Microblogging VS Blogging

Di suatu negara bernama Indonesia, dua orang sahabat, satunya bernama Keren dan satunya lagi bernama Gagah sedang menikmati sore sambil menunggu buka puasa.

“Coy, Kemarin Gua ikutan pelatihan Blog di kampus. Rame banget! Gak nyangka gua kalau anak-anak di kampus pada banyak juga yang nge-blog” Gagah berkata pada sahabatnya, Keren sambil menyisir rambutnya dengan tangan, membuatnya kelihatan semakin gagah saja. Keren yang sedang berdiri dengan tangan kanan di saku celana mengerlingkan mata, menarik nafas panjang menanggapi dengan nafas yang dalam, “Lo kira kita aja yang suka nge-blog?”. Gagah mengangguk-angguk membuat rambutnya yang hitam berkilau berdansa di atas kepalanya. Kali ini dia terlihat semakin gagah.

“Ren, menurut lu lebih seru mana? Blogging atau Microblogging?” Gagah lantas bertanya serius seraya memicingkan mata ke arah Keren. Rambutnya berkibas tertiup angin membuat Keren bangga punya sahabat segagah Gagah. Keren bersiap menjawab dengan membentuk symbol pistol dengan jari telunjuk dan jempolnya di bawah dagu. Dengan begini sampailah ia di titik paling kerennya. “Lebih gampang Microblogging sih, bebas nge-update apa aja biar kata Cuma beberapa karakter juga udah jadi, kita tinggal update, trus tinggal tunggu feedback dari orang-orang. Nggak usah dipikir panjang lebar kayak mau nge-post di-blog. Kalau di-blog harus dikonsep dulu bagusnya di mana jeleknya di mana.” Jawaban Keren membuat Gagah yang kini menyapu-nyapu alisnya dengan jari lantas menanggapi, “Iya juga. Enak bener ye! Kalau gitu bagusan Micro-blogging dong!”

“Tapi kan percuma kalau Lu rajin dan eksis ngupdate sampai tiga puluh update-an sehari tapi lu nggak tahu apa isinya” Keren melanjutkan omongannya. Kali ini ia membuat tanda “peace” dengan jari. Entah apa maksudnya, yang jelas dia merasa keren dengan pose seperti itu.
“Maksud Lu, Ren?!” Gagah Penasaran.
“Gua Cuma mau bilang, kita musti pintar-pintar sama Microblogging. Pintar milih mana yang pantas dibaca orang, mana yang nggak perlu!”. “Sebenarnya Blogging sama Microblogging sama aja, yang beda Cuma kuotanya. Tergantung bagaimana kita make-nya. Dan yang paling penting, kita harus tahu dulu. Mana yang “menyampah” mana yang “menulis”.

Adzan Maghrib berkumandang tanda buka puasa, Gagah dan Keren bergenggaman tangan dengan erat, menyisir rambut masing-masing, lalu berpose seperti Kesatria Baja Hitam kembar. Mereka melakukannya karena mereka merasa gagah dan keren.

4 comments

  1. Yang jelas.
    Nama abang tampan trus berkumandang di jagat microgossip...
    Cie cie

    ReplyDelete
  2. ck, ck, ck.
    gosip apa?
    ndak enak perasaan ku.

    ReplyDelete
  3. Lo yg keren pa yg gagah tyar?

    Hehe.

    ReplyDelete
  4. bukan keduanya, Sof.
    kalau saya sih tampan.

    Haha

    ReplyDelete