Tentu Saja Ramadhan itu Istimewa

"Aku harap sepanjang tahun adalah ramadhan". Kata seorang anak di tengah menikmati buka puasanya. Ayah ibunya terheran dan saling memandang. "Kenapa kau berkata seperti itu, Nak?!" tanya ibunya.
Ayahnya yang duduk di sebelahnya lantas turut menanggapi, "Nak, kalau sepanjang tahun adalah Ramadhan, maka kita akan berpuasa selama setahun penuh!"
"Tidak apa, Ayah." Lanjut sang anak. "yang penting aku selalu bisa makan bersama ayah dan ibu seperti sekarang ini, yang jarang kita lakukan di luar bulan Ramadhan"

Mari kita cermati sekali lagi kisah percakapan yang sering dibawakan di ceramah tarawih di atas. Untuk sekali mari bayangkan kalau sepanjang tahun adalah Ramadhan, puasa dan tarawih setiap hari sepanjang tahun, buka puasa dan sahur setiap hari sepanjang tahun, yang akan berakhir pada satu hal: Ramadhan akan terasa biasa saja.

Menyambut ramadhan yang istimewa yang tinggal hitungan jam ini, saya Adityar mewakili keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas setiap kata yang menyakiti, setiap perilaku yang tidak menyenangkan, satiap pikiran buruk, dan setiap kesalahan.
Mari saling memaafkan supaya di akhir ramadhan kita bisa memulainua dari awal lagi.

No comments