Akhirnya Membolos Juga

Daripada buka pintu ruangan FIS 104, lalu diliati sinis oleh Ibu Jenny, lalu dengan suara halus dan setengah mengejek diminta keluar, lalu ditertawai oleh teman-teman yang lain, akhirnya: Saya, Adityar Ichsanul Mahidin, usia 20 Tahun, mahasiswa yang ingin sekali tampan, memutuskan untuk membolos kuliah. Eyah.

Tapi kebolosan hari ini sama sekali tidak direncanakan loh! Nanti kah ko kira malas ka'! Tidak nah! Saya termasuk salah satu dari sekian sedikit mahasiswa yang rajin. Entah, hari ini sepertinya saya memang tidak ditakdirkan untuk kuliah. Lalu kenapa membolos?

Ada sebuah koordinasi yang cukup baik dari tidur yang tidak lelap, nyamuk yang banyak, kelambu yang berlubang (tadi tidur pake kelambu loh! romantis kan?!), dua orang adik lelaki yang turut serta mengisi kelambu yang berlubang, serta batere hape yang aneh, kalau sudah mati, perlu dua ribu ampere untuk menyalakannya lagi, sungguh yang terakhir ini terlalu didramatisasi.

Ternyata rambutku kayak gini kalau masih basah.
Padahal hari ini saya sudah berseragam terangat sangat rapi dibandingkan dengan biasanya loh: Kemeja kotak-kotak berwarna hitam dipadukan dengan sweater berwarna merah marun - hitam, celana jins, rambut yang masih basah dan disisir rapi (baca: apa adanya), dan wajah yang tampan, dengan sedikit pengharapan Ibu Jenny akan terkesima dan mempersilahkan saya masuk, dan... Kuliah dengan tenang. Namun apa daya, aku ini manusia juga. Pintu sudah ditutup dan aku tak hendak mengganggu proses pen-transferan ilmu dari Ibu Jenny ke teman-teman peserta kuliah yang lain. Bolos kuliah isn't that bad. Haha :D

2 comments

  1. hahhhaaa
    gokill

    sygnya ibu jenny tdag terkesima
    :D

    bolos lbih nikmat
    haaa

    ReplyDelete
  2. haha, tapi ndak mau meka' deh bolos deh...
    ndak gaul...

    ReplyDelete