Masa Depan Dimulai dari Sekolah yang Bersih dan Sehat (w/ PROSPER Project)

WC dan SD adalah kombinasi yang sulit aku ingat bersamaan. Pasalnya, dua SD yang aku tempati mengenyam pendidikan dasar: satu di kampung dan satu di kota, dua-duanya tidak punya kamar mandi.

Yah bukan tidak ada juga sih. WC sih ada. Namun seingatku, kedua WC itu pintunya selalu ditutup dan terkunci. Dari luar terlihat gelap dan kumuh, suram seperti sarang setan. Gara-gara WC yang tidak pernah terbuka itu, aku punya pengalaman buruk waktu SD: boker di celana. Tapi itu cerita untuk lain waktu.

Gara-gara itu, kebelet di sekolah adalah hal yang tidak menyenangkan. Kalau kebelet, kami harus berimprovisasi di tembok belakang kelas. Dan gara-gara improvisasi yang keseringan itu, pernah suatu kali kelas kami bau pesing dan dihukum guru kelas yang sedang hamil muda.

Sarana sanitasi adalah hal yang penting tapi entah kenapa sering terabaikan baik pembangunan maupun pemeliharaannya. Pernah, waktu masih kuliah kami bikin film dokumenter soal buruknya sarana sanitasi di kampus. Untungnya, sekarang sudah jauh lebih baik.

Makanya, waktu dengan ada project yang salah satu fokusnya adalah pembangunan dan pemeliharaan sarana sanitasi sekolah aku langsung antusias. Program itu bernama PROSPER, Promoting a Sustainable and Food Secure World. Program ini adalah hasil kerjasama antara Cargill dan Care International Indonesia yang dilaksanakan di Kota Makassar (Sulawesi Selatan) dan Kabupaten Serang (Banten).

Nah, pembangunan dan pemeliharaan sanitasi di sekolah ini baru satu bagian program PROSPER yang berfokus pada pembangunan/rehabilitasi sarana air bersih, sanitasi, dan hygiene (fasilitas WASH). Program PROSPER sendiri bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi serta ketahanan terhadap perubahan iklim. Program PROSPER Indonesia juga akan berkontribusi terhadap tujuan jangka panjang (goal) PROSPER International untuk penurunan angka diare dan penyakit menular dari anak-anak siswa Sekolah Dasar, guru, orangtua dan masyarakat sekitar sekolah.

Di Makassar sendiri, Care International bermitra dengan pemerintah Kota Makassar dan Yayasan Mitra Husada dan telah berjalan di 10 Sekolah Dasar: SD Negeri Bontojai, SD Negeri Baddoka, SD negeri Pai 1, SD Negeri Paccerakkang, SD Inpres Mangga Tiga, SD Inpres Pa'Baeng-baeng 1, SD Inpres Bontojai, SD Negeri Pangandongan, SD Negeri Pagandongan, SD Inpres Pai 2, dan SD Kompleks Sambung Jawa.

Program PROSPER ini berlangsung selama 27 bulan dan telah dimulai sejak tahun 2016. Selain pembangunan dan rehabilitasi sarana air bersih, sanitasi dan hygiene tersebut, kegiatan lain yang juga dilaksanakan adalah peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta promosi makanan sehat.

Meriahnya Drum Band Murid SD Menyambut Kedatangan Tamu
Secara seremonial, tanggal 28 Maret 2018 kemarin program PROSPER telah melaksanakan peresmian secara simbolis sarana sanitasi yang telah terbangun. Sarana sanitasi yang telah terbangun terlihat bersih dan sangat layak, lengkap dengan air mengalir dan sabun di wastafel. Jadi, orangtua tentu bisa lebih tenang soal kebersihan anak-anaknya di sekolah.

WC yang telah dibangun juga bersih, nyaman, dan tidak licin. Wah, kalau WC-nya bersih seperti ini, adik-adik tidak lagi perlu berimprovisasi saat kebelet ya haha.

Peresmian Sarana Sanitasi yang Telah Terbangun
Tentu saja sangat disayangkan jika sarana sanitasi yang sudah bagus dan bersih ini menjadi tidak terpelihara, makanya dalam upaya pemeliharaan, telah ditetapkan komite sekolah untuk program WASH di sekolah masing-masing ini. Tentu saja, peran aktif adik-adik peserta didik juga sangat diperlukan.

Di kalangan peserta didik ini sendiri, juga dipilih 300 anak yang dipersiapkan menjadi "dokter kecil" yang diharapkan mampu menjadi contoh dan mempromosikan tentang perilaku hidup bersih dan sehat ke kawan-kawan sebayanya.

Gemas. Aksi Para "Dokter Kecil" Mengajak Kawan-kawannya Membiasakan Cuci Tangan
Di sekolah masing-masing, juga telah terlaksana kegiatan dalam rangka mendukung goal Program PROSPER.

Pelaksanaan Program PROSPER di Sekolah Dasar
Acara peresmian berlangsung meriah dari awal sampai berakhirnya acara. Adik-adik dari sepuluh Sekolah Dasar bergantian menampilkan tari-tarian, drama, hingga perkusi. Barangkali, tidak ada yang lebih menyenangkan bagi orangtua selain melihat anak-anaknya tumbuh dengan sehat dan ceria seperti ini.

So yeah, we can thank PROSPER Program for that :)

No comments