Micro Four Third Belum Mati: Lumix G9 Mark II Hands-On & First Impression

Micro Four Third Belum Mati: Lumix G9 Mark II Hands-On & First Impression

Lumix G9 Mark II: Napas Baru Sistem MFT
Titik Lemah Lumix

Bertahun-tahun, sistem autofocus Lumix menjadi titik lemah. System DFD yang digunakan Lumix, sebenarnya untuk foto masih cukup-cukup saja. Namun sekarang sudah banyak fotografer yang merangkap videografer juga dan lingkungan kerja mereka menuntut autofocus yang cepat dan reliabel supaya tidak kehilangan momen.

 

Andai saja Lumix berani membuang sistem DFD dan mengadopsi Phase Detection Auto Focus (PDAF) yang lebih reliabel dan predictable, saya yakin Lumix menjadi satu langkah lebih dekat menjadi kamera yang sempurna.

 

Sampai akhirnya kejadian. Setelah cukup lama, lewat tajuk New Phase, Lumix mengadopsi teknologi PDAF di jajaran Full Frame melalui seri S5 Mark II dan S5 Mark IIX yang langsung mendapatkan respon yang sangat positif di kalangan para profesional dan para antusias.

 

Seri S5 Mark II dan S5 Mark IIX menerima banyak review positif dan menjadi salah satu kamera paling laku di tahun 2023 kemarin. Mafhum, selain sistem autofocus yang sudah jauh lebih baik, kedua kamera ini juga membawa segudang fitur untuk para videografer dan sinematografer.


Lumix Melupakan MFT?

Akhir tahun kemarin, hampir setahun setelah merilis S5II dan S5IIX, Lumix akhirnya mengumumkan generasi penerus Micro Four Third terbaru setelah GH6 mendapatkan respon yang sepertinya kurang menyenangkan.

 

Jangan salah, GH6 adalah kamera siap tempur dengan segudang fiturnya dan siap menemani kita menerjang segala hambatan hidup - jika kita tidak perlu autofocus. Ayolah, lensa sinema juga toh masih manual fokus juga. Saya akan dengan senang hati mengawinkan GH6 dengan lensa vintage dan boom: cinematic.

 

Lumix G9 Mark II 37mm; ISO 1000; F1.7; 1/250

G9 Mark II (selanjutnya ditulis G9II), akhirnya datang ke Indonesia. Seperti oasis di tengah hausnya para antusias MFT dan komunitas Lumix Owner Indonesia (LOI) yang sudah lama mendambakan rilisan terbaru dari Lumix agar sistem ini tidak mati.

 

Sepertinya cukup aman untuk bilang: Lumix belum melupakan MFT.

 

Lumix G9II: Hands On & First Impression

G9II ini adalah kamera high-end. Bisa berdiri sendiri sebagai senjata utama, G9II ini sepertinya cocok sebagai B-Cam pelengkap S5II dan S5IIX. Bodinya sama persis sehingga aksesoris yang kompatibel dengan kedua kakaknya itu, kemungkinan besar juga akan kompatibel di body G9II. Kontrol dan tombol-tombolnya juga sepertinya identik.

 

Dari segi build quality terasa kokoh khas Lumix. Cukup nyaman di genggaman tetapi perlu diingat lagi karena bodinya sama persis dengan S5II dan S5IIX, G9II ini bukanlah kamera kecil.

 

Bekerja dengan G9II di luar ruangan dengan kondisi cuaca yang tidak terprediksi juga cukup menenangkan karena bodinya sudah tahan debu dan percikan, serta dapat beroperasi pada suhu -10 hingga 40 derajat celcius.

 

Lumix G9 Mark II di 44mm; ISO 1000; F1.7; 1/250.

Autofocus G9II Sudah Bisa Dipercaya?

Dalam pengetesan singkat 10 menit saya kemarin, autofocus G9II sepertinya sudah bisa diadu dengan kompetitor dan jelas bukan lagi deal-breaker seperti generasi sebelumnya. Pulsing sudah tidak muncul dan autofocusnya cepat dan snappy untuk foto. Pada mode video, autofocus-nya cukup lengket pada subjek di video dengan mode AFC (continous AF) dengan moda Human Detection.

 

Lumix G9 Mark II di 42mm. ISO 1000; F1.7; 1/250

Perlu dicatat pengetesan ini saya lakukan untuk 1 orang subjek di depan kamera, sehingga saya tidak bisa mengetes bagaimana performa G9II apabila digunakan di kondisi keramaian seperti liputan ataupun wedding. Silahkan cari reviewnya melalui Youtube.

 

Lumix G9II Untuk Siapa?

Apakah Lumix G9 Mark II Worth It? Jawaban singkat saya: ya. Dibanderol dengan harga Rp29jutaan, jelas ini bukan kamera murah. G9II ini meski mengedepankan fotografer duluan, fitur videografinya sangat bisa mendukung lingkungan kerja profesional dengan dukungan codec yang sangat kaya, dukungan perekaman Prores 422, Real-time LUT, serta dapat merekam langsung ke SSD yang lebih efisien dibandingkan dengan CF-Express atau bahkan SD Card yang perbandingan kapasitas dan harganya yang lebih mahal.

Untuk spesifikasi lengkap Lumix G9 Mark II, silahkan ke website Panasonic Lumix.

 

Lumix G9 Mark II V-Log VS Rec 709 Conversion

Meskipun tidak memiliki active cooling (kipas) seperti S5II dan S5IIX, Lumix memiliki track record yang sangat baik dalam melawan masalah overheat dibandingkan kompetitornya. Pun begitu, perlu tetap bijak apalagi mengingat kondisi cuaca tropis Indonesia yang cenderung panas di luar ruangan.

 

Untuk perekaman pendek masih sangat aman, untuk perekaman panjang pun seharusnya aman tetapi harap tetap waspada demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


G9II ini juga cocok untuk para creator karena sudah mengadopsi teknologi Open Gate juga, mode ini memungkinkan G9II memanfaatkan seluruh ukuran sensor sehingga memudahkan untuk editing keperluan publikasi berbagai media vertikal maupun horizontal.

 

Harapan Seorang Penggemar Kere

Foto bersama Class With Lumix bersama Yudha dari AlphaWorksID

G9II adalah angin segar. Lama dinantikan, kemampuannya memang di luar ekspektasi. Sayangnya, begitu pula harganya. Apabila saya bekerja di lingkungan profesional dan saya sudah memiliki beberapa lensa MFT, saya mungkin tidak akan ragu memilihnya.

 

Sepertinya Lumix juga akan sepenuhnya meninggalkan sistem autofocus berbasis contrast detect (DFD) sehingga kemungkinan besar rilisan berikutnya juga akan mengadopsi PDAF.

 

Sampai saat ini saya masih menggunakan Lumix G85 yang sudah terbilang cukup jadul. Saya sudah punya keinginan untuk upgrade dan mungkin akan menunggu rilisan terbaru yang lebih compact dan terjangkau. Mungkin di lini GX atau G100 Mark II seperti yang dirumorkan.

 

Apabila kamera rilisan Lumix berikutnya lebih terjangkau, mengusung sensor yang lebih anyar, mampu merekam 10 bit (420 juga tidak masalah), 5-axis IBIS (mengingat Lumix pernah mengeluarkan kamera tanpa IBIS), keinginan saya untuk pindah ke brand sebelah mungkin akan dibatalkan.

Micro Four Third Belum Mati: Lumix G9 Mark II Hands-On & First Impression
4/ 5
Oleh
Add Comments


EmoticonEmoticon