Savoy Homann Bandung: Pengalaman Menginap di Hotel Heritage


Matahari mulai meninggi saat mobil yang kami pesan melalui aplikasi ojek online tiba di depan RetroPoint BnB. Tanpa dikomando, kami langsung mengangkat barang bawaan kemudian masuk satu persatu. Setelah memastikan tidak ada lagi yang tertinggal, Honda Brio melaju ke jalan Asia Afrika Bandung.

Jalanan Bandung pagi itu masih lengang sehingga cepat saja kami sampai ke Hotel Savoy Homann, hotel yang kami tunjuk sebagai tempat menginap di malam kedua perjalanan. Waktu masih menunjukkan pukul delapan lebih sedikit, masih terlalu dini untuk check-in.

Sarapan di Warung Kopi Purnama
“Sarapan dulu, yuk?” ajak Mba Katerina (travelerien.com). Kami yang entah sedang lapar atau memang doyan makan kompak berdiri dari tempat duduk lalu lincah mengangkat barang-barang bawaan masing-masing untuk dititipkan kepada petugas hotel.

Kami sarapan di Rumah Kopi Tjhiang Shong alias Warung Kopi Purnama, yang sudah ramai ketika kami sampai. Saya duduk semeja dengan Kang Didno (Didno76.com), Bang Emmet (SangPelancong.com), Koh Deddy (DeddyHuang.com), dan Vina (KicauanVina.com).

Menu Warung Kopi Purnama
Warung kopi ramai oleh obrolan-obrolan tentang pelbagai hal. Di meja kami, obrolan di-moderator-i oleh Koh Deddy tentang makanan-makanan dan warung-warung kopi. Belum sampai ke pertengahan obrolan, pesanan kami sudah lengkap di atas meja. Saya memesan bubur ayam, telur setengah matang, dan teh manis hangat. Sengaja tidak memesan kopi untuk menghindari mulas pagi-pagi.

Bubur ayam dengan telur ayam kampung setengah matang
Museum Konperensi Asia Afrika
Museum Konferensi Asia Afrika
Betul sekali, museum ini terletak di jalan Asia Afrika. Inilah museum yang sering saya dengar di pelajaran IPS sejak SD, saya membatin dalam hati. Lucu juga sebab di papan namanya, kata konferensi ditulis menjadi konperensi. Barangsiapa yang bilang orang Sunda itu tidak bisa bilang f, itu pitnah.

Museum Konperensi Asia Afrika dari dekat
Masuk ke museum ini tidak dikenakan biaya alias gratis, cukup mengisi buku tamu saja terlebih dahulu. Di dalamnya ada diorama dan foto-foto yang mengabadikan momen bersejarah Konferensi Asia Afrika puluhan tahun yang lalu.

Diorama Konferensi Asia Afrika
Ada perasaan yang mirip de javu ketika berkeliling Museum Konferensi Asia Afrika ini, padahal dibilang akrab tapi baru pertama kali. Dibilang sama sekali baru tapi tidak juga karena sudah diulang berkali-kali di bangku sekolah. Kami berjalan ke ruang konferensi sambil melihat foto-foto yang terpajang di kiri-kanan.

Para utusan konferensi dari berbagai kabupaten untuk membahas tentang makan siang
Barangkali jika ditarik pada garis keluarga, hanya pantat saya yang pernah menduduki kursi ruang konferensi Asia Afrika ini. Belum pernah saya merasa sebangga ini terhadap pantat saya sendiri. Saking bangganya, saya tidak cebok berhari-hari.

Dari pintu keluar kami berjalan ke arah kanan dan tembus di jalan Braga, yang akan saya ceritakan di tulisan selanjutnya. Stay tune di planetyar.com.

Abadi Bagelen: Oleh-oleh Camilan dari Bandung


Jalan-jalan ke Bandung rasanya kurang lengkap tanpa membawa pulang buah tangan. Untuk kalian yang ingin bawa pulang oleh-oleh untuk keluarga berupa camilan, mampirlah ke Abadi Bagelen yang beralamat di jalan Purnawarman Bandung ini. Ada banyak sekali pilihan camilan khas yang dikemas secara cantik dan modern. Pak Larry, generasi kedua yang sekarang mengelola gerai ini memang punya visi untuk memoderenisasi Abadi Bagelen yang dirintis oleh ayahnya bertahun-tahun yang lalu. Kalau misalnya kalian sedang sibuk, camilan-camilan yang rasanya enak bin nostalgik ini juga dapat dipesan melalui aplikasi GoJek. Bingung memilih lantaran banyaknya pilihan? Saya merekomendasikan roti Warmbollen yang menjadi best-seller toko ini.

Makan siang ala Keluarga Homann
Tepat tengah hari kami meninggalkan Abadi Bagelen kembali ke hotel Savoy Homann untuk check-in. Bersamaan dengan itu pula rasanya bahan bakar berupa bubur ayam tadi pagi sudah hampir habis. Untungnya, kami sudah merencanakan untuk sekalian makan siang di hotel tempat kami menginap. Selain lebih gampang, kabarnya hotel ini punya jamuan istimewa yang sayang untuk dilewatkan.

Hotel Savoy Homann - tampak luar
Jamuan istimewa yang dimaksud itu sendiri adalah sajian menu Rijsttafel ala Keluarga Homann, alias keluarga pendiri hotel ini. Rijsttafel sendiri adalah jamuan makan yang berurutan mulai dari appetizer, soup, main course, dan ditutup dengan dessert.

Dim sum goreng sebagai menu pembuka
Rasa khas asam dari saos Bangkok yang melumuri dim sum goreng pada piring appetizer berhasil memancing selera makan. Kulit dim sumnya renyah dan isinya lembut, dua buah dim sum yang terhidang ludes begitu saja. Enak, tapi bikin penasaran untuk segera berlanjut ke menu setelahnya.

Meski nama Rijsttafel ini terdengar sangat Belanda, semua pilihan makanannya ternyata sangat nusantara alias makanan Indonesia. Saya baru tahu ternyata memang begitu konsep makan Rijsttafel. Namanya Belanda, tapi makanannya nusantara. Senada dengan kami yang berasal dari daerah yang macam-macam. Ada Febri dari Jambi, Bai dari Aceh, saya dari Makassar, Vina dari Pekanbaru, Maseko dari Jakarta, Kak Dewi dari Semarang, Mba Rien dari Tangerang Selatan, Koh Deddy dari Palembang, Bang Emmet yang pernah tinggal di Bandung, Kang Didno dari Indramayu, Mba Dian dari Surabaya, dan Afit dari Yogyakarta.

Di atas meja sudah terhidang soto Bandung, bakwan jagung, gepuk sapi, tumis buncis dengan tahu, sate ayam, cumi asam manis, perkedel kentang dan tentu yang paling Indonesia: nasi. Saya mengicip soto Bandung sedikit saja kemudian memindahkan sedikit porsi nasi ke atas piring. Sengaja mengambil nasi sedikit. Perkuat di lauk, nasi di kosan juga banyak, pikir saya dalam hati.


Rijsttafel dengan sajian Nusantara
Sambil menikmati makanan, kami bertukar cerita yang banyak sekali. Melempar canda-canda, tertawa pada satu sama lain. Heboh, akrab, hangat. Siapa saja yang melintas di depan ruang makan bergaya art deco tersebut pasti bisa mendengar tawa renyah di dalamnya. Kalau dipikir-pikir, ini adalah tahun ketiga saya kenal sama orang-orang di meja ini tetapi jujur kadang masih canggung karena waktu pertemuannya selalu pendek-pendek. Hari itu saya merasa cair dalam obrolan. Tidak ada canggung dan malu-malu. Akrab. Barangkali, di situlah daya magis Rijsttafel ala Savoy Homann ini.


Chocolate cake sebagai hidangan penutup
Sajian ala Rijsttafel favorit keluarga Homann ini, dapat dinikmati dengan harga Rp350.000 untuk 5 pax.

Menginap di hotel heritage
Selain dekat dari Jalan Braga dan Mesjid Besar Bandung,  hotel Savoy Homann ini cocok untuk yang ingin merasakan sensasi menginap di hotel heritage. Hotel yang didirikan oleh keluarga Homann pada 1871 ini menjadi tempat menginap para petinggi negara yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika yang digelar pada tahun 1955. Presiden Soekarno dan Charlie Chaplin juga pernah menginap di hotel ini. Menginap di hotel ini, saya merasa bak orang penting.

Berikut foto kamar Hotel Savoy Homann Bandung:


Saya sekamar dengan Bai dan Febri. Kamar dengan tone kayu didominasi warna coklat dan putih ini berisi dua kasur, untungnya kami dapat meminta ekstra bed. Hampir saja Bai kami suruh tidur di kamar mandi saja. Toh kamar mandinya juga nyaman. Bersih, lengkap dengan pengering rambut dan bathub jika saja Bai ingin tidur sambil berendam air panas.

Yang Paling Istimewa adalah Makanannya
Pengalaman saya menginap di hotel memang belum seberapa, tapi saya berani menjamin ini adalah yang paling mengenyangkan, terutama karena makan malamnya. Kami mengambil paket dinner BBQ dengan konsep All you can eat alias makan sepuasnya. Saya mengambil beberapa potong daging dan sosis. Hampir kalap jika tidak ditegur, habisnya enak coy. Saya yang memang sangat gemar makan daging merasa kesetanan ingin mengicip semuanya.

Ada pula menu lain selain BBQ seperti bakso tahu. Untuk side dish ada salad, dan berbagai macam buah dan kue-kue manis sebagai penutup. Berikutnya, biarlah foto-foto ini yang berbicara:









Adapun harga untuk menikmati BBQ Night ini adalah Rp158.000/pax. Sebuah harga yang menurut saya cukup layak dan rasanya juga nikmat, entah saya nambah berapa kali. Kalau bukan karena harus keluar ke jalan Braga untuk menikmati kopi Turki, saya kayaknya akan lanjut makan sampai resto malam ini tutup.

Menginap di Hotel Savoy Homann Bandung benar-benar jadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Sayang sekali singkat saja waktu kami di sana, rasanya ingin menambah satu malam lagi. Sayang kami harus segera kembali ke Jakarta keesokan harinya selepas sarapan. Ingin rasanya kembali ke sana suatu hari nanti. Semoga ada kesempatan.

Informasi & Reservasi Hotel Savoy Homann
Untuk informasi dan reservasi Hotel Savoy Homann Bandung, disilakan mengunjungi website mereka di savoyhomannbandung.com atau melalui Instagram di instagram.com/savoyhomannbdg/.


Hotel Savoy Homann
Jalan Asia Afrika 112, Bandung, Indonesia
ph: (+62) 22 423 2244, (+62) 811 249 2221
fax: (+62) 22 423 6187
e: reservation@savoyhomannbandung.com/info@savoyhomannbandung.com
w: www.savoyhomannbandung.com

Ah, belum apa-apa sudah rindu Bandung.

Menginap di Retro Point Bed & Breakfast Bandung: Murah dan Nyaman


Kereta Argo Parahyangan yang saya tumpangi tiba di Bandung pukul dua pagi lebih sedikit. Saya meraih ransel di bagasi atas kemudian berjalan keluar gerbong bersama penumpang dari Stasiun Gambir Jakarta.

Sejak dulu saya memang sangat ingin ke Bandung. Barangkali sejak Sherina harus ikut ayahnya yang pindah tugas dari Jakarta ke Bandung di film Petualangan Sherina. Rasa penasaran itu makin tinggi ketika membaca cerita Dilan dan Milea di blog Pidi Baiq. Cerita itu membawa saya ke Bandung tahun 1990, ketika di sana masih sering muncul kabut dan orang-orang Bandung masih sering membuat minuman jahe.

Dingin udara Bandung menghambur lamunan 1990, membawa saya kembali ke tahun 2019. Waktu menunjukkan pukul 02.24 pagi. Saya mengecek handphone, membuka aplikasi Grab kemudian memesan Grabbike tujuan Retropoint Bed and Breakfast sambil berjalan keluar stasiun.

Suasana stasiun Bandung dini hari
Driver menjemput saya di depan stasiun, berjalan sedikit ke arah kiri. Untuk berjaga-jaga, saya menggunakan fitur tracking yang tersedia di aplikasi Grab dan Gojek kemudian mengirimkannya ke grup WA rombongan dan orang terdekat. Barangkali tidak sampai sepuluh menit, saya sudah sampai. Dekat saja sebenarnya homestay ini dari stasiun, cuma 600 meter. Saya sebetulnya berpikiran untuk berjalan kaki saja dari stasiun. Sayang waktu kedatangan saya yang sudah kemalaman tidak kondusif, tidak ada jaminan saya akan tidak diculik alien, kuntilanak, atau waria.

Sudah terkunci saat sampai
Saya mengetuk pintu yang sudah terkunci, sosok bapak-bapak yang sepertinya penjaga malam menyilakan saya masuk. Saya berjalan ke lantai dua, mendapati kamar 6, 7, dan 8. Bodohnya adalah, saya lupa menanyakan saya di kamar nomor berapa kepada rombongan. Saya duduk sebentar melihat pintu nomor enam, kemudian nomor tujuh, lalu nomor enam lagi. Dengan penuh keraguan, saya mengetuk pintu nomor tujuh sambil Assalamualaikum.

Tidak berapa lama, Deddy Huang membuka pintu. Sendirian dia di kamar. Saya mengetuk kamar yang benar.

Akhirnya, kasur.
Setelah menge-charge power bank dan handphone, saya bergegas tidur. Banyak agenda jalan-jalan pagi ini.

Pagi datang tidak terlambat, sisa capek karena perjalanan semalam masih ada tetapi tidak mampu menahan saya untuk bangkit mencuci muka. Kamar mandi homestay ini bersih dan cukup luas. Ada closet duduk, shower air hangat, dan wastafel dengan cermin. Catatan, bawalah sendiri perlengkapan mandi karena selain handuk, homestay ini tidak menyediakan perlengkapan mandi lain seperti sabun dan shampoo.

Setelah mencuci muka rasanya mulut dan kerongkongan saya kering, butuh teh atau kopi sepertinya. Saya berjalan ke arah lobi yang terletak di lantai satu mendapati rombongan bapak-bapak bersarung yang dipimpin Kang Didno dan Maseko sudah lebih dulu nongkrong di sana.

Teh dan kopi gratis untuk para tamu

Retropoint BnB yang beralamat di Jl. Haji Basar 61, Kebonjati ini tidak menyediakan sarapan, sebagai gantinya disediakan kopi, teh, gula, dan air mineral dari dispenser untuk menyeduhnya. Kalau mengganjal perut yang lapar, disediakan PopMie dengan harga Rp6.000 saja.

Saya menyeduh teh kemudian bergabung bersama rombongan yang sudah tiba di Bandung sejak kemarin. Mengobrol santai tentang pelbagai hal yang menyenangkan sambil mengicip kue yang dibeli Koh Deddy dari penjaja kue tradisional.

Ngeteh pagi di lobi RetroPoint BnB. Foto: Travelerien.com
Barulah nampak oleh saya ternyata homestay ini ternyata cerah dan cantik sekali. Kontras dengan yang saya lihat dini hari jam tiga pagi tadi. Dengan warna dominan putih dengan aksen kayu, lengkap dengan hiasan dinding bernuansa travelling

Soal kamar, homestay yang dari luar terlihat kecil ini ternyata memiliki kamar yang cukup banyak. Totalnya ada delapan kamar. Untuk harga Retro Point BnB, terbilang murah saja. Untuk kamar jenis Standar, harganya Rp220.000 sedangkan Deluxe Rp240.000. Bisa lebih murah lagi jika pesan langsung dengan promo diskon 15% untuk pembayaran dengan GoPay. Menginap berdua atau bertiga, biayanya bisa dibagi lagi. Pas untuk travelling ekonomis.

Murah iya, tapi bagaimana dengan kondisi kamarnya? Untuk yang penasaran dengan foto kamar RetroPoint BnB ini, berikut ini fotonya:

Kiri: Deluxe. Kanan: Standar
Secara umum kamarnya berkonsep minimalis dengan warna dominan putih dan aksen kayu yang konsisten, sama seperti lobi. Kamarnya juga bersih, lengkap dengan air conditioner jika kamu merasa gerah.

Menginap di homestay ini, saya menyarakan memilih kamar deluxe saja. Kamarnya lebih luas, ada meja dan kursi, ada pula extra bed yang letaknya di atas kamar mandi dengan perbedaan harga hanya Rp20.000 saja dengan kamar jenis standar.

Namun jika kamu hanya butuh tempat untuk tidur saja, kamar standar tentu sudah lebih dari cukup.

RetroPoint BnB cocok untuk beramai-ramai

Bisa santai sambil berfoto. Foto: Travelerien.com

Narsis dimulai sepagi ini
Saya bergegas mandi kemudian mengepak seluruh barang bawaan. Memastikan tidak ada yang tertinggal baik di dalam kamar hingga kamar mandi. Rombongan sudah siap semuanya di bawah, segar dan bersemangat untuk memulai perjalanan. Kunci kami kembalikan kepada resepsionis yang ramah.

Bandung pagi itu cerah. Cahaya matahari keemasan membelai wajah-wajah kami yang baru saja mandi, seolah menggoda untuk berfoto sekali lagi.

Okeh ayo kita foto lagi.

Narsis untuk memulai hari
Retropoint BnB
Jalan Haji Basar 61 (Kebunjati). Bandung
www.retropoint-bnb.com
reservation@retropoint-bnb.com

Informasi lebih lanjut: Kunjungi Instagram @pandatravelbdo atau via WhatsApp ke 082119764484

#BeUnstoppable dengan Jajaran Laptop Gaming ASUS ROG Terbaru

BeUnstoppable
Teknologi video game terus mengalami perkembangan yang begitu cepatnya. Hari ini, kita disuguhi judul-judul game dengan visual yang semakin mendekati kenyataan, kualitas audio yang semakin imersif, hingga sinematiknya yang seperti penulisan film dengan jalan cerita panjang, dalam, bahkan bercabang-cabang.

Untuk menikmati pengalaman gaming tersebut secara maksimal, pastinya diperlukan mesin-mesin gaming yang mampu mengimbangi. Tidak mengherankan segmen gaming yang sebetulnya sangat sempit ini menjadi salah satu segmen yang dikelola dengan sangat serius oleh berbagai perusahaan baik konsol maupun pengembang.

Di komputer gaming, ASUS adalah yang paling serius.

ASUS memulai komitmennya di industri gaming pada tahun Juli 2006 dengan menghadirkan brand Republic of Gamers (selanjutnya disingkat ROG). Motherboard Gaming Crosshair menjadi debutnya di industri gaming. Sejak saat itu, lebih dari 13 tahun ROG terus berinovasi mendukung ekosistem gaming yang tumbuh terus menerus. Puncaknya di 11 Juli 2019, ASUS menggelar peluncuran ROG terbesar yang pernah diadakan di Indonesia pada gelaran bertajuk #BeUnstoppable.

Tapi pertama, kita narsis dulu
#BeUnstoppable berlangsung meriah dan benar-benar padat acara. Rasanya sulit untuk menuangkan semua kemeriahannya ke dalam satu tulisan saja. Untuk kamu yang tidak bisa datang dan kelewatan tayangan live-nya di kanal resmi ASUS, bisa melihat highlight-nya di sini:


Komitmen ASUS dan Intel
Di tulisan kali ini, saya ingin berfokus pada jajaran laptop ROG yang diluncurkan. Pada dasarnya, ada tiga jajaran produk ROG untuk menjawab kebutuhan sub-segmen gaming yang terbagi-bagi lagi menjadi beberapa varian.

Prosesor Terbaru Intel Generasi 9
Persamaan ketiga jajaran ROG ini adalah semuanya telah dipersenjatai prosesor generasi ke-9 Intel sehingga soal performa pastilah sudah tidak perlu diragukan lagi. Pada sistem operasi, ketiganya juga telah terpasang Windows 10 original. Lalu apa bedanya? Saya akan mencoba menguraikannya dalam tulisan ini sesederhana mungkin.

ROG Mothership (GZ700GXR), Desktop Replacement Paling Powerful di Dunia
ROG Mothership - Kapan lagi bisa foto sama laptop seharga mobil
Laptop ROG satu ini bukan untuk semua orang. Sejauh ini, ini adalah ROG paling dewa sekaligus paling mahal mahakarya ASUS. Harganya, seratus tiga puluh juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah.

Saya ulang, seratus tiga puluh juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah.

Apa yang membuat laptop ini sangat mahal dibandingkan dengan laptop pada umumnya? ROG Mothership mendefinisi ulang mesin gaming portabel. Laptop satu ini memang disiapkan untuk menjadi pengganti komputer meja dengan performa yang setara dengan komputer desktop high end.

Spesifikasi utama ROG Mothership
ROG Mothership adalah semua tentang performa. Prosesor generasi 9 Intel Core i9-9980HK memiliki konfigurasi 8 inti dan 16 thread, paling kencang yang pernah ada. Dapat dipastikan prosesor ini dapat menjalankan semua judul game AAA tanpa kendala. Selain untuk bermain video game, ROG Mothership juga dipastikan mampu menangani berbagai tugas berat seperti 3D rendering.

Main game sambil streaming? Sudah tentu lancar.

Dengan RAM DDR4 berkapasitas 64GB dan penyimpanan berbasis NVMe PCIe SSD yang dikonfigurasi secara RAID 0, bisa dipastikan multitasking dapat berjalan dengan lancar. Tidak sampai situ, ROG Mothership juga dibekali teknologi HyperDrive Extreme yang menyambungkan SSD secara langsung dengan CPU tanpa melewati modul DMI sehingga risiko bottleneck dapat dihindari. Hasilnya, sistem penyimpanan supercepat dengan kecepatan baca hingga 8700MBps.

Dari segi pemroses grafis, ROG Mothership menggunakan salah satu chip grafis terbaik yang ada pada saat ini: NVIDIA GeForce RTX 2080 versi desktop, bukan versi mobile. Chip grafis ini sendiri telah di-overclock hingga 1880MHz pada daya 200W. Grafis olahan tersebut kemudian ditampilkan melalui layar yang sangat indah berukuran 17,3 inci dengan rasio 16:9 pada resolusi 4K alias UltraHD (3840x2160).

Refresh ratenya sendiri adalah 144Hz dengan response time 3ms (grey-to-grey) dilengkapi teknologi NVIDIA G-Sync untuk pengalaman visual yang lebih dalam.

Desain bodi ROG Mothership mendukung pendinginan optimal
Sekarang saya ingin bicara soal desainnya yang unik. Desain berdiri ROG Mothership memungkinkan sirkulasi udara menjadi lebih baik. Dari sisi pendinginan, ROG Mothership menggunakan sistem pendinginan liquid metal yang ditempatkan sebagai pengganti thermal paste dan mampu mendinginkan prosesor serta GPU hingga 13 derajat Celsius lebih rendah.

Desain ROG Mothership yang fleksibel untuk kenyamanan pengguna
Modul layar yang menyatu dengan komponen lain dalam satu bodi tentunya memerlukan inovasi baru karena panas yang dihasilkan mesin akan memengaruhi ketahanan panel layar. ROG Mothership menggunakan rangka berbahan aluminium dengan teknik CNC milling. Proses ini membutuhkan lebih dari 114 alat dan waktu lebih dari 20 jam untuk menghasilkan rangka yang presisi. Pada sisi konektivitas, ROG Mothership telah dilengkapi modul 2.5G Ethernet yang lebih cepat dibandingkan laptop gaming pada umumnya. Modul wifi menggunakan WiFi 6 (802.11ax) yang mampu menghadirkan kecepatan higga 2,4Gbps.

Iya, ROG Mothership memang seserius itu.

Selengkapnya tentang ROG Mothership dapat dilihat pada laman resmi, ketuk di sini.

ROG Zephyrus, Laptop Gaming Paling Tipis dan Powerful di Dunia
ROG yang cocok untuk kreator
Seri ROG satu ini, selain cocok untuk gamers juga cocok untuk para profesional muda maupun konten kreator. Ada dua varian yang diperkenalkan ASUS kali ini, yakni Zephyrus S (terdiri dari GX502 dan GX701) dan Zephyrus M.

Pertama, kita lihat Zephyrus S terlebih dahulu.

Spesifikasi Utama Zephyrus S GX502 vs Zephyrus S GX701
Perbandingan spesifikasi utama Zephyrus GX502 vs GX710
Baik GX502 maupun GX701 keduanya menggunakan prosesor yang persis sama, yaitu 9th Gen Intel Core i7-9750H Processor Hexa Core (12M Cache, up to 4.5GHz). Perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya adalah pada ukuran displaynya. GX502 memiliki ukuran display 15,6 inci sedangkan GX701 17,3 inci.

Keduanya juga menjadi laptop paling tipis dan ringan pada kelasnya masing-masing. GX502 hadir dengan bodi 25% lebih tipis dan bobot hingga 42% lebih ringan dari kompetitor pada kelas yang sama.

Adapun GX701 hadir dengan dimensi hingga 40% lebih tipis dan 23% lebih kecil dibanding kompetitor pada kelas yang sama. Dengan ketebalan hampir 2cm saja, rasanya sulit dipercaya bahwa mesin gaming ini ternyata memiliki performa ultra kencang yang mampu menyaingi PC desktop.

ROG yang cocok untuk kreator
Visual yang dihasilkan keduanya juga dijanjikan berkualitas tinggi berkat kartu NVIDIA GeForce seri RTX. Satu hal yang paling menarik dari kedua varian ini adalah keduanya sama-sama telah mendapatkan Pantone Validated Display. Artinya, kedua varian ini mampu mereproduksi warna yang sangat akurat sehingga akan sangat membantu para kreator yang akrab dengan warna seperti para fotografer, desainer, hingga video editor terutama untuk keperluan color grading.

Pada performa gaming, NVIDIA GeForce RTX juga telah dilengkapi Tensor Core yang dapat mengakselerasi performa AI sehingga dapat menghadirkan sajian visual yang lebih nyata.

Performa yang tinggi tentunya akan berbanding lurus dengan panas yang dihasilkan. Oleh karena itu, baik GX502 maupun GX701 telah mengadopsi sistem Intelligent Cooling yang menggunakan teknologi Active Aerodynamic System (AAS) khas Zephyrus yang membuta laptop ini tetap mampu berjalan dengan stabil.

Selengkapnya tentang ROG Zephyrus GX502, ketuk di sini.
Selengkapnya tentang ROG Zephyrus GX701, ketuk di sini.

ROG Zephyrus M GU502, Ketika Performa Bertemu Portabilitas
Spesifikasi utama Zephyrus GU502
Zephyrus GU502 ini lebih terjangkau. Meski begitu, performa dan kualitasnya tidak dapat dianggap remeh. Zephyrus GU502 memiliki bentang layar sebesar 15,6 inci dengan resolusi FullHD. Meski memiliki layar seperti laptop 15 inci pada umumnya, laptop ini terasa seperti laptop yang memiliki layar 14 inci berkat teknologi NanoEdge Display yang menjadikan bezelnya sangat tipis.

Perbedaan yang paling mencolok adalah pada sisi Memory dan grafisnya. ROG Zephyrus GU502 menggunakan chip grafis terbaru NVIDIA GeForce GTX 1660Ti dengan VRAM GDDR6 sebesar 6GB. Chip ini sendiri lebih powerful jika dibandingkan dengan chip grafis GeForce GTX 10 series.

Selengkapnya tentang Zephyrus GU502, ketuk di sini.

ROG Strix SCAR III, ROG Strix Hero III G531. Diinspirasi BMW Designworks Group - Terbaik untuk eSport
Loh kok ada mobil?
Ini adalah salah satu seri yang paling menyita perhatian saat launching. Bagaimana tidak, laptop gaming ini mengadopsi desain ROG Face Off, sebuah laptop gaming konsep hasil kerjasama antara tim ASUS ROG dengan BMW Designworks Group. Tidak hanya lebih keren,  ROG Strix Scar III dan Hero III G531 juga terlihat lebih ramping dan lebih elegan.

Seperti knalpot mobil, pembuangan udara panas dan beberapa port ditempatkan di bagian belakang. ROG satu ini juga punya "kunci" bernama keystone yang terletak di badan bagian kanan.

ROG Strix dengan keystone
Keystone ini dapat dilepas. Ketika dipasang, keystone ini berfungsi untuk mengakses fitur ekstra yang tersimpan pada aplikasi Armoury Crate. Keystone ini juga berfungsi untuk menampilkan shadow drive, yaitu drive penyimpanan tambahan yang akan tersembunyi jika keystone dilepas dari bodi.

Melihat keystone lebih dekat
Keunggulan utama ROG Strix SCAR III dan Hero III adalah pada layarnya yang ultra-responsif. Dengan layar dengan refresh rate hingga 240Hz dan response time 3ms pada laptop gaming ini, mejadikannya sangat pas sebagai senjata untuk dibawa ke arena eSport.

Dapur pacu ditenagai oleh prosesor Intel Generasi 9 versi tertinggi yaitu Intel Core i9-9980H dengan konfigurasi 8 core dan 16 thread. Dengan kecepatan pemrosesan hingga 4,8GHz pada mode Turbo, ia merupakan salah satu prosesor mobile paling kencang dari Intel saat ini.

Dari sisi grafis, jajaran laptop ROG Strix terbaru ditenagai oleh chip grafis NVIDIA GeForce RTX dan GTX yang mampu memainkan game-game eSport maupun game AAA dengan lancar.

Berikut spesifikasi utama ROG Strix SCAR III:
Spesifikasi Utama ROG Strix SCAR III
Berikut spesifikasi utama ROG Strix Hero III:
Spesifikasi Utama ROG Strix Hero III
ROG Strix G, Sebuah Evolusi Laptop Gaming All-Round
Ada satu lagi varian laptop gaming yang masuk ke dalam jajaran ROG Strix yaitu ROG Strix G. ROG Strix G tidak memiliki fitur Keystone. Perbedaan lainnya juga adalah pada panel layarnya yang mencapai refresh rate hingga 120Hz.

Berikut spesifikasi utama ROG Strix G G531
Spesifikasi utama ROG Strix G G531
Selengkapnya untuk seluruh jajaran produk #BeUnstoppable dapat dilihat melalui situs ASUS ROG dengan klik di sini.
***
ROG pilihan Planetyar.com
Tidak sulit menentukan pilihan yang paling cocok untuk saya: ROG Zephyrus GX502. Layar berukuran 15-inci terasa pas, tidak terlalu besar tetapi juga sudah cukup lebar dan nyaman. Apalagi dengan bodi yang 25% lebih tipis dan bobot hingga 42% lebih ringan dari kompetitor pastinya sangat mendukung mobilitas yang cukup tinggi belakangan ini.

Soal performa juga pasti tidak udah diragukan untuk memainkan beragam judul game AAA dengan sangat nyaman. Hal yang paling menjawab kebutuhan saya sebagai kreator wannabe yang sedang belajar memotret dan editing video ini tentu saja displaynya yang sudah Pantone Validated. Tentunya, reproduksi warna akan jauh lebih akurat sehingga lebih tenang saat editing foto terlebih untuk kebutuhan cetak.

Editing video juga pasti lebih mengalir berkat kerja sama prosesor Intel generasi 9 i7-9750H Hexa Core, RAM 16GB DDR4, serta dukungan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 2060 6GB DDR6 VRAM serta penyimpanan berupa SSD 512GB M.2 NVMe PCIe akan mempercepat flow editing terutama sekali, rendering.

Terima kasih, sampai jumpa di lain kesempatan
Terima kasih sekali lagi untuk Unstoppable PR Team ASUS Indonesia atas kesempatannya menghadiri event super meriah ini.

ASUS VivoBook Ultra A412 - Laptop Enteng Performa Keren

Sneak Peek VivoBook Ultra A412
ASUS VivoBook Ultra A412 ini terasa sangat ringan ketika saya mengangkatnya. Bentuknya sendiri terlihat lebih ringkas dan lebih tipis dibandingkan laptop pada umumnya. Dengan panjang 32cm dan lebar 21cm, ASUS VivoBook Ultra A412 sekilas terlihat seperti ultrabook yang berukuran 13 inci, padahal layarnya sendiri berukuran 14 inci beresolusi FullHD (1920x1080) dengan screen-to-body ratio hingga 83%.

ASUS VivoBook Ultra A412 Tampak Belakang
Secara fisik, seri terbaru VivoBook ini terlihat identik dengan VivoBook S S430 yang telah lebih dulu hadir di Indonesia. Keduanya sama-sama mengusung layar 14 inci dengan teknologi NanoEdge Display, serta sama-sama dilengkapi dengan fitur ErgoLift Design. Fitur ErgoLift sendiri adalah mekanisme khusus yang membuat bodi utama (bagian yang terdapat keyboard dan komponen) laptop ini dapat terangkat dan membentuk sudut dua derajat saat digunakan. Mekanisme ini memberikan pengalaman berkomputer terutama saat mengetik menjadi lebih nyaman dan memberikan ruang lebih di bagian bawah laptop sehingga sirkulasi udara menjadi lebih lancar sehingga sistem pendinginan bekerja lebih optimal.

Port ASUS VivoBook Ultra A412.
Laptop ini memiliki bobot hanya 1,5 kilogram. Meskipun begitu, performanya tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, laptop dengan pilihan warna mencolok ini ditenagai Intel Core i7 generasi kedelapan (juga tersedia versi i3 dan i5). Satu hal yang sangat menarik perhatian saya adalah pada bagian penyimpanannya. VivoBook Ultra A412 ini tidak menggunakan hardisk sebagai penyimpanan, melainkan SSD tipe M.2 berkapasitas 512GB. Kalau kamu tidak familiar dengan istilah ini, pada intinya SSD adalah sistem penyimpanan dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada hardisk konvensional. Di laptop pribadi saya sendiri, saya sudah mengganti HDD bawaannya dengan SSD dan peningkatannya memang terasa sangat signifikan. Kabar baiknya, pada VivoBook Ultra A412 ini dilengkapi slot hardisk yang memungkinkan kita untuk menambah hardisk satu lagi tanpa perlu menggantinya.

Asus VivoBook Ultra A412 tampak depan
Dari segi grafis, ditanamkan Integrated Intel HD Graphics 620, juga tersedia pilihan dengan VGA diskrit NVIDIA GeForce MX250 with 2GB GDDR5 VRAM. Sementara pada bagian RAM, tersedia pilihan 4GB dan 8GB versi DDR4. Dengan spesifikasi tersebut, laptop ini bisa digunakan untuk keperluan multimedia dan bermain video game casual. Sementara untuk aktivitas gaming yang lebih berat, laptop ini harus menyerah. Mafhum, peruntukannya memang bukan untuk gaming. Spesifikasi lengkap ASUS VivobookUltra A412 akan saya lampirkan pada bagian bawah tulisan ini.

VivoBook Ultra A412 ini sepertinya cocok untuk para mahasiswa atau pengguna sehari-hari yang sering bepergian. Bobotnya ringan dan fisiknya yang tipis membuatnya tidak membebani punggung saat dibawa ke mana-mana. Untuk kamu yang suka berkreasi konten multimedia seperti video editing, saya menyarankan untuk mengambil versi prosesor core i5. Untuk penggunaan ringan seperti skripsian, versi core i3 sudah cukup. Oh iya, laptop ini juga sudah dilengkapi dengan fitur keamanan sidik jari.

Layar tetap luas meski bodi lebih kecil
Pilihan warna yang stylish dan mencolok membuatnya asyik menjadi teman nongkrong di coffee shop lucu. Sementara untuk kaum pekerja urban atau pebisnis dan perusahaan, saya merekomendasikan memilih tipe yang lain, yaitu ASUSPRO P5440FA yang memang dirancang khusus untuk keperluan profesional dan bisnis ini hadir dengan bodi yang cukup ramping dan ringan, sehingga mudah dibawa bepergian. Satu lagi yang tidak kalah penting adalah laptop ini sudah dilengkapi dengan berbagai fitur khusus untuk memudahkan dan memberikan produktivitas lebih kepada para penggunanya yang merupakan pebisnis atau profesional dengan kegiatan padat dan sering bekerja secara mobile.

ASUSPRO P5440FA
Yang paling mencolok dari seri ini adalah keamanannya. ASUSPRO P544F menggunakan sistem operasi Windows 10 Pro, bukan Windows 10 Home yang biasanya terdapat di laptop kelas konsumen biasa. Beberapa fitur eksklusif yang dimiliki antaranya adalah Domain Join, Group Policy Management, Bitlocker, Enterprise Mode Internet Explorer (EMIE), Assigned Access 8.1, Remote Desktop, Client Hyper-V, dan Direct Access. Sebagain besar merupakan fitur yang kerap digunakan di lingkungan perusahaan.

Assigned Access 8.1 misalnya. Fitur tersebut memungkinkan administrator untuk memblokir aplikasi tertentu agar tidak bisa digunakan oleh pengguna di User Account lainnya. Fitur lainnya seperti BitLocker membuat laptop ini semakin aman dengan mengenkripsi data yang ada di dalamnya. BitLocker bahkan merupakan salah satu fitur enkripsi data yang paling canggih saat ini.

Jika Anda bekerja dengan fasilitas cloud Microsoft Azure, Windows 10 Pro merupakan pilihan yang tepat. Sistem operasi ini sudah mendukung fitur seamless connectivity untuk Azure Active Directory. Bahkan Windows 10 Pro memiliki Business Store for Windows 10.
***
Spesifikasi ASUS VivoBook Ultra A412
CPU
Intel Core i3-8145U Processor
Intel Core i5-8265U Processor
Intel Core i7-8565U Processor

Operating System
Windows 10

Memory
4GB DDR4 RAM
8GB DDR4 RAM

Storage
512GB M.2 PCIe Gen3X2 NVME SSD

Display
14.0" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) Anti-Glare, NTSC 45%

Graphics
NVIDIA GeForce MX250 with 2GB GDDR5 VRAM
Integrated Intel HD Graphics 620   

Input/Output
1x USB 3.1 (Gen1) Type-C, 1x USB 3.1 (Gen1) Type-A, 1x USB 2.0 Type-A, 1x HDMI, 1x Audio Jack, 1x MicroSD card reader

Camera
HD Web Camera

Connectivity
Dual-band 802.11ac Wi-Fi (2x2), Bluetooth 4.2

Audio
Sonic Master audio, Array Microphone

Battery
37WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion Battery

Dimension
32.2(W) x 21.2(D) x 1.90 ~ 1.95 (H) cm

Weight
1.5Kg

Colors
Transparent Silver, Slate Grey, Peacock Blue, Coral Crush

Price
Start from Rp7.599.000

Warranty
 2 tahun garansi global
***
Spesifikasi ASUSPRO P5440FA
CPU
Intel® Core™ i7-8565U Processor 1.8 GHz (8M Cache, up to 4.6 GHz)

Operating System
Windows 10

Memory
8GB DDR4 SDRAM

Storage
512GB M.2 NVMe SSD

Display 
14.0” 120Hz Ultra Slim 300nits, FullHD 1920x1080 16:9, Anti-Glare NTSC 45%

Graphics
Integrated Intel UHD Graphics 630

Input/Output
1x Microphone-in/Headphone-out jack, 1x Type-C USB 3.0 (USB 3.1 Gen 1) with display and power delivery support, 1x Type-A USB 3.1 (Gen 1), 1x Type-A USB 3.1 (Gen 2), 1x HDMI, 1x Fingerprint reader, 1x AC adapter plug

Camera
HD Web Camera

Connectivity
Dual-band 802.11ac, Bluetooth 4.2

Audio 
Built-in speaker
Built-in array microphone

Battery 
3-Cell 50 Wh Polymer Battery

Dimension
326 x 229.3 x 10.1~18.5 mm

Weight 
1,23Kg with Battery

Security 
BIOS user password protection, HDD user password protection, TPM (Trusted Platform Module), Fingerprint reader

Price 
Starting From IDR 16,599,000

Warranty 
3 tahun garansi global