Melompat. Seperti Spiderman

Yang tampan di belakang itu saya
Entah mengapa, saya suka melompat (melompat atau meloncat kah yang benar?). Oke, peduli amat mana yang benar, melompat atau meloncat. Biarlah itu menjadi tugas anak-anak SMA yang sebentar lagi menjalani UAN. Mungkin lebih jelasnya, silahkan buka kamus besar bahasa Indonesia, atau kalau kalian adalah agamais, silahkan cari di kitab masing-masing. Siapa tahu ada.

Saya suka melompat, meskipun saya bukan peserta lomba balap karung. Ketika melompat, saya merasa bebas dan tinggi. Melompat membuat saya serupa melawan gravitasi bumi. Seperti yang saya lakukan di Waterboom Pangkep tempo hari. Memangnya apa yang saya lakukan? Oh iya, saya menyebutnya Jumping Photograph. Kedengarannya sangat keren, seperti Rhoma Irama. Loh?

Lompat tinggi dan lompat jauh adalah dua olahraga favorit saya sewaktu masih di sekolah dulu. Meskipun badan saya kecil, saya juga tidak bisa melompat terlalu tinggi. Hebatnya di mana? Tidak ada. Saya melompat hanya sebagai gaya hidup. Bukan sarana mengukir prestasi. Ibaratnya hanya untuk mendapatnya value. Bukan materi. Ah, pembicaraan ini semakin berat saja.


Itu rambut. Serupa jamur yang lurus
Seperti aktifitas lain, melompat pun punya sisi positif dan sisi negatif. Positifnya, dengan melompat kita merasa bebas seperti burung, meskipun tidak tinggi-tinggi amat. Selain itu kita bisa keren-kerenan di depan lawan jenis, toh siapa tahu ada lawan jenis yang kesemsem sama kalian, hanya karena kalian bisa melompat atau mungkin karena dia memang nge-fans sama pangeran kodok. Wallahualam. Selain itu (lagi), melompat membuatmu berani mengambil resiko. Saya ingat sewaktu masih SD dulu pernah melompat dari truk setinggi lebih dari dua meter langsung ke tanah. Rasanya menyenangkan sekaligus menegangkan. Ketika berhasil justru membuat lebih penasaran dan bikin lapar, apalagi jika memang kalian belum makan pagi.

Adapun sisi negatifnya, melompat bisa membuat pahamu sakit. Seperti yang saya rasakan dua hari ini. Iya, inti dari postingan ini, saya mau curhat. Paha saya sakit dan harus berjalan pincang-pincangan ke kampus ke mana-mana karena melompat-lompat. Terimakasih. Wassalam.

2 comments

  1. asikee, bagi rambutnya dong kanda :0

    ReplyDelete
  2. kalau punya uang, belilah trampolin, kawan..

    ReplyDelete