Berkat Bluetooth, Indra Jadi Bluescreen

Adapun di hari yang cerah kemarin, di kota saya yang kata orang jauh adalah kota yang kasar padahal kenyataannya sangat ramah tamah dan gotong royong ini diselenggarakan pameran komputer bertajuk Bazaar Bezar Bezaaran di Celebes Convention Centre, atau yang kalau dibuat singkatan menjadi CCC. Jangan kau tanya kenapa singkatanannya adalah CCC, memangnya kau ada ide lain?

Bazaar kali ini menghadirkan ikon atau maskot atlit sumo, mungkin supaya sesuai dengan general thema-nya: BIG. Saya mafhum, akan aneh jika yang dijadikan ikon adalah atlit lomba lari yang kurus.
Sore itu saya berjalan sekitar dua putaran, dua putaran berarti dua kali mengelilingi seisi ruang pameran, satu putaran kurang lebih dua puluh menit, berarti dua putaran menghabiskan waktu yang juga dua kali lipat. Adalah sebuah polemik yang besar, ketika kau sedang berada di sebuah pameran yang dipajang beribu barang murah, yang kau butuhkan, atau paling tidak kau inginkan, kau seakan ingin membeli semuanya, dan kau tidak punya uang yang cukup. Iya, itulah yang saya rasakan kemarin. Uang yang ada di kantong saya cuma cukup untuk membeli barang satu saja, itupun kalau bisa (baca: harus) yang murah, kurang dari 20ribu. Miris.

Rencananya, saya ingin membeli headset, namun ternyata harga yang paling murah itu 35rbu, sekitar 15rbu lebih mahal dari uang yang saya bawa. Bukan, bukan harga yang salah. Tapi memang saya yang salah tidak bawa uang yang cukup. Akhirnya saya putuskan untuk membeli Coolpad saja, Coolpad, kipas laptop supaya si Indra, laptop kesayangan saya tidak terlalu bersusah payah ketika harus menemani saya begadang setiap malam ketika harus kerja tugas, ngedit video, atau paling tidak main The Sims 3.

Namun entah setan apa yang merasuki saya sehingga saya membeli bluetooth external, bukannya membeli coolpad. Untuk apa? Saya juga tidak tahu. Akhirnya Indra, kamu akan sedikit kepanasan lagi. Coolpadnya ndak jadi dibeli.

Mungkin karena tidak dibelikan coolpad itulah, Indra ngambek. Setelah bluetooth nan mini dan cantik itu dicolok, mendadak kinerjanya melambat dan jejeng. Muncullah layar biru yang kerap disapa bluescreen, lalu shutdown dengan sendirinya. Canggih. Gawat, Indra. Untuk pertama kalinya, mengambek.

Bagus saja perangkat komputer kini semakin canggih saja, setelah beberapa kali restart dan menjalankan safe mode, Indra meminta saya untuk menjalankan restart dengan pilihan "Last Known Good Configuration". Dan, alhamdulillah. Indra sudah membaik lagi. Tidak, jangan tepuk tangan.

Seperti Inilah Pelaku yang menyebabkan Indra jadi bluescreen:



Ini adalah gambar bluescreen, supaya lebih jelas.



Sekian dulu postingan sore ini. Wassalam.

No comments