deadpool berinteraksi sama penonton
 SPOILER WARNING (JANGAN DIBACA JIKA TIDAK MAU BOCORAN)
Ada referensi dari perusahaan sebelah juga (DC) yang disebutkan secara blak-blakan.
SPOILER ENDS

Perhatian: Untuk yang berpikir untuk mengajak adiknya nonton film Marvel ini, tontonlah terlebih dahulu trailer versi Redband dan batalkan niatmu segera. Deadpool bukan superhero, dia adalah antihero yang berkelakuan semaunya. Tidak ada konsekuensi. Lepas dari semua ikatan moral yang ada.

Awalnya sih sempat berharap banyak karakter X-Men yang bakal muncul, tapi kalau dipikir kalau mereka semua muncul nanti filmnya jadi kacau dan tidak tahu arahnya ke mana.

Personally, penantian saya terhadap film ini rasanya terbayar lunas. Mafhum saja, sejak pertama kali test-footage-nya berupa CGI "bocor" ke publik tahun lalu, saya sudah tidak sabar menanti film ini. Apalagi sebelumnya, saya juga sudah memainkan video gamenya dan serius, teman-teman. Saya belum pernah ketawa sengakak itu gara-gara video game.

Kelakuan Deadpool di Video Gamenya Sendiri
Sekarang, penantian panjang menunggu sekuel Deadpool dimulai.