#BeUnstoppable dengan Jajaran Laptop Gaming ASUS ROG Terbaru

BeUnstoppable
Teknologi video game terus mengalami perkembangan yang begitu cepatnya. Hari ini, kita disuguhi judul-judul game dengan visual yang semakin mendekati kenyataan, kualitas audio yang semakin imersif, hingga sinematiknya yang seperti penulisan film dengan jalan cerita panjang, dalam, bahkan bercabang-cabang.

Untuk menikmati pengalaman gaming tersebut secara maksimal, pastinya diperlukan mesin-mesin gaming yang mampu mengimbangi. Tidak mengherankan segmen gaming yang sebetulnya sangat sempit ini menjadi salah satu segmen yang dikelola dengan sangat serius oleh berbagai perusahaan baik konsol maupun pengembang.

Di komputer gaming, ASUS adalah yang paling serius.

ASUS memulai komitmennya di industri gaming pada tahun Juli 2006 dengan menghadirkan brand Republic of Gamers (selanjutnya disingkat ROG). Motherboard Gaming Crosshair menjadi debutnya di industri gaming. Sejak saat itu, lebih dari 13 tahun ROG terus berinovasi mendukung ekosistem gaming yang tumbuh terus menerus. Puncaknya di 11 Juli 2019, ASUS menggelar peluncuran ROG terbesar yang pernah diadakan di Indonesia pada gelaran bertajuk #BeUnstoppable.

Tapi pertama, kita narsis dulu
#BeUnstoppable berlangsung meriah dan benar-benar padat acara. Rasanya sulit untuk menuangkan semua kemeriahannya ke dalam satu tulisan saja. Untuk kamu yang tidak bisa datang dan kelewatan tayangan live-nya di kanal resmi ASUS, bisa melihat highlight-nya di sini:


Komitmen ASUS dan Intel
Di tulisan kali ini, saya ingin berfokus pada jajaran laptop ROG yang diluncurkan. Pada dasarnya, ada tiga jajaran produk ROG untuk menjawab kebutuhan sub-segmen gaming yang terbagi-bagi lagi menjadi beberapa varian.

Prosesor Terbaru Intel Generasi 9
Persamaan ketiga jajaran ROG ini adalah semuanya telah dipersenjatai prosesor generasi ke-9 Intel sehingga soal performa pastilah sudah tidak perlu diragukan lagi. Pada sistem operasi, ketiganya juga telah terpasang Windows 10 original. Lalu apa bedanya? Saya akan mencoba menguraikannya dalam tulisan ini sesederhana mungkin.

ROG Mothership (GZ700GXR), Desktop Replacement Paling Powerful di Dunia
ROG Mothership - Kapan lagi bisa foto sama laptop seharga mobil
Laptop ROG satu ini bukan untuk semua orang. Sejauh ini, ini adalah ROG paling dewa sekaligus paling mahal mahakarya ASUS. Harganya, seratus tiga puluh juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah.

Saya ulang, seratus tiga puluh juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah.

Apa yang membuat laptop ini sangat mahal dibandingkan dengan laptop pada umumnya? ROG Mothership mendefinisi ulang mesin gaming portabel. Laptop satu ini memang disiapkan untuk menjadi pengganti komputer meja dengan performa yang setara dengan komputer desktop high end.

Spesifikasi utama ROG Mothership
ROG Mothership adalah semua tentang performa. Prosesor generasi 9 Intel Core i9-9980HK memiliki konfigurasi 8 inti dan 16 thread, paling kencang yang pernah ada. Dapat dipastikan prosesor ini dapat menjalankan semua judul game AAA tanpa kendala. Selain untuk bermain video game, ROG Mothership juga dipastikan mampu menangani berbagai tugas berat seperti 3D rendering.

Main game sambil streaming? Sudah tentu lancar.

Dengan RAM DDR4 berkapasitas 64GB dan penyimpanan berbasis NVMe PCIe SSD yang dikonfigurasi secara RAID 0, bisa dipastikan multitasking dapat berjalan dengan lancar. Tidak sampai situ, ROG Mothership juga dibekali teknologi HyperDrive Extreme yang menyambungkan SSD secara langsung dengan CPU tanpa melewati modul DMI sehingga risiko bottleneck dapat dihindari. Hasilnya, sistem penyimpanan supercepat dengan kecepatan baca hingga 8700MBps.

Dari segi pemroses grafis, ROG Mothership menggunakan salah satu chip grafis terbaik yang ada pada saat ini: NVIDIA GeForce RTX 2080 versi desktop, bukan versi mobile. Chip grafis ini sendiri telah di-overclock hingga 1880MHz pada daya 200W. Grafis olahan tersebut kemudian ditampilkan melalui layar yang sangat indah berukuran 17,3 inci dengan rasio 16:9 pada resolusi 4K alias UltraHD (3840x2160).

Refresh ratenya sendiri adalah 144Hz dengan response time 3ms (grey-to-grey) dilengkapi teknologi NVIDIA G-Sync untuk pengalaman visual yang lebih dalam.

Desain bodi ROG Mothership mendukung pendinginan optimal
Sekarang saya ingin bicara soal desainnya yang unik. Desain berdiri ROG Mothership memungkinkan sirkulasi udara menjadi lebih baik. Dari sisi pendinginan, ROG Mothership menggunakan sistem pendinginan liquid metal yang ditempatkan sebagai pengganti thermal paste dan mampu mendinginkan prosesor serta GPU hingga 13 derajat Celsius lebih rendah.

Desain ROG Mothership yang fleksibel untuk kenyamanan pengguna
Modul layar yang menyatu dengan komponen lain dalam satu bodi tentunya memerlukan inovasi baru karena panas yang dihasilkan mesin akan memengaruhi ketahanan panel layar. ROG Mothership menggunakan rangka berbahan aluminium dengan teknik CNC milling. Proses ini membutuhkan lebih dari 114 alat dan waktu lebih dari 20 jam untuk menghasilkan rangka yang presisi. Pada sisi konektivitas, ROG Mothership telah dilengkapi modul 2.5G Ethernet yang lebih cepat dibandingkan laptop gaming pada umumnya. Modul wifi menggunakan WiFi 6 (802.11ax) yang mampu menghadirkan kecepatan higga 2,4Gbps.

Iya, ROG Mothership memang seserius itu.

Selengkapnya tentang ROG Mothership dapat dilihat pada laman resmi, ketuk di sini.

ROG Zephyrus, Laptop Gaming Paling Tipis dan Powerful di Dunia
ROG yang cocok untuk kreator
Seri ROG satu ini, selain cocok untuk gamers juga cocok untuk para profesional muda maupun konten kreator. Ada dua varian yang diperkenalkan ASUS kali ini, yakni Zephyrus S (terdiri dari GX502 dan GX701) dan Zephyrus M.

Pertama, kita lihat Zephyrus S terlebih dahulu.

Spesifikasi Utama Zephyrus S GX502 vs Zephyrus S GX701
Perbandingan spesifikasi utama Zephyrus GX502 vs GX710
Baik GX502 maupun GX701 keduanya menggunakan prosesor yang persis sama, yaitu 9th Gen Intel Core i7-9750H Processor Hexa Core (12M Cache, up to 4.5GHz). Perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya adalah pada ukuran displaynya. GX502 memiliki ukuran display 15,6 inci sedangkan GX701 17,3 inci.

Keduanya juga menjadi laptop paling tipis dan ringan pada kelasnya masing-masing. GX502 hadir dengan bodi 25% lebih tipis dan bobot hingga 42% lebih ringan dari kompetitor pada kelas yang sama.

Adapun GX701 hadir dengan dimensi hingga 40% lebih tipis dan 23% lebih kecil dibanding kompetitor pada kelas yang sama. Dengan ketebalan hampir 2cm saja, rasanya sulit dipercaya bahwa mesin gaming ini ternyata memiliki performa ultra kencang yang mampu menyaingi PC desktop.

ROG yang cocok untuk kreator
Visual yang dihasilkan keduanya juga dijanjikan berkualitas tinggi berkat kartu NVIDIA GeForce seri RTX. Satu hal yang paling menarik dari kedua varian ini adalah keduanya sama-sama telah mendapatkan Pantone Validated Display. Artinya, kedua varian ini mampu mereproduksi warna yang sangat akurat sehingga akan sangat membantu para kreator yang akrab dengan warna seperti para fotografer, desainer, hingga video editor terutama untuk keperluan color grading.

Pada performa gaming, NVIDIA GeForce RTX juga telah dilengkapi Tensor Core yang dapat mengakselerasi performa AI sehingga dapat menghadirkan sajian visual yang lebih nyata.

Performa yang tinggi tentunya akan berbanding lurus dengan panas yang dihasilkan. Oleh karena itu, baik GX502 maupun GX701 telah mengadopsi sistem Intelligent Cooling yang menggunakan teknologi Active Aerodynamic System (AAS) khas Zephyrus yang membuta laptop ini tetap mampu berjalan dengan stabil.

Selengkapnya tentang ROG Zephyrus GX502, ketuk di sini.
Selengkapnya tentang ROG Zephyrus GX701, ketuk di sini.

ROG Zephyrus M GU502, Ketika Performa Bertemu Portabilitas
Spesifikasi utama Zephyrus GU502
Zephyrus GU502 ini lebih terjangkau. Meski begitu, performa dan kualitasnya tidak dapat dianggap remeh. Zephyrus GU502 memiliki bentang layar sebesar 15,6 inci dengan resolusi FullHD. Meski memiliki layar seperti laptop 15 inci pada umumnya, laptop ini terasa seperti laptop yang memiliki layar 14 inci berkat teknologi NanoEdge Display yang menjadikan bezelnya sangat tipis.

Perbedaan yang paling mencolok adalah pada sisi Memory dan grafisnya. ROG Zephyrus GU502 menggunakan chip grafis terbaru NVIDIA GeForce GTX 1660Ti dengan VRAM GDDR6 sebesar 6GB. Chip ini sendiri lebih powerful jika dibandingkan dengan chip grafis GeForce GTX 10 series.

Selengkapnya tentang Zephyrus GU502, ketuk di sini.

ROG Strix SCAR III, ROG Strix Hero III G531. Diinspirasi BMW Designworks Group - Terbaik untuk eSport
Loh kok ada mobil?
Ini adalah salah satu seri yang paling menyita perhatian saat launching. Bagaimana tidak, laptop gaming ini mengadopsi desain ROG Face Off, sebuah laptop gaming konsep hasil kerjasama antara tim ASUS ROG dengan BMW Designworks Group. Tidak hanya lebih keren,  ROG Strix Scar III dan Hero III G531 juga terlihat lebih ramping dan lebih elegan.

Seperti knalpot mobil, pembuangan udara panas dan beberapa port ditempatkan di bagian belakang. ROG satu ini juga punya "kunci" bernama keystone yang terletak di badan bagian kanan.

ROG Strix dengan keystone
Keystone ini dapat dilepas. Ketika dipasang, keystone ini berfungsi untuk mengakses fitur ekstra yang tersimpan pada aplikasi Armoury Crate. Keystone ini juga berfungsi untuk menampilkan shadow drive, yaitu drive penyimpanan tambahan yang akan tersembunyi jika keystone dilepas dari bodi.

Melihat keystone lebih dekat
Keunggulan utama ROG Strix SCAR III dan Hero III adalah pada layarnya yang ultra-responsif. Dengan layar dengan refresh rate hingga 240Hz dan response time 3ms pada laptop gaming ini, mejadikannya sangat pas sebagai senjata untuk dibawa ke arena eSport.

Dapur pacu ditenagai oleh prosesor Intel Generasi 9 versi tertinggi yaitu Intel Core i9-9980H dengan konfigurasi 8 core dan 16 thread. Dengan kecepatan pemrosesan hingga 4,8GHz pada mode Turbo, ia merupakan salah satu prosesor mobile paling kencang dari Intel saat ini.

Dari sisi grafis, jajaran laptop ROG Strix terbaru ditenagai oleh chip grafis NVIDIA GeForce RTX dan GTX yang mampu memainkan game-game eSport maupun game AAA dengan lancar.

Berikut spesifikasi utama ROG Strix SCAR III:
Spesifikasi Utama ROG Strix SCAR III
Berikut spesifikasi utama ROG Strix Hero III:
Spesifikasi Utama ROG Strix Hero III
ROG Strix G, Sebuah Evolusi Laptop Gaming All-Round
Ada satu lagi varian laptop gaming yang masuk ke dalam jajaran ROG Strix yaitu ROG Strix G. ROG Strix G tidak memiliki fitur Keystone. Perbedaan lainnya juga adalah pada panel layarnya yang mencapai refresh rate hingga 120Hz.

Berikut spesifikasi utama ROG Strix G G531
Spesifikasi utama ROG Strix G G531
Selengkapnya untuk seluruh jajaran produk #BeUnstoppable dapat dilihat melalui situs ASUS ROG dengan klik di sini.
***
ROG pilihan Planetyar.com
Tidak sulit menentukan pilihan yang paling cocok untuk saya: ROG Zephyrus GX502. Layar berukuran 15-inci terasa pas, tidak terlalu besar tetapi juga sudah cukup lebar dan nyaman. Apalagi dengan bodi yang 25% lebih tipis dan bobot hingga 42% lebih ringan dari kompetitor pastinya sangat mendukung mobilitas yang cukup tinggi belakangan ini.

Soal performa juga pasti tidak udah diragukan untuk memainkan beragam judul game AAA dengan sangat nyaman. Hal yang paling menjawab kebutuhan saya sebagai kreator wannabe yang sedang belajar memotret dan editing video ini tentu saja displaynya yang sudah Pantone Validated. Tentunya, reproduksi warna akan jauh lebih akurat sehingga lebih tenang saat editing foto terlebih untuk kebutuhan cetak.

Editing video juga pasti lebih mengalir berkat kerja sama prosesor Intel generasi 9 i7-9750H Hexa Core, RAM 16GB DDR4, serta dukungan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 2060 6GB DDR6 VRAM serta penyimpanan berupa SSD 512GB M.2 NVMe PCIe akan mempercepat flow editing terutama sekali, rendering.

Terima kasih, sampai jumpa di lain kesempatan
Terima kasih sekali lagi untuk Unstoppable PR Team ASUS Indonesia atas kesempatannya menghadiri event super meriah ini.

ASUS VivoBook Ultra A412 - Laptop Enteng Performa Keren

Sneak Peek VivoBook Ultra A412
ASUS VivoBook Ultra A412 ini terasa sangat ringan ketika saya mengangkatnya. Bentuknya sendiri terlihat lebih ringkas dan lebih tipis dibandingkan laptop pada umumnya. Dengan panjang 32cm dan lebar 21cm, ASUS VivoBook Ultra A412 sekilas terlihat seperti ultrabook yang berukuran 13 inci, padahal layarnya sendiri berukuran 14 inci beresolusi FullHD (1920x1080) dengan screen-to-body ratio hingga 83%.

ASUS VivoBook Ultra A412 Tampak Belakang
Secara fisik, seri terbaru VivoBook ini terlihat identik dengan VivoBook S S430 yang telah lebih dulu hadir di Indonesia. Keduanya sama-sama mengusung layar 14 inci dengan teknologi NanoEdge Display, serta sama-sama dilengkapi dengan fitur ErgoLift Design. Fitur ErgoLift sendiri adalah mekanisme khusus yang membuat bodi utama (bagian yang terdapat keyboard dan komponen) laptop ini dapat terangkat dan membentuk sudut dua derajat saat digunakan. Mekanisme ini memberikan pengalaman berkomputer terutama saat mengetik menjadi lebih nyaman dan memberikan ruang lebih di bagian bawah laptop sehingga sirkulasi udara menjadi lebih lancar sehingga sistem pendinginan bekerja lebih optimal.

Port ASUS VivoBook Ultra A412.
Laptop ini memiliki bobot hanya 1,5 kilogram. Meskipun begitu, performanya tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, laptop dengan pilihan warna mencolok ini ditenagai Intel Core i7 generasi kedelapan (juga tersedia versi i3 dan i5). Satu hal yang sangat menarik perhatian saya adalah pada bagian penyimpanannya. VivoBook Ultra A412 ini tidak menggunakan hardisk sebagai penyimpanan, melainkan SSD tipe M.2 berkapasitas 512GB. Kalau kamu tidak familiar dengan istilah ini, pada intinya SSD adalah sistem penyimpanan dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada hardisk konvensional. Di laptop pribadi saya sendiri, saya sudah mengganti HDD bawaannya dengan SSD dan peningkatannya memang terasa sangat signifikan. Kabar baiknya, pada VivoBook Ultra A412 ini dilengkapi slot hardisk yang memungkinkan kita untuk menambah hardisk satu lagi tanpa perlu menggantinya.

Asus VivoBook Ultra A412 tampak depan
Dari segi grafis, ditanamkan Integrated Intel HD Graphics 620, juga tersedia pilihan dengan VGA diskrit NVIDIA GeForce MX250 with 2GB GDDR5 VRAM. Sementara pada bagian RAM, tersedia pilihan 4GB dan 8GB versi DDR4. Dengan spesifikasi tersebut, laptop ini bisa digunakan untuk keperluan multimedia dan bermain video game casual. Sementara untuk aktivitas gaming yang lebih berat, laptop ini harus menyerah. Mafhum, peruntukannya memang bukan untuk gaming. Spesifikasi lengkap ASUS VivobookUltra A412 akan saya lampirkan pada bagian bawah tulisan ini.

VivoBook Ultra A412 ini sepertinya cocok untuk para mahasiswa atau pengguna sehari-hari yang sering bepergian. Bobotnya ringan dan fisiknya yang tipis membuatnya tidak membebani punggung saat dibawa ke mana-mana. Untuk kamu yang suka berkreasi konten multimedia seperti video editing, saya menyarankan untuk mengambil versi prosesor core i5. Untuk penggunaan ringan seperti skripsian, versi core i3 sudah cukup. Oh iya, laptop ini juga sudah dilengkapi dengan fitur keamanan sidik jari.

Layar tetap luas meski bodi lebih kecil
Pilihan warna yang stylish dan mencolok membuatnya asyik menjadi teman nongkrong di coffee shop lucu. Sementara untuk kaum pekerja urban atau pebisnis dan perusahaan, saya merekomendasikan memilih tipe yang lain, yaitu ASUSPRO P5440FA yang memang dirancang khusus untuk keperluan profesional dan bisnis ini hadir dengan bodi yang cukup ramping dan ringan, sehingga mudah dibawa bepergian. Satu lagi yang tidak kalah penting adalah laptop ini sudah dilengkapi dengan berbagai fitur khusus untuk memudahkan dan memberikan produktivitas lebih kepada para penggunanya yang merupakan pebisnis atau profesional dengan kegiatan padat dan sering bekerja secara mobile.

ASUSPRO P5440FA
Yang paling mencolok dari seri ini adalah keamanannya. ASUSPRO P544F menggunakan sistem operasi Windows 10 Pro, bukan Windows 10 Home yang biasanya terdapat di laptop kelas konsumen biasa. Beberapa fitur eksklusif yang dimiliki antaranya adalah Domain Join, Group Policy Management, Bitlocker, Enterprise Mode Internet Explorer (EMIE), Assigned Access 8.1, Remote Desktop, Client Hyper-V, dan Direct Access. Sebagain besar merupakan fitur yang kerap digunakan di lingkungan perusahaan.

Assigned Access 8.1 misalnya. Fitur tersebut memungkinkan administrator untuk memblokir aplikasi tertentu agar tidak bisa digunakan oleh pengguna di User Account lainnya. Fitur lainnya seperti BitLocker membuat laptop ini semakin aman dengan mengenkripsi data yang ada di dalamnya. BitLocker bahkan merupakan salah satu fitur enkripsi data yang paling canggih saat ini.

Jika Anda bekerja dengan fasilitas cloud Microsoft Azure, Windows 10 Pro merupakan pilihan yang tepat. Sistem operasi ini sudah mendukung fitur seamless connectivity untuk Azure Active Directory. Bahkan Windows 10 Pro memiliki Business Store for Windows 10.
***
Spesifikasi ASUS VivoBook Ultra A412
CPU
Intel Core i3-8145U Processor
Intel Core i5-8265U Processor
Intel Core i7-8565U Processor

Operating System
Windows 10

Memory
4GB DDR4 RAM
8GB DDR4 RAM

Storage
512GB M.2 PCIe Gen3X2 NVME SSD

Display
14.0" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) Anti-Glare, NTSC 45%

Graphics
NVIDIA GeForce MX250 with 2GB GDDR5 VRAM
Integrated Intel HD Graphics 620   

Input/Output
1x USB 3.1 (Gen1) Type-C, 1x USB 3.1 (Gen1) Type-A, 1x USB 2.0 Type-A, 1x HDMI, 1x Audio Jack, 1x MicroSD card reader

Camera
HD Web Camera

Connectivity
Dual-band 802.11ac Wi-Fi (2x2), Bluetooth 4.2

Audio
Sonic Master audio, Array Microphone

Battery
37WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion Battery

Dimension
32.2(W) x 21.2(D) x 1.90 ~ 1.95 (H) cm

Weight
1.5Kg

Colors
Transparent Silver, Slate Grey, Peacock Blue, Coral Crush

Price
Start from Rp7.599.000

Warranty
 2 tahun garansi global
***
Spesifikasi ASUSPRO P5440FA
CPU
Intel® Core™ i7-8565U Processor 1.8 GHz (8M Cache, up to 4.6 GHz)

Operating System
Windows 10

Memory
8GB DDR4 SDRAM

Storage
512GB M.2 NVMe SSD

Display 
14.0” 120Hz Ultra Slim 300nits, FullHD 1920x1080 16:9, Anti-Glare NTSC 45%

Graphics
Integrated Intel UHD Graphics 630

Input/Output
1x Microphone-in/Headphone-out jack, 1x Type-C USB 3.0 (USB 3.1 Gen 1) with display and power delivery support, 1x Type-A USB 3.1 (Gen 1), 1x Type-A USB 3.1 (Gen 2), 1x HDMI, 1x Fingerprint reader, 1x AC adapter plug

Camera
HD Web Camera

Connectivity
Dual-band 802.11ac, Bluetooth 4.2

Audio 
Built-in speaker
Built-in array microphone

Battery 
3-Cell 50 Wh Polymer Battery

Dimension
326 x 229.3 x 10.1~18.5 mm

Weight 
1,23Kg with Battery

Security 
BIOS user password protection, HDD user password protection, TPM (Trusted Platform Module), Fingerprint reader

Price 
Starting From IDR 16,599,000

Warranty 
3 tahun garansi global

ZenFone Max Pro M1: Unboxing dan Sharing Pengalaman (1)

7 Alasan Lebih Mending Pilih ZenFone Max Pro M1