10 Tempat Paling Memorable di 2017

Tidak ada yang bisa ditiru dari seorang (yang mengaku) blogger yang mencantumkan kategori TRAVEL di header blognya, tapi pada kenyataannya hanya bisa menuliskan empat catatan perjalanan selama setahun penuh.

Iya, sayalah orang yang memalukan itu.

Untuk menebus rasa bersalah itu, saya ingin menceritakan perjalanan yang saya alami setahun kemarin.

1. Rammang-rammang - Kabupaten Maros, Januari 2017

Menelusuri Sungai Menuju Kampung Berua (Rammang-rammang)
Rangkaian perjalanan tahun 2017 sebenarnya dibuka dengan cukup meyakinkan. Tanggal 1 Januari saya diajak Lia untuk ikut teman-temannya berwisata ke Rammang-rammang, menikmati kampung yang dikelilingi oleh pegunungan kapur.

Menikmati sunset di atas perahu

Kalian bisa membaca selengkapnya tentang Rammang-Rammang dan Kampung Berua di sini

2. Desa Belae - Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Maret 2017


Atas rekomendasi Sakinah, teman sekampus saya di S1 yang juga reporter di salah satu media cetak di Makassar, saya diajak oleh tim Nafoura Kurma Water untuk jalan-jalan ke Desa Belae yang sesuai namanya letaknya cukup jauh (Belae dalam bahasa Bugis berarti yang jauh). Saya dibolehkan untuk mengajak beberapa teman blog yang lain. Maka, setelah melalui seleksi ketat dengan mengguncang undian, hadirlah Bimo dari BimoAji.com, Tari dariKueJahe.com, dan Evhy dari evhykamaluddin.com.

Ada lebih kurang lima puluh local influencer yang diundang. Hampir semuanya selebgram dengan follower lebih dari 10K. Sebagai orang yang followernya baru puluhan biji (itu juga setengahnya akun palsu semua), saya merasa terpinggirkan.

Melalui event ini juga, secara ajaib saya kembali bertemu dengan Izas yang sempat hilang kontak dan berkenalan dengan @jajanan_makassar yang feednya mengguncang lidah dan @ahmadharry yang feed landscapenya yang begitu memanjakan mata.

Kalian bisa membaca selengkapnya tentang Desa Belae di sini.

3. Tebing Apparalang, Pantai Bira, dan Pantai Mandala Ria - Kabupaten Bulukumba, April 2017

Dia terlihat sangat bahagia
Bulukumba adalah soal pantainya. Maka, sungguh merugi kalau ke sini tapi hanya mengunjungi satu pantai saja. Bersama teman-teman yang pernah saya tuliskan di sini, Tebing Apparalang menjadi tujuan pertama kami di Kabupaten yang lebih kurang 4 jam perjalanan dari Kota Makassar.

Jernihnya Pantai Bara Bulukumba

Berayun di Pantai Mandala Ria
Baca: Bulukumba, Kota Sejuta Pantai - Part 1: Tebing Apparalang
 
4. Monas dan Kota Tua - Jakarta, Mei 2017

Pengunjung Monas paling tampan hari itu
Setelah lewat setengah abad perjalanan hidup, saya akhirnya menginjak ibukota untuk kali pertama. Iya, saya secupu itu. Itu juga karena diundang untuk peluncuran ZenFone Zoom S dan ZenFone Live dari ASUS kesayangan kita. Berhubung Fithrah si anak Brawijaya semester tiga juga sedang ada di Jakarta, maka saya minta jadwal penerbangan saya dimajukan sehari biar bisa diajak jalan-jalan dulu sama Fithrah.

"Ke Monas, Fith!", saya bersemangat setengah berteriak.
"Oh iyo dekat ji, Monas terus ke Kota Tua", Fith menimpali sambil mengunyah jalangkote yang saya bawa dari Makassar. 

 
Akhirnya ke Kota Tua

Ramai, gedung tinggi, dan langit putih adalah tiga kata yang saya pilih untuk menggambarkan Jakarta. Biru langitnya tertutup oleh polusi di udara, alhasil pulang dari sana wajah saya jadi kaku dan keras berkat polusi. Sekarang terjawab kenapa Fith waktu kuliah di sana wajahnya jerawatan parah.

Reunian sama Alvidha
Kelar jalan-jalan sampai malam, kami merapat ke lokasi pertemuan sama Alvidha, kalian yang membaca blog ini sejak dulu pasti kenal sama perempuan ceria ini karena sudah berkali-kali saya ceritakan keburukan dan tabiat anehnya.

Kami sengaja tidak makan sebelumnya karena Alvidha janji membawakan makan malam buat kami. Kami ketemu di kafe yang tidak jauh dari hotel Fithrah. Setelah memesan iced green tea (elah jauh-jauh nongkrong minumnya iced green tea lagi, iced green tea lagi), kami melahap makaroni yang dibawa Alvidha. Dan oh, Alan suami Alvidha tidak ikut datang karena sedang ada tugas di Sulawesi.

"Gimana? Enak?", Alvidha bertanya seperti kontestan Master Chef. Sementara itu, saya dan Fith saling menatap sambil menyusun kalimat yang mudah-mudahan tidak menyakiti hati Alvidha.

"Mudah-mudahan suamimu kuat ya, Vi makan masakanmu tiap hari. Saran kami, sebaiknya simpan nomor ambulans kalau-kalau dia kenapa-kenapa. Perbanyak stok air kelapa jaga-jaga dia keracunan".

Lepas makan dan ngobrol tentang banyak hal, kami berjalan bertiga untuk pulang. Di perempatan depan hotel Dreamtel, tepat di halaman Circle K yang sedang banyak orang, kami kembali berpisah untuk bertemu lagi di waktu dan kesempatan yang lain. Kuramal, di pertemuan itu Alvidha sudah menggendong bayi hasil pertempuran dengan suaminya.

Mudah-mudahan bayi manusia, dan kalau bisa mirip ke bapaknya jangan ke mamanya.
Kalian bisa membaca tentang launching ZenFone Live dan ZenFone Zoom S di sini

5. Pulau Kodingareng Keke - Juli 2017
 
Main air di Pulau Kodingareng Keke

Maka terjawab sudah kenapa kulit saya semakin eksotis. Kebanyakan main di pantai di bawah terik matahari.

Pulau Kodingareng Keke sendiri adalah pulau kecil tidak berpenghuni yang cukup terkenal dengan keindahan pantai yang mengelilinginya. Untuk mengelilingi pulai ini sendiri bisa dilakukan dengan berjalanan kaki barangkali 15 menit saja.

Bagaimana cara dan berapa biaya ke pulau Kodingareng Keke?
Untuk berwisata Kodingareng Keke, kita bisa menyewa speed boat di dermaga Kayu Bangkoa dengan biaya sekitar Rp. 700.000,- untuk pulang perginya. Makanya, untuk pergi ke pulau ini sebaiknya beramai-ramai agar bisa share cost. Satu speed boat sendiri dapat memuat hingga sepuluh penumpang.

Selengkapnya tentang pulau kecil nan cantik ini akan saya ceritakan di postingan lain. Jika saya tidak malas heheh.

6. Ke'te Kesu dan Londa, Kabupaten Tana Toraja - Agustus 2017

Ke'te Kesu Tana Toraja
Jika harus memilih destinasi favorit saya di tahun 2017, maka Tana Toraja akan keluar sebagai pemenang. Saya ke sana sama Fithrah dalam rangka menemui kliennya. Seusai bertemu kliennya, kami berjalan-jalan ke dua objek wisata yang terkenal di Toraja: Ke'te Kesu dan Londa.


Ada Samuel Rizal di Ke'te Kesu
Ke'te Kesu sendiri adalah sebuah lokasi wisata yang berisikan rumah adat Tongkonan dengan arsitektur dan ukiran yang begitu mendetail, memanjakan mata dan pastinya Instagrammable.

Londa, wisata makam manusia
Sementara, Londa adalah destinasi wisata yang ngeri-ngeri sedap. Pasalnya, Londa adalah lokasi pemakaman tradisional di dalam gua yang berisikan peti mati dan kerangka manusia yang tidak dikuburkan, beberapa diletakkan di atas bebeatuan. Semuanya kerangka manusia asli. Pokoknya ngeri sekaligus menakjubkan bersamaan.

Namun jangan khawatir karena meskipun gua ini berisikan mayat manusia, tidak akan tercium bau tidak sedap karena sebelum dimasukkan ke sini, mayat-mayat manusia tersebut sudah melalui proses sendiri.

Lengkapnya tentang Tana Toraja akan saya ceritakan di postingan lain. Mudah-mudahan sih bisa ke sana lagi untuk nambah stok foto dan video hahah.

7. Kabupaten Pinrang, Agustus 2017

Jaga Empang
Seusai seminar hasil tesis, kami diajak oleh Kak Rahmi untuk jalan-jalan ke kampungnya di Kabupaten Pinrang untuk literally memanen ikan bandeng di empang milik keluarganya. Sayang sekali saya belum meng-copy file foto-fotonya. Jadi, nikmati foto saya mengawasi empang di pagi hari.

8. Celebes Canyon - Kabupaten Barru, September 2017

Celebes Canyon Kabupaten Barru
Perjalanan ini sendiri sebenarnya tidak direncanakan. Setelah melaksanakan tugas survey untuk penelitian, kami yang terdiri dari saya dan Juan, teman seangkatan saya di Pascasarjana Ilmu Komunikasi Unhas mencari tujuan wisata terdekat dengan bertanya pada jemaah Instagrammiyah. Maka muncullah Celebes Canyon.

Baca: Mencari Celebes Canyon, Menemukan Kemegahan

9. Pattapang - Malino, September 2017

Kelurahan Pattapang, Malino
Masih dalam rangka survey lapangan, dan masih sama Juan. Salah satu produsen sayur-sayuran seperti wortel, kentang, dan daun bawang untuk dijual ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Pattapang sendiri adalah daerah dataran tinggi yang cukup dingin bahkan di siang hari. Saat melakukan survey dengan wawancara ke warga, sesekali keluar uap dari mulut kami saat berbicara. Pertanda dinginnya.

10. Pergantian Tahun di Malino, Desember 2017 - Januari 2018

Dilan, Dia bukan Dilanku
Pergantian tahun yang dingin di dataran tinggi Malino memberikan sensasi sendiri. Malam yang dingin ditambah hujan yang turun sesekali menjadi penutup yang tenang untuk mensyukuri semua yang datang setahun ini. Untuk semua destinasi yang kita kunjungi, untuk semua teman-teman baru yang kita kunjungi, dan untuk semua emosi yang kita alami

Kemana 2018 akan membawa kita?

11 comments

  1. Yang ditoraja itu aku baru lihat hanya sekedar lewat tanyangan televisi saja. Penasaran pengen lihat secara langsung. Terlebih main ayunan di pantai itu. Udah mah pemandangan yang cerah, jadi cocok ya..

    Btw, aku naksis sama jaketnya yang dipake di Monas. Keren yang dihari itu ada orang yang datang ke monas, bahkan itu orang terganteng.. War biasahh..he

    Itu bahan jaketnya apa, Mas?
    Parasut atau apa luarnya?
    Lho kok malah tanya2 jaket..wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaket parasut all size cocok buat cowok maupun cewek. Beli sepasang free ongkir

      *lah malah jualan

      Delete
  2. suka sama foto2nya hahah :D walaupun jalan-jalannya dekat kalau foto2nya bagus dak akan menyesal hahah :D #prinsipselebgram ..


    oke baik, smoga tahun ini makin banyak tempat yang dikunjungi yah kak ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha dehhh bagus prinsipnya. Baiklah akan kupegang teguh :p

      Delete
  3. akhirnya menginjakkan kaki juga di monas untuk pertama kali, selamat! :D

    btw, waahh, itu foto2nya juaraaa bgt, mantap mantap!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iyaaa norak banget kan baru pertama kali ke monas aku girang benget untung ga sampe manjat.

      Delete
  4. Wahhh sukaku liat foto-fotonyaaa ��

    Semoga 2018 dilalui dengan menginjakkan kaki di banyak tempat baru, bertemu kawan baru dan juga kenangan-kenangan baru.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn banget, kaaak doa yang sama buat kita' nah.

      Btw ajari dule motret food, kakak :))

      Delete
  5. kalau ke sini, suka ma foto-fotonya cakep euy, editnya juga jago. Kalau wisata ane pengen ke Tanah Toraja, moga bisa kesampaian ke sana. Aamiin.

    ReplyDelete
  6. WAKTU ITU PAKE GAGAL KETEMU LAGI YA. SIAL. Yar, lagi sibuk gak? Bikin sesuatu bareng yuk. (Sumpah, bukan anak maksudnya).

    ReplyDelete
  7. wuaa, keren! bagus juga nih bikin list tempat2 berkesan selama setahun :)

    ReplyDelete