6 Alasan VivoBook S14 S433 Paling Cocok untuk Generasi Muda

Beberapa bulan yang lalu, laptop teman saya tewas lantaran ketumpahan cairan pembersih lantai. Perihal bagaimana cairan pembersih lantai yang seharusnya berada di lantai dan laptop yang seharusnya berada di atas meja bisa bertemu sayapun tidak mengerti. Laptopnya masih bisa menyala, tetapi fungsi seperti keyboard dan colokan USB tidak dapat berfungi.

Setelah dibongkar, terlihatlah bekas-bekas cairan pembersih lantai yang berhasil mengupas beberapa bagian dalam laptop. Parah sekali ternyata efek cairan pembersih lantai ini. Untung saja hard disk-nya tidak terkena sehingga data-data penting bisa diselamatkan.

Operasi penyelamatan hard disk berlangsung sukses
Sore itu juga kami langsung berangkat ke salah satu mall perbelanjaan elektronik di Jakarta untuk membeli laptop baru. Sebetulnya memang dia dalam waktu dekat ini sudah berencana mengganti laptopnya yang sudah berumur empat tahun lebih itu. Dana juga sudah disiapkan. Insiden ketumpahan cairan pembersih lantai ini mempercepat semua rencana.

Pilihan jatuh pada ASUS Vivobook
Rekomendasi laptop untuk kawula muda
Di tulisan kali ini  saya ingin merekomendasikan laptop yang cocok untuk kawula muda yang aktif, kreatif, dan dinamis. Sebuah laptop yang selain performanya tinggi, juga tetap ringan dan nyaman dibawa ke mana-mana. Baterainya tahan lama, dan yang pasti punya desain berbalut warna-warni yang kece. Ini dia ASUS VivoBook S14 S433.

VivoBook S14 S433
Sekilas VivoBook S14 S433
Sebetulnya nama VivoBook bukanlah nama baru di jajaran laptop ASUS. Di seri terbarunya ini, ASUS ingin menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan laptop di segmen mainstream, seperti ROG di segmen gaming dan ZenBook di segmen premiumnya. VivoBook S14 S433 ini bisa dibilang laptop yang komprehensif alias multiguna untuk berbagai keperluan mulai dari keperluan kerja, hiburan, hingga kreasi konten. Apa saja kelebihan ASUS VivoBook S14 S433 ini? Ayo kita bahas lebih mendalam.

1. Desain Keren dengan Warna Cantik
ASUS VivoBook S14 S433 Warna Gaia Green
Hal pertama yang menunjukkan keseriusan ASUS di seri terbaru VivoBook ini adalah penulisan mereknya seperti pada gambar di atas. ASUS tidak lagi menuliskan logo ASUS di bagian tengah tetapi menggantinya dengan tulisan ASUS VivoBook di bagian kanan tengah. Ini memberikan kesan yang ringkas dan minimalis.

Sisa ruang kosong yang luas atau populer dikatakan negative space ini juga memberikan kesempatan bagi yang suka melakukan personalisasi seperti menempelkan stiker. Jadi kita bisa menempelkan stiker tanpa menutupi logo yang biasanya ada di tengah.

Ngomong-ngomong soal stiker, ASUS memberikan stiker hasil kolaborasi dengan Muchlis Fachri (Muklay) dalam paket pembelian VivoBook S14 S433.

Stiker kolaborasi ASUS dengan Muklay
Selain stiker, ASUS juga menyediakan T-shirt eksklusif kolaborasi dengan Billionaire’s Project, T-shirt ini dijual melalui channel online yang hasilnya akan digunakan untuk membantu yang terkena dampak COVID-19. Warna-warni T-Shirt ini senada dengan empat pilihan warna VivoBook S14 S433 yaitu Gaia Green, Resolute Red, Dreamy Silver, Indie Black.

4 Warna ASUS VivoBook S14 S433
T-Shirt kolaborasi ASUS dengan Billionaire’s Project
Kalau saya sih paling suka yang Dreamy White karena kelihatan lebih clean dan elegan. Selain warna-warni yang cantik, desain ASUS VivoBook S14 S433 ini menurut saya sangat elegan dibandingkan dengan laptop-laptop pada umumnya. Bentuknya juga terlihat lebih tipis, ringkas dan elegan.

2. Portabilitas: Ringan dan Ringkas
VivoBook S14 S433 laptop yang ringan dan ringkas
Di awal tadi, saya bilang ASUS VivoBook S14 S433 ini cocok untuk kawula muda yang dinamis. Generasi muda yang cenderung banyak menghabiskan waktu di luar rumah seperti mahasiwa, content creator, atau pekerja kantoran yang butuh laptop yang ringan dibawa ke mana-mana.VivoBook S14 S433 ini memiliki bodi yang sangat tipis dan ringan dibandingkan dengan laptop-laptop di kelasnya. Bobotnya sendiri hanya 1,4 kilogram dengan ketebalan tidak lebih dari 15,9mm. Bobot dan dimensi yang ringan dan kecil membuat laptop ini nyaman dibawa bepergian ke mana-mana.

Dibandingkan dengan laptop berlayar 14 inci lain, VivoBook S14 S433 ini memiliki ukuran yang lebih mungil. Kok bisa padahal sama-sama 14 inci?

Bezel tipis dengan Nano Edge
Ini menjadi mungkin karena teknologi bernama NanoEdge Display dengan bezel yang sangat tipis. sehingga didapati screen-to-body ratio hingga 85%. Jadi, meskipun ukuran laptop ini lebih kecil dibandingkan dengan laptop lain, ukuran layarnya masih sama besarnya.

Nah satu lagi yang membuat VivoBook S14 S433 ini cocok dibawa sebagai teman jalan adalah performa baterainya yang luar biasa. VivoBook S14 S433 mengadopsi baterai 50Whrs, lebih besar dibandingkan laptop sekelasnya. Dikawinkan dengan prosesor Intel generasi 10 yang hemat daya, ASUS mengklaim bahwa VivoBook S14 S433 ini mampu bertahan selama 12 jam saat diuji menggunakan PCMark 10 Battery pada mode Modern Office.

Hm bisa bertahan selama itu kalau lupa bawa charger saat nongkrong harusnya bukan masalah ya?

3. Display Immersive
Display ASUS VivoBook S14 S433 cocok untuk conten creator
Kabar baik untuk para pengabdi konten. Berukuran mungil tetapi memiliki layar tampak lebih lega juga membuat laptop ini cocok untuk para kreator konten khususnya konten-konten visual seperti para fotografer dan video editor. Layar VivoBook S14 S433 ini memiliki sudut pandang yang lebar yaitu hingga 178 derajat. Lebih kerennya lagi, layar VivoBook S14 S433 ini juga telah mampu mereproduksi warna pada color space sRGB hingga 100 persen.

Nah satu hal lagi yang pasti untuk para content creator nih, kalau bawa laptop keren pas ketemu klien biasanya akan dipandang lebih serius ya ngga? Pastinya makin pede dong kalau mau presentasi karya di depan klien atau sekadar dibawa ngopi di coffee shop kekinian.

4. Konektivitas Lengkap dan Cepat
ASUS VivoBook S14 S433 telah didukung WiFi 6
Yang satu ini sungguhlah tidak kalah keren nan fungsional. Konektivitas ASUS VivoBook S14 S433 ini memiliki konektivitas yang lengkap dan moderen. Salah satu yang paling penting untuk digarisbawahi adalah penggunaan modul WiFi 6 atau WiFi 802.11ax. Astaga apa lagi itu? Sederhananya, WiFi 6 adalah generasi nirkabel yang terbaru. Dalam hal kecepatan, WiFi 6 ini mampu mencapai kecepatan transfer data nirkabel hingga tiga kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya. Kapasitas jaringan yang hingga empat kali lipat lebih banyak, dan latency lebih rendah hingga 75 persen.

Pun untuk konektivitas pada fisik VivoBook S14 S433 ini ada beragam port alias colokan yang dapat dilihat pada gambar berikut:

Port ASUS VivoBook S14 S433
Untuk bodinya yang kecil, port yang dibawa oleh ASUS VivoBook S14 S433 ini terbilang lengkap dan moderen, ada di antaranya USB 3.2 (Gen 1) Type-C yang memiliki kecepatan transfer data yang lebih baik dan dapat menghubungkan dengan berbagai perangkat eksternal modern yang kini mulai banyak memanfaatkan USB Type-C.

5. Fitur Premium
ASUS VivoBook S14 S433 dilengkapi fitur premium
Sebagai seri VivoBook tertinggi saat ini, VivoBook S14 S433 dilengkapi fitur-fitur seperti fingerprint atau pembaca sidik jari yang telah terintegrasi dengan fitur Windows Hello di Windows 10. Dengan begitu, kita bisa login dengan lebih cepat dan praktis, tidak perlu lagi repot-repot mengetikkan password untuk masuk ke sistem Windows.

VivoBook S14 S433 telah dilengkapi fingerprint scanner
Pada sisi audio, VivoBook S14 S433 dilengkapi dengan fitur audio premium yang telah bersertifikasi harman/kardon. Fitur ini menjanjikan kualitas audio yang terbaik di kelasnya. Hmm sepertinya ASUS benar-benar memanjakan kawula muda dengan laptop satu ini mengingat generasi muda dan musik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

6. Performa Terbaik
ASUS VivoBook S14 S433 dengan Prosesor Intel Generasi 10
Akhirnya sampailah kita pada bagian akhir sekaligus bagian paling penting: performa. Percuma dong kalau dari luar tampilannya bagus tapi bagian dapurnya tidak bisa diandalkan.

ASUS menjanjikan VivoBook S14 S433 yang ditenagai oleh prosesor Intel Core Generasi ke-10 ini dapat menghadirkan performa yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Prosesor generasi terbaru ini selain lebih kuat juga hemat daya. Pada bagian grafis, terpasang chip NVIDIA GeForce MX250 berkapasitas 2GB GDDR5 VRAM yang mampu memainkan game casual.

Duet Intel Gen 10 dan Nvidia GeForce MX250
Adapun pada sisi penyimpanan, VivoBook S14 S433 ini menggunakan PCIe SSD berkapasitas cukup besar yakni 512GB. ASUS sendiri mengatakan bahwa VivoBook S14 S433 menggunakan SSD khusus dari Intel yang telah dilengkapi dengan Optane Memory berkapasitas 32GB.

Aduh apa lagi itu Optane Memory? Optane Memory adalah teknologi eksklusif Intel yang memanfaatkan memori tambahan sebagai cache. Sederhananya, SSD mampu mengakses data yang sering kita akses secara lebih cepat yang pada akhirnya menjadikan performa VivoBook S14 S433 ini secara keseluruhan dapat menjadi lebih kencang.

Untuk melihat spesifikasi lengkap dan hasil benchmark, silahkan menekan tombol spoiler di akhir tulisan.

Kesimpulan dan Harga ASUS VivoBook S14 S433
VivoBook S14 S433 hadir dalam dua varian harga:
- Rp13.999.000 untuk varian yang menggunakan prosesor Intel® Core™ i5-10210U
- Rp15.999.000 untuk varian yang menggunakan prosesor Intel® Core™ i7-10510U

ASUS VivoBook S14 S433 ini menjadi laptop yang versatile alias multi guna. Mau dipakai kerja bisa, hiburan bisa, main game casual juga bisa. Belum lagi daya tahan baterai yang dapat mencapai 12 jam pastinya bikin laptop ini jadi perangkat yang sangat bisa diandalkan. Beragam fitur dan port konektivitas yang lengkap juga menjadi nilai tambah yang patut dipertimbangkan.

Saya juga cukup pede merekomendasikan laptop ini untuk para kreator konten yang akrab dengan foto maupun video, terutama mereka yang aktif dan sering bepergian karena performa, dan daya tahan baterai, serta body-nya yang ringkas.

Selengkapnya tentang ASUS VivoBook S14 S433 dapat dilihat pada laman resmi ASUS di sini.
***

Main Spec ASUS VivoBook S14 (S433)

CPU
- Intel® Core™ i7-10510U Quad Core Processor (8M Cache, up to 4.9 GHz)
- Intel® Core™ i5-10210U Quad Core Processor (6M Cache, up to 4.2 GHz)

Operating System
Windows 10

Memory
8GB DDR4 RAM

Storage
512GB M.2 NVMe™ PCIe® SSD with 32GB Intel® Optane™ Memory

Display
14.0" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) NanoEdge Display, 100% sRGB

Graphics
NVIDIA GeForce MX250 with 2GB GDDR5 VRAM
Integrated Intel HD Graphics 520   

Input/Output
1x USB 3.2 (Gen1) Type-C, 1x USB 3.2 (Gen1) Type-A, 2x USB 2.0 Type-A, HDMI, Audio Jack, MicroSD card reader

Camera
720p HD camera

Connectivity
Wi-Fi 6(Gig+)(802.11ax), Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2

Audio
Built-in speaker, Built-in microphone, Audio by ICEpower®//harman/kardon (Mainstream)

Battery
50WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion

Dimension
32.40 x 21.30 x 1.59 ~ 1.59 cm

Weight
1.4Kg with battery

Colors
Gaia Green, Resolute Red, Dreamy White, Indie Black

Warranty
2 tahun garansi global

***
Hasil Benchmark ASUS VivoBook S14 S433 (Sumber: ASUS)

Hasil Benchmark ASUS VivoBook S14 S433 Cinebench

Hasil Benchmark ASUS VivoBook S14 S433 PCMark
Hasil Benchmark ASUS VivoBook S14 S433 3DMark
Hasil Benchmark ASUS VivoBook S14 S433 3DMark
Hasil Benchmark ASUS VivoBook S14 S433 CrystalDiskMark
Hasil Benchmark ASUS VivoBook S14 S433 PCMark 10

Normal yang Baru (Catatan di Tengah Pandemi)

Alien maskeran
Usai berganti baju, saya meraih masker berwarna hitam yang baru saja kering. Mengambil selembar tisu dan memasukkannya ke bagian dalam sebagai filter tambahan. Masker saya kini menjadi dua lapis. Saya kemudian mengenakannya menutupi hidung dan mulut lalu berjalan ke arah pintu keluar kos. Fithrah, teman sekelas saya waktu SMA yang kini tinggal di kosan yang sama sudah menunggu di teras. Hari ini kami berencana ke salah satu minimarket untuk berbelanja kebutuhan harian. Dekat saja, terjangkau berjalan kaki.

Ada pemandangan berbeda selama perjalanan. Salah satu gang kecil di sebelah kiri jalan telah ditutupi dengan bangku kayu panjang. Gang kecil yang hanya bisa dilalui maksimal kendaraan roda dua itu telah menerapkan lockdown. Ada peringatan wajib mengenakan masker ditulis dengan cat merah di atas bangku panjang itu. Beberapa langkah ke depan, warung-warung makan meski masih tetap buka kini dilengkapi peringatan tidak melayani makan di tempat. Hanya boleh bungkus. Kursi-kursi di dalamnya telah tersusun di atas meja tanda tidak ada pengunjung yang makan di dalam.

PSBB
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta telah berlaku mulai tanggal 10 April 2020. Sejak berlakunya PSBB, wajah ibukota berubah. Halte-halte bus Transjakarta yang biasanya penuh oleh manusia mendadak kosong. Begitupun dengan moda transportasi massa lain. Layanan ojek daring juga sudah dibatasi operasionalnya, mereka tidak lagi boleh mengambil penumpang. Hanya boleh melayani pengiriman barang dan makanan. Mall-mall perbelanjaan kosong, toko-toko tutup, hanya sektor-sektor tertentu yang boleh tetap beroperasi. Tidak ada Jakarta yang hituk pikuk. Tidak ada Jakarta yang ramai dan sibuk berkejaran dengan waktu. Tidak ada Jakarta yang saya kenal satu tahun ini.

Usai mengambil barang belanjaan, kami mengantre dengan pembeli lain dengan jarak tidak boleh kurang dari satu meter. Di lantai ditempeli lakban hitam sebagai penanda jarak minimal. Saya menyerahkan barang dan sejumlah uang kepada kasir melalui semacam tirai yang terbuat dari plastik tebal yang berfungsi sebagai pembatas antara pembeli dengan kasir.

Work from Home
Kantor tempat saya bekerja juga sudah menerapkan Work From Home sejak lebih kurang dua bulan lalu. Briefing mingguan yang biasanya dilaksanakan di ruang manager berganti menjadi video conference dari rumah masing-masing. Hari Jumat besok juga menjadi Jumat kedelapan saya tidak melaksanakan salat Jumat di masjid.

Tipikal-tipikal orang di tengah pandemi Covid-19 ini bermacam-macam bentuknya. Ada yang masa bodoh tetap beraktivitas dan berkumpul seperti biasa meski dilarang, adapula yang cukup ekstrem dengan berbelanja ke pusat perbelanjaan dengan mengenakan hazmat lengkap.

Belanja pakai hazmat
Warga berbelanja mengenakan hazmat. Gambar: Merdeka.com
Ketakutan ini terjadi bukan tanpa alasan, angka positif Covid-19 terus meningkat setiap hari. Data terakhir dari Kompas.com per 7 Mei 2020 menunjukkan sudah lebih dari 12.000 kasus terkonfirmasi dengan jumlah kematian telah mencapai 930. Angka yang terus bertambah diperparah dengan HOAX yang tumbuh subur. Ini juga menjadi topik yang menjadi pembahasan saat reuni digital via aplikasi video conference dengan alumni Pascasarjana Ilmu Komunikasi tempo hari. Berita-berita clickbait dengan sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tidak didukung oleh literasi digital masyarakat sehingga berita-berita hoax ini menyebar dengan sangat cepat mengaburkan informasi yang perannya di tengah pandemi tentunya sangat penting.

Video conference
Reuni digital dengan teman kuliah
Video conference menjadi obat rindu di kala pandemi. Bertukar kabar satu sama lain. Di masa seperti ini, video conference menjadi interaksi paling dekat dengan tatap muka. Suka atau tidak suka.

"Ternyata butuh pandemi baru kita video call seperti ini", kata Ical yang kini dosen di Universitas Muhammadiyah Buton. Sejak lulus kami memang sudah sangat jarang berinteraksi selain melalui WhatsApp group karena sudah berpencar. Ical dan Fajar ke Buton, Rifah ke Kolaka, Fheny ke Kalimantan, Maya kembali ke Gorontalo, dan kakak-kakak PNS peserta beasiswa Kominfo telah kembali bertugas ke instansi masing-masing.

Sama geng SMA dengan tema tebak tayangan jadul
Sama alumni PMR SMAN 5 Makassar
Bersiap tidak mudik (lagi)
Larangan mudik dari pemerintah sebetulnya sudah terbit April untuk mencegah penularan pandemi. Penerbangan penumpang pun sempat dilarang hingga 1 Juni meskipun tadi kabarnya larangan ini telah melonggar dengan dibukanya lagi seluruh transportasi massa termasuk penerbangan. Plin plan.

Pun begitu, saya memang sudah berencana untuk tidak mudik saat lebaran ini mengingat daerah tempat tinggal saya di sini termasuk zona merah. Imbauan untuk tidak bepergian keluar kota dari kantor juga sudah terbit jauh sebelum dilarang oleh pemerintah. Dengan begitu, lebaran 2020 nanti akan resmi menjadi lebaran kedua saya tidak pulang ke Makassar. Sejak meninggalkan Makassar untuk pelatihan masuk kerja sejak September 2018 lalu, saya memang belum pernah pulang. Sedih karena justru setelah mendapatkan jatah cuti, malah tidak bisa digunakan untuk pulang kampung. Soal rindu jangan ditanya, entah sudah berapa kali terbawa mimpi pulang ke rumah.

Masa sulit
Saya sehat, Alhamdulillah. Ini adalah masa yang sulit untuk kita semua. Namun di antara masa sulit itu senang melihat di internet masih banyak sesama manusia yang saling bantu. Mengumpulkan sumbangan dan memberikan donasi berupa makanan kepada orang-orang yang kehilangan nafkah di jalan. Adapun manusia berkelakuan burung bangkai yang menimbun masker medis dan menjual dengan harga melangit di awal pandemi mulai terkena getahnya, mereka mulai kesulitan mencari pembeli karena kini semua orang telah beralih mengenakan masker kain. Alamat tidak balik modal.

Memang ada-ada saja orang yang memanfaatkan segala kesempatan di kesempitan ini. Ada yang menimbun masker, ada yang menimbun hand sanitizer, belakangan muncul pula nama Ferdian Paleka. Soal nama terakhir ini pantas mendapatkan kategorinya sendiri karena alih-alih membantu sesama, dia malah melakukan prank memberikan "donasi" berisi sampah kepada waria di jalan.

Normal yang baru
Selesai berbelanja di minimarket, kami singgah sebentar mengambil laundry-an yang di sebelahnya ada counter pulsa bertuliskan kuota 30Gb gratis masker.

Cuci tangan sebelum masuk kosan
Wajib cuci tangan sebelum masuk kosan
Sesampai di kosan kami disambut peringatan wajib mencuci tangan sebelum masuk kos. Saya dan Fith mencuci tangan bergantian. Sampai kamar, saya langsung merendam belanjaan dan pakaian ke dalam larutan deterjen dan segera mandi.

Sampai pandemi ini selesai, ini adalah normal yang baru.
***
Jakarta, 8 Mei 2020.
Sebelum sahur 14 Ramadan 1441.

Savoy Homann Bandung: Pengalaman Menginap di Hotel Heritage

Utusan dari Kelurahan
Matahari mulai meninggi saat mobil yang kami pesan melalui aplikasi ojek online tiba di depan RetroPoint BnB. Tanpa dikomando, kami langsung mengangkat barang bawaan kemudian masuk satu persatu. Setelah memastikan tidak ada lagi yang tertinggal, Honda Brio melaju ke jalan Asia Afrika Bandung.

Jalanan Bandung pagi itu masih lengang sehingga cepat saja kami sampai ke Hotel Savoy Homann, hotel yang kami tunjuk sebagai tempat menginap di malam kedua perjalanan. Waktu masih menunjukkan pukul delapan lebih sedikit, masih terlalu dini untuk check-in.

Sarapan di Warung Kopi Purnama
“Sarapan dulu, yuk?” ajak Mba Katerina (travelerien.com). Kami yang entah sedang lapar atau memang doyan makan kompak berdiri dari tempat duduk lalu lincah mengangkat barang-barang bawaan masing-masing untuk dititipkan kepada petugas hotel.

Kami sarapan di Rumah Kopi Tjhiang Shong alias Warung Kopi Purnama, yang sudah ramai ketika kami sampai. Saya duduk semeja dengan Kang Didno (Didno76.com), Bang Emmet (SangPelancong.com), Koh Deddy (DeddyHuang.com), dan Vina (KicauanVina.com).

Menu Warung Kopi Purnama
Warung kopi ramai oleh obrolan-obrolan tentang pelbagai hal. Di meja kami, obrolan di-moderator-i oleh Koh Deddy tentang makanan-makanan dan warung-warung kopi. Belum sampai ke pertengahan obrolan, pesanan kami sudah lengkap di atas meja. Saya memesan bubur ayam, telur setengah matang, dan teh manis hangat. Sengaja tidak memesan kopi untuk menghindari mulas pagi-pagi.

Bubur ayam dengan telur ayam kampung setengah matang
Museum Konperensi Asia Afrika
Museum Konferensi Asia Afrika
Betul sekali, museum ini terletak di jalan Asia Afrika. Inilah museum yang sering saya dengar di pelajaran IPS sejak SD, saya membatin dalam hati. Lucu juga sebab di papan namanya, kata konferensi ditulis menjadi konperensi. Barangsiapa yang bilang orang Sunda itu tidak bisa bilang f, itu pitnah.

Museum Konperensi Asia Afrika dari dekat
Masuk ke museum ini tidak dikenakan biaya alias gratis, cukup mengisi buku tamu saja terlebih dahulu. Di dalamnya ada diorama dan foto-foto yang mengabadikan momen bersejarah Konferensi Asia Afrika puluhan tahun yang lalu.

Diorama Konferensi Asia Afrika
Ada perasaan yang mirip de javu ketika berkeliling Museum Konferensi Asia Afrika ini, padahal dibilang akrab tapi baru pertama kali. Dibilang sama sekali baru tapi tidak juga karena sudah diulang berkali-kali di bangku sekolah. Kami berjalan ke ruang konferensi sambil melihat foto-foto yang terpajang di kiri-kanan.

Para utusan konferensi dari berbagai kabupaten untuk membahas tentang makan siang
Barangkali jika ditarik pada garis keluarga, hanya pantat saya yang pernah menduduki kursi ruang konferensi Asia Afrika ini. Belum pernah saya merasa sebangga ini terhadap pantat saya sendiri. Saking bangganya, saya tidak cebok berhari-hari.

Dari pintu keluar kami berjalan ke arah kanan dan tembus di jalan Braga, yang akan saya ceritakan di tulisan selanjutnya. Stay tune di planetyar.com.

Abadi Bagelen: Oleh-oleh Camilan dari Bandung


Jalan-jalan ke Bandung rasanya kurang lengkap tanpa membawa pulang buah tangan. Untuk kalian yang ingin bawa pulang oleh-oleh untuk keluarga berupa camilan, mampirlah ke Abadi Bagelen yang beralamat di jalan Purnawarman Bandung ini. Ada banyak sekali pilihan camilan khas yang dikemas secara cantik dan modern. Pak Larry, generasi kedua yang sekarang mengelola gerai ini memang punya visi untuk memoderenisasi Abadi Bagelen yang dirintis oleh ayahnya bertahun-tahun yang lalu. Kalau misalnya kalian sedang sibuk, camilan-camilan yang rasanya enak bin nostalgik ini juga dapat dipesan melalui aplikasi GoJek. Bingung memilih lantaran banyaknya pilihan? Saya merekomendasikan roti Warmbollen yang menjadi best-seller toko ini.

Makan siang ala Keluarga Homann
Tepat tengah hari kami meninggalkan Abadi Bagelen kembali ke hotel Savoy Homann untuk check-in. Bersamaan dengan itu pula rasanya bahan bakar berupa bubur ayam tadi pagi sudah hampir habis. Untungnya, kami sudah merencanakan untuk sekalian makan siang di hotel tempat kami menginap. Selain lebih gampang, kabarnya hotel ini punya jamuan istimewa yang sayang untuk dilewatkan.

Hotel Savoy Homann - tampak luar
Jamuan istimewa yang dimaksud itu sendiri adalah sajian menu Rijsttafel ala Keluarga Homann, alias keluarga pendiri hotel ini. Rijsttafel sendiri adalah jamuan makan yang berurutan mulai dari appetizer, soup, main course, dan ditutup dengan dessert.

Dim sum goreng sebagai menu pembuka
Rasa khas asam dari saos Bangkok yang melumuri dim sum goreng pada piring appetizer berhasil memancing selera makan. Kulit dim sumnya renyah dan isinya lembut, dua buah dim sum yang terhidang ludes begitu saja. Enak, tapi bikin penasaran untuk segera berlanjut ke menu setelahnya.

Meski nama Rijsttafel ini terdengar sangat Belanda, semua pilihan makanannya ternyata sangat nusantara alias makanan Indonesia. Saya baru tahu ternyata memang begitu konsep makan Rijsttafel. Namanya Belanda, tapi makanannya nusantara. Senada dengan kami yang berasal dari daerah yang macam-macam. Ada Febri dari Jambi, Bai dari Aceh, saya dari Makassar, Vina dari Pekanbaru, Maseko dari Jakarta, Kak Dewi dari Semarang, Mba Rien dari Tangerang Selatan, Koh Deddy dari Palembang, Bang Emmet yang pernah tinggal di Bandung, Kang Didno dari Indramayu, Mba Dian dari Surabaya, dan Afit dari Yogyakarta.

Di atas meja sudah terhidang soto Bandung, bakwan jagung, gepuk sapi, tumis buncis dengan tahu, sate ayam, cumi asam manis, perkedel kentang dan tentu yang paling Indonesia: nasi. Saya mengicip soto Bandung sedikit saja kemudian memindahkan sedikit porsi nasi ke atas piring. Sengaja mengambil nasi sedikit. Perkuat di lauk, nasi di kosan juga banyak, pikir saya dalam hati.


Rijsttafel dengan sajian Nusantara
Sambil menikmati makanan, kami bertukar cerita yang banyak sekali. Melempar canda-canda, tertawa pada satu sama lain. Heboh, akrab, hangat. Siapa saja yang melintas di depan ruang makan bergaya art deco tersebut pasti bisa mendengar tawa renyah di dalamnya. Kalau dipikir-pikir, ini adalah tahun ketiga saya kenal sama orang-orang di meja ini tetapi jujur kadang masih canggung karena waktu pertemuannya selalu pendek-pendek. Hari itu saya merasa cair dalam obrolan. Tidak ada canggung dan malu-malu. Akrab. Barangkali, di situlah daya magis Rijsttafel ala Savoy Homann ini.


Chocolate cake sebagai hidangan penutup
Sajian ala Rijsttafel favorit keluarga Homann ini, dapat dinikmati dengan harga Rp350.000 untuk 5 pax.

Menginap di hotel heritage
Selain dekat dari Jalan Braga dan Mesjid Besar Bandung,  hotel Savoy Homann ini cocok untuk yang ingin merasakan sensasi menginap di hotel heritage. Hotel yang didirikan oleh keluarga Homann pada 1871 ini menjadi tempat menginap para petinggi negara yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika yang digelar pada tahun 1955. Presiden Soekarno dan Charlie Chaplin juga pernah menginap di hotel ini. Menginap di hotel ini, saya merasa bak orang penting.

Berikut foto kamar Hotel Savoy Homann Bandung:


Saya sekamar dengan Bai dan Febri. Kamar dengan tone kayu didominasi warna coklat dan putih ini berisi dua kasur, untungnya kami dapat meminta ekstra bed. Hampir saja Bai kami suruh tidur di kamar mandi saja. Toh kamar mandinya juga nyaman. Bersih, lengkap dengan pengering rambut dan bathub jika saja Bai ingin tidur sambil berendam air panas.

Yang Paling Istimewa adalah Makanannya
Pengalaman saya menginap di hotel memang belum seberapa, tapi saya berani menjamin ini adalah yang paling mengenyangkan, terutama karena makan malamnya. Kami mengambil paket dinner BBQ dengan konsep All you can eat alias makan sepuasnya. Saya mengambil beberapa potong daging dan sosis. Hampir kalap jika tidak ditegur, habisnya enak coy. Saya yang memang sangat gemar makan daging merasa kesetanan ingin mengicip semuanya.

Ada pula menu lain selain BBQ seperti bakso tahu. Untuk side dish ada salad, dan berbagai macam buah dan kue-kue manis sebagai penutup. Berikutnya, biarlah foto-foto ini yang berbicara:









Adapun harga untuk menikmati BBQ Night ini adalah Rp158.000/pax. Sebuah harga yang menurut saya cukup layak dan rasanya juga nikmat, entah saya nambah berapa kali. Kalau bukan karena harus keluar ke jalan Braga untuk menikmati kopi Turki, saya kayaknya akan lanjut makan sampai resto malam ini tutup.

Menginap di Hotel Savoy Homann Bandung benar-benar jadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Sayang sekali singkat saja waktu kami di sana, rasanya ingin menambah satu malam lagi. Sayang kami harus segera kembali ke Jakarta keesokan harinya selepas sarapan. Ingin rasanya kembali ke sana suatu hari nanti. Semoga ada kesempatan.

Informasi & Reservasi Hotel Savoy Homann
Untuk informasi dan reservasi Hotel Savoy Homann Bandung, disilakan mengunjungi website mereka di savoyhomannbandung.com atau melalui Instagram di instagram.com/savoyhomannbdg/.


Hotel Savoy Homann
Jalan Asia Afrika 112, Bandung, Indonesia
ph: (+62) 22 423 2244, (+62) 811 249 2221
fax: (+62) 22 423 6187
e: reservation@savoyhomannbandung.com/info@savoyhomannbandung.com
w: www.savoyhomannbandung.com

Ah, belum apa-apa sudah rindu Bandung.

#BeUnstoppable dengan Jajaran Laptop Gaming ASUS ROG Terbaru

Launch ROG Series Terbaru 2019
Teknologi video game terus mengalami perkembangan yang begitu cepatnya. Hari ini, kita disuguhi judul-judul game dengan visual yang semakin mendekati kenyataan, kualitas audio yang semakin imersif, hingga sinematiknya yang seperti penulisan film dengan jalan cerita panjang, dalam, bahkan bercabang-cabang.

Untuk menikmati pengalaman gaming tersebut secara maksimal, pastinya diperlukan mesin-mesin gaming yang mampu mengimbangi. Tidak mengherankan segmen gaming yang sebetulnya sangat sempit ini menjadi salah satu segmen yang dikelola dengan sangat serius oleh berbagai perusahaan baik konsol maupun pengembang.

Di komputer gaming, ASUS adalah yang paling serius.

ASUS memulai komitmennya di industri gaming pada tahun Juli 2006 dengan menghadirkan brand Republic of Gamers (selanjutnya disingkat ROG). Motherboard Gaming Crosshair menjadi debutnya di industri gaming. Sejak saat itu, lebih dari 13 tahun ROG terus berinovasi mendukung ekosistem gaming yang tumbuh terus menerus. Puncaknya di 11 Juli 2019, ASUS menggelar peluncuran ROG terbesar yang pernah diadakan di Indonesia pada gelaran bertajuk #BeUnstoppable.

Tapi pertama, kita narsis dulu
#BeUnstoppable berlangsung meriah dan benar-benar padat acara. Rasanya sulit untuk menuangkan semua kemeriahannya ke dalam satu tulisan saja. Untuk kamu yang tidak bisa datang dan kelewatan tayangan live-nya di kanal resmi ASUS, bisa melihat highlight-nya di sini:


Komitmen ASUS dan Intel
Di tulisan kali ini, saya ingin berfokus pada jajaran laptop ROG yang diluncurkan. Pada dasarnya, ada tiga jajaran produk ROG untuk menjawab kebutuhan sub-segmen gaming yang terbagi-bagi lagi menjadi beberapa varian.

Prosesor Terbaru Intel Generasi 9
Persamaan ketiga jajaran ROG ini adalah semuanya telah dipersenjatai prosesor generasi ke-9 Intel sehingga soal performa pastilah sudah tidak perlu diragukan lagi. Pada sistem operasi, ketiganya juga telah terpasang Windows 10 original. Lalu apa bedanya? Saya akan mencoba menguraikannya dalam tulisan ini sesederhana mungkin.

ROG Mothership (GZ700GXR), Desktop Replacement Paling Powerful di Dunia
ROG Mothership - Kapan lagi bisa foto sama laptop seharga mobil
Laptop ROG satu ini bukan untuk semua orang. Sejauh ini, ini adalah ROG paling dewa sekaligus paling mahal mahakarya ASUS. Harganya, seratus tiga puluh juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah.

Saya ulang, seratus tiga puluh juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah.

Apa yang membuat laptop ini sangat mahal dibandingkan dengan laptop pada umumnya? ROG Mothership mendefinisi ulang mesin gaming portabel. Laptop satu ini memang disiapkan untuk menjadi pengganti komputer meja dengan performa yang setara dengan komputer desktop high end.

Spesifikasi utama ROG Mothership
ROG Mothership adalah semua tentang performa. Prosesor generasi 9 Intel Core i9-9980HK memiliki konfigurasi 8 inti dan 16 thread, paling kencang yang pernah ada. Dapat dipastikan prosesor ini dapat menjalankan semua judul game AAA tanpa kendala. Selain untuk bermain video game, ROG Mothership juga dipastikan mampu menangani berbagai tugas berat seperti 3D rendering.

Main game sambil streaming? Sudah tentu lancar.

Dengan RAM DDR4 berkapasitas 64GB dan penyimpanan berbasis NVMe PCIe SSD yang dikonfigurasi secara RAID 0, bisa dipastikan multitasking dapat berjalan dengan lancar. Tidak sampai situ, ROG Mothership juga dibekali teknologi HyperDrive Extreme yang menyambungkan SSD secara langsung dengan CPU tanpa melewati modul DMI sehingga risiko bottleneck dapat dihindari. Hasilnya, sistem penyimpanan supercepat dengan kecepatan baca hingga 8700MBps.

Dari segi pemroses grafis, ROG Mothership menggunakan salah satu chip grafis terbaik yang ada pada saat ini: NVIDIA GeForce RTX 2080 versi desktop, bukan versi mobile. Chip grafis ini sendiri telah di-overclock hingga 1880MHz pada daya 200W. Grafis olahan tersebut kemudian ditampilkan melalui layar yang sangat indah berukuran 17,3 inci dengan rasio 16:9 pada resolusi 4K alias UltraHD (3840x2160).

Refresh ratenya sendiri adalah 144Hz dengan response time 3ms (grey-to-grey) dilengkapi teknologi NVIDIA G-Sync untuk pengalaman visual yang lebih dalam.

Desain bodi ROG Mothership mendukung pendinginan optimal
Sekarang saya ingin bicara soal desainnya yang unik. Desain berdiri ROG Mothership memungkinkan sirkulasi udara menjadi lebih baik. Dari sisi pendinginan, ROG Mothership menggunakan sistem pendinginan liquid metal yang ditempatkan sebagai pengganti thermal paste dan mampu mendinginkan prosesor serta GPU hingga 13 derajat Celsius lebih rendah.

Desain ROG Mothership yang fleksibel untuk kenyamanan pengguna
Modul layar yang menyatu dengan komponen lain dalam satu bodi tentunya memerlukan inovasi baru karena panas yang dihasilkan mesin akan memengaruhi ketahanan panel layar. ROG Mothership menggunakan rangka berbahan aluminium dengan teknik CNC milling. Proses ini membutuhkan lebih dari 114 alat dan waktu lebih dari 20 jam untuk menghasilkan rangka yang presisi. Pada sisi konektivitas, ROG Mothership telah dilengkapi modul 2.5G Ethernet yang lebih cepat dibandingkan laptop gaming pada umumnya. Modul wifi menggunakan WiFi 6 (802.11ax) yang mampu menghadirkan kecepatan higga 2,4Gbps.

Iya, ROG Mothership memang seserius itu.

Selengkapnya tentang ROG Mothership dapat dilihat pada laman resmi, ketuk di sini.

ROG Zephyrus, Laptop Gaming Paling Tipis dan Powerful di Dunia
ROG yang cocok untuk kreator
Seri ROG satu ini, selain cocok untuk gamers juga cocok untuk para profesional muda maupun konten kreator. Ada dua varian yang diperkenalkan ASUS kali ini, yakni Zephyrus S (terdiri dari GX502 dan GX701) dan Zephyrus M.

Pertama, kita lihat Zephyrus S terlebih dahulu.

Spesifikasi Utama Zephyrus S GX502 vs Zephyrus S GX701
Perbandingan spesifikasi utama Zephyrus GX502 vs GX710
Baik GX502 maupun GX701 keduanya menggunakan prosesor yang persis sama, yaitu 9th Gen Intel Core i7-9750H Processor Hexa Core (12M Cache, up to 4.5GHz). Perbedaan yang paling mencolok di antara keduanya adalah pada ukuran displaynya. GX502 memiliki ukuran display 15,6 inci sedangkan GX701 17,3 inci.

Keduanya juga menjadi laptop paling tipis dan ringan pada kelasnya masing-masing. GX502 hadir dengan bodi 25% lebih tipis dan bobot hingga 42% lebih ringan dari kompetitor pada kelas yang sama.

Adapun GX701 hadir dengan dimensi hingga 40% lebih tipis dan 23% lebih kecil dibanding kompetitor pada kelas yang sama. Dengan ketebalan hampir 2cm saja, rasanya sulit dipercaya bahwa mesin gaming ini ternyata memiliki performa ultra kencang yang mampu menyaingi PC desktop.

ROG yang cocok untuk kreator
Visual yang dihasilkan keduanya juga dijanjikan berkualitas tinggi berkat kartu NVIDIA GeForce seri RTX. Satu hal yang paling menarik dari kedua varian ini adalah keduanya sama-sama telah mendapatkan Pantone Validated Display. Artinya, kedua varian ini mampu mereproduksi warna yang sangat akurat sehingga akan sangat membantu para kreator yang akrab dengan warna seperti para fotografer, desainer, hingga video editor terutama untuk keperluan color grading.

Pada performa gaming, NVIDIA GeForce RTX juga telah dilengkapi Tensor Core yang dapat mengakselerasi performa AI sehingga dapat menghadirkan sajian visual yang lebih nyata.

Performa yang tinggi tentunya akan berbanding lurus dengan panas yang dihasilkan. Oleh karena itu, baik GX502 maupun GX701 telah mengadopsi sistem Intelligent Cooling yang menggunakan teknologi Active Aerodynamic System (AAS) khas Zephyrus yang membuta laptop ini tetap mampu berjalan dengan stabil.

Selengkapnya tentang ROG Zephyrus GX502, ketuk di sini.
Selengkapnya tentang ROG Zephyrus GX701, ketuk di sini.

ROG Zephyrus M GU502, Ketika Performa Bertemu Portabilitas
Spesifikasi utama Zephyrus GU502
Zephyrus GU502 ini lebih terjangkau. Meski begitu, performa dan kualitasnya tidak dapat dianggap remeh. Zephyrus GU502 memiliki bentang layar sebesar 15,6 inci dengan resolusi FullHD. Meski memiliki layar seperti laptop 15 inci pada umumnya, laptop ini terasa seperti laptop yang memiliki layar 14 inci berkat teknologi NanoEdge Display yang menjadikan bezelnya sangat tipis.

Perbedaan yang paling mencolok adalah pada sisi Memory dan grafisnya. ROG Zephyrus GU502 menggunakan chip grafis terbaru NVIDIA GeForce GTX 1660Ti dengan VRAM GDDR6 sebesar 6GB. Chip ini sendiri lebih powerful jika dibandingkan dengan chip grafis GeForce GTX 10 series.

Selengkapnya tentang Zephyrus GU502, ketuk di sini.

ROG Strix SCAR III, ROG Strix Hero III G531. Diinspirasi BMW Designworks Group - Terbaik untuk eSport
Loh kok ada mobil?
Ini adalah salah satu seri yang paling menyita perhatian saat launching. Bagaimana tidak, laptop gaming ini mengadopsi desain ROG Face Off, sebuah laptop gaming konsep hasil kerjasama antara tim ASUS ROG dengan BMW Designworks Group. Tidak hanya lebih keren,  ROG Strix Scar III dan Hero III G531 juga terlihat lebih ramping dan lebih elegan.

Seperti knalpot mobil, pembuangan udara panas dan beberapa port ditempatkan di bagian belakang. ROG satu ini juga punya "kunci" bernama keystone yang terletak di badan bagian kanan.

ROG Strix dengan keystone
Keystone ini dapat dilepas. Ketika dipasang, keystone ini berfungsi untuk mengakses fitur ekstra yang tersimpan pada aplikasi Armoury Crate. Keystone ini juga berfungsi untuk menampilkan shadow drive, yaitu drive penyimpanan tambahan yang akan tersembunyi jika keystone dilepas dari bodi.

Melihat keystone lebih dekat
Keunggulan utama ROG Strix SCAR III dan Hero III adalah pada layarnya yang ultra-responsif. Dengan layar dengan refresh rate hingga 240Hz dan response time 3ms pada laptop gaming ini, mejadikannya sangat pas sebagai senjata untuk dibawa ke arena eSport.

Dapur pacu ditenagai oleh prosesor Intel Generasi 9 versi tertinggi yaitu Intel Core i9-9980H dengan konfigurasi 8 core dan 16 thread. Dengan kecepatan pemrosesan hingga 4,8GHz pada mode Turbo, ia merupakan salah satu prosesor mobile paling kencang dari Intel saat ini.

Dari sisi grafis, jajaran laptop ROG Strix terbaru ditenagai oleh chip grafis NVIDIA GeForce RTX dan GTX yang mampu memainkan game-game eSport maupun game AAA dengan lancar.

Berikut spesifikasi utama ROG Strix SCAR III:
Spesifikasi Utama ROG Strix SCAR III
Berikut spesifikasi utama ROG Strix Hero III:
Spesifikasi Utama ROG Strix Hero III
ROG Strix G, Sebuah Evolusi Laptop Gaming All-Round
Ada satu lagi varian laptop gaming yang masuk ke dalam jajaran ROG Strix yaitu ROG Strix G. ROG Strix G tidak memiliki fitur Keystone. Perbedaan lainnya juga adalah pada panel layarnya yang mencapai refresh rate hingga 120Hz.

Berikut spesifikasi utama ROG Strix G G531
Spesifikasi utama ROG Strix G G531
Selengkapnya untuk seluruh jajaran produk #BeUnstoppable dapat dilihat melalui situs ASUS ROG dengan klik di sini.
***
ROG pilihan Planetyar.com
Tidak sulit menentukan pilihan yang paling cocok untuk saya: ROG Zephyrus GX502. Layar berukuran 15-inci terasa pas, tidak terlalu besar tetapi juga sudah cukup lebar dan nyaman. Apalagi dengan bodi yang 25% lebih tipis dan bobot hingga 42% lebih ringan dari kompetitor pastinya sangat mendukung mobilitas yang cukup tinggi belakangan ini.

Soal performa juga pasti tidak udah diragukan untuk memainkan beragam judul game AAA dengan sangat nyaman. Hal yang paling menjawab kebutuhan saya sebagai kreator wannabe yang sedang belajar memotret dan editing video ini tentu saja displaynya yang sudah Pantone Validated. Tentunya, reproduksi warna akan jauh lebih akurat sehingga lebih tenang saat editing foto terlebih untuk kebutuhan cetak.

Editing video juga pasti lebih mengalir berkat kerja sama prosesor Intel generasi 9 i7-9750H Hexa Core, RAM 16GB DDR4, serta dukungan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 2060 6GB DDR6 VRAM serta penyimpanan berupa SSD 512GB M.2 NVMe PCIe akan mempercepat flow editing terutama sekali, rendering.

Terima kasih, sampai jumpa di lain kesempatan
Terima kasih sekali lagi untuk Unstoppable PR Team ASUS Indonesia atas kesempatannya menghadiri event super meriah ini.