(Cerpen) #KangenMantan

Ya, Tuhan. Aku Kangen Dia

Tuhan, aku tidak pernah menyalahkanmu telah mempertemukan kami lalu memisahkannya lagi. Aku telah belajar untuk tidak menyesali pertemuan dengannya. Aku mengerti bahwa cinta adalah semacam siklus, semacam roda yang digerakkan oleh dua langkah kaki yang beriringan. Bergantian, satu tujuan. Sederhana, tapi juga rapuh. Aku bersyukur Kau memberikan kesempatan padaku untuk merasakan menjadi bagian dari sepasang kaki itu, merasakan perjalanan yang begitu menyenangkan itu.

“Ya, Tuhan. Aku Kangen dia”

Aku ingat desir pantai pada malam empat tahun lalu, di sana, ada kami berdua yang memeluk langit dengan rindu yang kami lepas bersamaan. Aku tidak pernah lupa senyumnya yang semakin manis memantulkan sinar lampu keemasan dari atas, dari lampu yang mungkin sengaja dibangun di situ untuk menyinari sepasang anak Adam yang diberi kesempatan oleh Yang Maha Memberi untuk sekedar saling berpandangan dan bertukar janji. Dengan begitu kami tahu, kami adalah dua orang yang Tuhan ciptakan untuk bertemu.

“Ya, Tuhan. Aku kangen dia”

Sungguh malam ini aku tidak sedang mengeluh padaMu, Tuhan. Aku hanya ingin menyampaikan padaMu sebesar apa aku rindu, sebesar apa aku rindu pada tawa yang pernah kami eja bersama menjadi puisi. Pada senyum yang pernah kami simpul bersama menjadi ikatan. Pada langkah yang pernah kami nyanyikan bersama menjadi kisah.

“Ya, Tuhan. Aku Kangen dia”

Namun sekali lagi, Tuhan. Aku tidak mengeluhkan mengapa kisah kami usai, padahal aku telah yakin-seyakin-yakinnya bahwa dialah yang sengaja Kau kirim untukku. Aku akui, barangkali aku keliru. Semoga aku masih bisa yakin-masih bisa sama yakinnya bahwa setelah dia, akan kau kirimkan seseorang lagi untukku, untuk menemani waktuku yang masih terlalu panjang, untuk mengingatkan padaku besarnya CintaMu padaku. Oh, Tuhan, semoga perempuan yang kau kirimkan berikutnya dapat kujaga dan kulindungi lebih lama.

“Tapi, Tuhan. Aku masih kangen dia”

Besok adalah hari ulangtahunnya ke dua puluh tiga. Ah, aku ingin memberikannya sebuah hadiah sekali lagi. Tak apalah-hanya hadiah. Besok pagi akan kusempatkan menaruh kembang di bawah nisannya.

***Kangen Mantan - End***

Oke, Sebenarnya cerpen ini ditulis untuk ikutan #KangenMantanUnite yang diadakan oleh Aan Mansyur, salah satu penulis yang saya suka juga, barangkali Kalian lebih mengenalnya di Twitter dengan username @hurufkecil. Iya, itu yang avatarnya kotomatmerahan, namun karena salah membaca tanggal tanggal deadline pengiriman (Saya kira 14 Februari, ternyata deadlinenya 14 Januari). Oh. Lupalah saya mengeposkan cerpen ini seminggu yang lalu, itu ada sebabnya, Kawan. Sebab seminggu yang lalu sampai kemarin, saya sama si Fith bepergian ke kota Palopo yang jaraknya berkisar 800km dari Makassar. Tapi tak apalah, cerpen ini saya poskan saja, silahkan menikmati dan beri komentar jika suka ataupun tidak. Salam :)

17 comments

  1. aku kangen mantan juga...:'(


    pengen k juga ikut itu tapi pas saya cek tanggalnya lewat mi...hehe :D

    ReplyDelete
  2. baca ini deh >> http://meikemanalagi.blogspot.com/2012/01/kamu-tahu.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow. Nice :)
      Tapi sayang ya telat mosting, sama :D

      Delete
  3. jiaah... JLEB bgt ini.. sama seperti yg tengah aku rasakan.. *halah*


    ini tamppilannya baru liat.. lebih fress ya.. udah lama ga maen2 kemari..

    ternyata ownernya cowo..hihihi -___-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Kaget ya ownernya setampan Anjasmara?

      Membicarakan mantan memang selalu JLEB ya?

      Delete
  4. Galaugalaugalau.. Alien tampan inget putri alien yang dinikahkan sama alien tajir ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Saya jatih cintanya sama Dewi Bulan, makanya datang ke bumi, soalnya dekat.

      Delete
  5. kangen kok terus gan...
    cari yang lain... wakakakka...
    nice template...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Namanya juga kangen, Gan.
      Makasih sudah sudi mampir.

      Delete
  6. yaah, jadi batal dong ikut kontesnya?
    btw, aku jg kangen mantanku...mantan majikan. #loh???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Iya, batal ikutan kontes. Gapapa lah. Masih ada lain kali.
      Jiah, kangennya sama mantan majikan :ngakaks
      Mantan majikannya cakep nggak?
      Hahaha.

      Delete
    2. ganteng dong,
      saya kn majikan milih-milih,haha
      #plak

      Delete
    3. Wakakaka. Kalau gitu saya titip salam buat majikannya #eh

      Delete
  7. beeuuuhhh...gedubraakk..
    kaget saya awalnya tyar...
    sy kira kesambet apa tiba2 romantis kek gitu...hahaha
    ternyata ikut kontes.
    hhe..

    but so far so nice :D
    bisa juga ternyata si tyar puitis dan romantis.hikiki...
    *gulingguling...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Deehhh... Kenapa ko kaget kalau saya romantis? Saya kan lelaki lembut hati? Hahaha.

      Delete
  8. Replies
    1. Makasih sudah mampir, Kelimutu :)

      Garten Paradisenya juga manis.

      Delete