Berduka Cita


Meskipun sudah pasti datangnya, kepergian selalu menyedihkan.

Turut kami berduka cita untuk keluarga bapak Ir. Ahmad Toyib Rahardjo, dosen Universitas Hasanuddin, ayahanda dari saudara kami, Aryadi Arnas, Arwandi Ashari, dan Andarini Asri. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberkahi ketabahan dan kemuliaan. Amin.
Untuk keluarga dan kerabat yang hendak menghadiri takziah, sila hubungi kami di twitter @planetyar, @rahmatsuregar, dan @daengjuphe.

12.37 Pagi

Bagaimana aku bisa yakin betul kalau rumah memang sedang kebanjiran lagi? Aku baru saja selesai cuci kaki untuk kelima kalinya malam ini. Seharusnya tadi lebih kurang jam sepuluh malam aku sudah tertidur tapi harus terbangun lagi. Aku dan ayahku baru saja melaksanakan misi penyelamatan anak ayam yang baru saja lahir dua hari yang lalu. Penyelamatan dari banjir yang secara cepat menggenang untuk kurang lebih keempat belas kalinya di perumahan ini.

Aku jadi yakin betul rumah memang sedang kebajiran karena barusan aku dan ayahku harus menyelamatkan kasur dengan meninggikannya di atas rangka dengan meja agar tidak tergenang air. Air di kamar sudah sebetis orang tampan tadi.

Aku akhirnya jadi semakin yakin karena barusan aku mencoba menangkan seekor anak ikan gabus yang asyik berenang di ruang tamu, tapi harus gagal karena rupanya dia lincah, namanya juga anak-anak. Ikan yang masih anak-anak.

Apa yang bisa dilakukan perihal banjir selain dengan mengeluh dan menerimanya?
Entahlah.

Makassar, 21 Februari 2013
12.44 pagi
Kaki masih basah