8 Hal Kece Favorit Saya di Zenfone 3 ZE520KL


Mentang-mentang waktu SMA ngambilnya IPS, sampai sekarang ini saya memegang teguh prinsip ekonomi, "pengeluaran sekecil-kecilnya untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya". Hal ini memang selalu saya praktekkan dalam hal menentukan barang yang hendak saya beli, apapun. Dari menu makan siang sampai perangkat elektronik. Semua harus worth it. Pengorbanan yang saya keluarkan harus seimbang dengan yang saya dapat!

Atau dalam bahasa yang lebih sederhana: Irit.

Karena itu, sebelum membeli suatu barang, menonton film di bioskop, atau sekedar ke tempat nongkrong kekinian, saya pasti mencari reviewnya dulu. Minimal stalking fotonya di Instagram. Ini untuk menghindari kekecewaan, menghindari sakit hati yang lebih dalam nantinya. Dan yang paling penting - menyelamatkan isi dompet yang memang sering mengeluarkan sinyal SOS.

Apalagi kalau yang mau dibeli adalah perangkat elektronik.

Saya akan menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Saya akan mencari spesifikasi, testimoni pengguna di blog, dan video-video tes dan unboxing di Youtube. Ini wajib. Dengan begitu ketika sudah sampai di toko, saya sudah tahu produk yang mau saya beli lengkap dengan harganya. Jadi, saya bisa terhindar oleh bujuk rayu senyum manis dan rok mini SPG dan tidak tertipu harga yang dipatok. Soalnya banyak juga sih, toko yang menjual barangnya kelewat mahal dari harga yang direkomendasikan.

Nah, postingan ini ditulis untuk orang-orang yang berprinsip sama, ini dia review Asus Zenfone 3 ZE520L. Apakah Zenfone 3 ini seri smartphone yang worth it? Ini adalah 8 hal favorit saya di Zenfone 3. Mudah-mudahan bisa jadi referensi untuk kalian yang sedang mencari smartphone baru yang kekinian.

***
1. CURI PERHATIAN GEBETAN DENGAN TAMPILAN ZENFONE 3 YANG KECE DAN MEVVAH

Tampilan Zenfone 3
Hal pertama yang saya suka dari seri Zenfone 3 ini adalah tampilannya yang kece punya. Asus memang melakukan perubahan yang cukup radikal di seri Zenfone-nya kali ini. Zenfone 3 tidak lagi menggunakan bodi plastik seperti seri-seri sebelumnya. Kali ini, Asus membalut Zenfone 3 dengan metal dan Gorilla Glass dengan finishing motif ala Zen. Itu loh, cahaya yang memusar dan mengilap di bodi belakangnya.

Zenfone 3. Tipis dan elegan dengan kaca depan melengkung
Kaca Gorilla Glass di layar depan kini dibuat melengkung, atau istilah populernya 2.5D Curve Glass yang memberi kesan premium. Logo Asus juga dipindah ke belakang, dicetak di bodi lalu dibalut lagi oleh kaca. Yes, logo Asusnya ada di dalam kaca tangguh Corning Gorilla Glass, jadi tidak udah khawatir luntur (emang baju?).

Jajaran Zenfone 3 yang secara resmi diluncurkan di Nusa Dua, Bali kemarin juga menjadi seri pertama Zenfone dengan pemindai sidik jari. Di atas pemindai sidik jari, ada kamera didampingi laser autofocus dan LED. Nah, sebenarnya ada satu hal yang awalnya membuat saya khawatir - desain kamera yang menonjol di belakang membuat saya cemas kalau-kalau kamera ini akan rusak kalau diletakkan di meja. Tapi Asus menjamin kamera ini tangguh karena dibungkus oleh kaca Sapphire yang jernih dan kuat jadi tidak usah khawatir.

2. PAMER FOTOMU KE MANTAN DENGAN KAMERA BERESOLUSI BESAR BERSENJATA SENSOR SONY IMX298
 
Memotret dengan Pixel Master 3.0
Kualitas kamera menjadi pertimbangan utama saya dalam memilih gadget. Selain karena belum punya kamera profesional, kamera smartphone yang ringan dan praktis dibawa ke mana-mana menjadikan smartphone sebagai alternatif yang pantas dipertimbangkan.


Hasil foto Zenfone 3
Sebagai penyuka mobile photography, saya merasa sangat puas dengan hasil kamera Zenfone 3. Menurut saya, hasil foto Zenfone 3 sudah sangat cukup untuk menjadikan kamera ini sebagai alat dokumentasi foto dan video sehari-hari.

Di postingan ini, saya tidak meng-cover banyak soal kamera karena sudah saya bahas lebih dalam di sini. Ayo dong di-klik! Masa' saya harus nulis, "8 Hal Menakjubkan di Kamera Zenfone 3, nomor 5 akan membuatmu tercengang!" dulu biar kamu mau ngeklik?

3. MAKIN NYAMAN STALKING DI LAYAR FULL HD DENGAN KERAPATAN PIXEL 424 PPI

Layar Zenfone 3 luas dan nyaman dipandang

Di zaman sekarang ini, rasanya memang sulit sekali lepas dari smartphone. Bagaimana tidak, hampir semua aktifitas bisa dikerjakan lewat smartphone. Dari komunikasi sampai entertainment, dari PDKT sampai stalking mantan.

Sejak beralih ke Zenfone 2 Laser tempo hari, saya memang jadi senang menonton film dan video Youtube via smartphone. Alasannya tentu saja karena bisa nonton sambil tiduran. Coba bayangkan repotnya nonton film 2 jam sambil tiduran memegang laptop.

Zenfone 3 berlayar seluas 5.2 inch Full HD dengan kerapatan pixel 424 menjanjikan pengalaman menonton film yang lebih jernih dan detail.

Dengan layar sejernih ini pula, stalking Instagram mantan juga jadi lebih sensasional, kamu jadi bisa melihat detail senyum di bibirnya yang kok jadi makin manis sejak bukan sama kamu lagi. Kecerahan layar 600nits menjamin kalian bisa stalking foto doski meskipun di bawah sinar matahari yang silau. Stalking di malam hari juga jadi lebih nyaman dengan fitur Bluelight Filter, yakni filter yang mengurangi intensitas biru di layar smartphone yang melelahkan mata.

Oh, stalking tidak pernah semanis ini.

*kemudian nangis di pojokan

4. NGE-VLOG KECE SAMPAI 4K

Ngevlog dengan Zenfone 3?
Selain suka selfie, saya memang senang merekam video sehari-hari. Lumayan untuk kenang-kenangan. Arsip video saya di laptop pun cukup lengkap dari zaman SMA, meskipun direkamnya masih format 3gp dengan resolusi kamera 2MP. Semua wajah di dalamnya jadi kotak kayak sekelompok Danbo lagi tawuran. Pokoknya kalau diupload ke Youtube maksimal resolusinya pasti cuma 144p.

Sekarang, dengan Zenfone 3, hobi saya nge-video-video jadi makin gampang tersalurkan. Bodinya yang compact menjadikannya perangkat pengganti camcorder dengan hasil video jernih dan share-able banget ke Youtube atau Instagram.

Meskipun begitu, sampai saat ini saya masih merekam dengan resolusi 1920 x 1080 soalnya laptop saya sudah megap-megap sesak nafas disuruh ngedit video resolusi 4K. Nantilah, kalau sudah punya Zenbook *uhuk kode Jerry Shen CEO Asus*

Nah, terus apa itu fitur Electronic Image Stabilizer (EIS)?

Kan sekarang lagi zaman-zamannya tuh nge-vlog sambil travelling? EIS ini berfungsi untuk mengurangi efek getaran yang terjadi pada kamera, sehingga, hasil video jadi lebih minim guncangan dan lebih stabil. Tentu ini adalah berita yang sangat baik, mengingat semakin ringan suatu kamera, semakin susah untuk mengurangi getarannya. Jadi, untuk yang punya tangan yang gemar bergetar, fitur EIS ini akan jadi teman baikmu!

Di sela-sela Asus Incredible Race kemarin, saya sempat merekam beberapa video di berbagai kondisi cahaya dan kondisi jalan. Hasilnya bisa kalian liat:

A video posted by Adityar (@planetyar) on


I think it is safe to say that Asus did a really good job on photo and video recording aspect.

5. JEROAN TANGGUH UNTUK GAMING DAN MULTITASKING

Gotta Catch 'em All!
Saya tahu kamu ingin menjadi the very best, like no one ever was *lalu nyanyi jingle Pokemon*

Jadi kalau tadi kamu bertanya, apa sih yang dilindungi oleh body metal tangguh dan Gorilla Glass itu? Inilah jawabannya: 2Ghz Qualcomm Snapdragon 625 octa core 64bit featuring 650Mhz Andreno 506.

Apa artinya?

Sederhananya begini: kalau cuma untuk main game Pokemon atau Candy Crush sih, spesifikasi ini sudah berlebihan. Dengan dapur pacu sekuat itu, Asus Zenfone 3 menjamin pengalaman bermain game yang lebih lancar. Selain itu, sebuah fitur baru bernama Game Genie dikembangkan khusus untuk menambah kenyamanan bermain video game. Game Genie akan otomatis aktif membersihkan RAM dan mem-boost (dorong) performa.

Saat ini saya sedang mendalami game Asphalt untuk latihan ujian SIM dan belum mendapati lag yang berarti. Gambar yang dihasilkan juga detail dan jernih. No lag & no force close. Dan oh, untuk para Trainer Pokemon, Zenfone 3 sudah bisa pakai AR sehingga sensasi mencari Charizard jadi lebih nyata.

Hidup Valor!

Selama menggunakan Zenfone 3 ini, saya merasa smartphone ini begitu responsif. Dengan processor kencang dan RAM yang lapang, main game sambil mendengarkan musik tidak akan mengurangi performa secara berarti.

Kalau menonton sambil dengar main game gimana? Emang ada orang nonton sambil main game? Udah gila ya kamu ya?!

6. STALKING LEBIH KENCANG DENGAN 4G

4G dengan Zenfone 3
Dengan semakin banyak dan murahnya tawaran 4G para provider, kemampuan mengakses jaringan 4G menjadi wajib dimiliki para stalker. Memang sih, Zenfone 3 bukan perangkat pertama Asus yang mendukung 4G, tapi bagi saya yang terbiasa stuck di jaringan edge, browsing internet di jaringan 4G kayak terjun bebas dari tingginya hati gebetan ke tanah. Sekencang itu.

Kalau di Makassar sih, sejauh ini jaringan 4G saya lancar di semua rute yang saya lalui sehari-hari. Kalau spesifikasi lengkapnya sih, Zenfone 3 sudah menggunakan modem yang mendukung LTE Category 7 yang mampu berselancar di jaringan 4G hingga kecepatan 300 Mbps, namun di Indonesia belum ada jaringan 4G yang mampu menembus kecepatan 100 Mbps. Sekarang tinggal menunggu para provider memperbaiki sarana dan prasaranya.

Kalau kecepatan downloadnya sendiri, baru-baru ini saya menggunakan Zenfone 3 sebagai portable hotspot untuk mendownload file sebesar 1.8 GB, hasilnya bisa selesai dalam waktu kurang dari 30 menit.

Network yang kencang memberikan kesempatan bagi kamu untuk pamer kebahagiaan ke mantan dengan lebih cepat. Tunjukkan ke dia semua aktifitas kamu di semua social media biar dia tahu kamu sekarang bahagia. Sering-sering juga upload selfie kamu pakai fitur beautification sama cewek random yang kamu temui di mall supaya dia mengira kamu sekarang punya banyak teman cewek.

Untuk mantan tidak ada toleransi!

7. SO MUCH ROOM!

Ah... Ini aroma lapang yang kurindukan
Karena seri Android Marshmallow tidak lagi menyediakan fitur App2SD, maka memori internal haruslah besar. Untungnya, Zenfone 3 seri ZE520KL punya 32GB ruang yang bisa kamu isi. Dengan penyimpanan sebesar ini, semua aplikasi dan filemu tidak usah lagi berdesak-desakan. Dan kalau merasa ini masih kurang, kamu bisa menambah MicroSD hingga 256GB. Saya sendiri sih menambahkan Micro SD untuk menyimpan file kayak foto, film, dan bahan-bahan kuliah *pencitraan* *padahal buat nyotek pas UAS*

Dan oh, kalau kamu beli Zenfone 3, kamu dapat gratis 5GB storage di Asus Webstorage + 100GB storage di Google Drive selama 2 tahun.

8. ZEN-UI DAN APLIKASI PELENGKAPNYA

Zenfone 3 dan ZenUI
Asus punya interface-nya sendiri yang bernama ZenUI. Dulu, sebelum pakai Zenfone, saya sering sekali ganti launcher. Sekarang, launcher bawaan ZenUI tidak pernah saya ganti. Fitur double tap to wake and lock menjadikan saya tidak pernah lagi menekan tombol power untuk mengunci dan membuka kunci. Fitur touch gesture juga memberikan kita kesempatan untuk membuka aplikasi lewat pola sentuhan. Saya sendiri menggunakan touch gesture untuk membuka aplikasi kamera supaya tidak ketinggalan momen.

Aplikasi bawaan yang menurut saya juga kece badai adalah Asus Mobile Manager, sebuah aplikasi yang punya auto start manager, booster, cleaner, sampai mobile data manager yang memungkinkan kamu memantau dan mematikan akses internet untuk aplikasi tertentu.


Adapun soal bloatware, dibandingkan Zenfone 2 Laser pendahulunya, bloatware di Zenfone 3 ini sudah berkurang dan dapat di-disable dengan mudah.

***
Kesimpulan
Itu tadi adalah 8 hal favorit saya soal Zenfone 3. Masih banyak fitur yang belum saya sentuh seperti perangkat audio Sonic Master, kan dari awal judul postingan ini memang membahas fitur favorit saya kan ya? Fitur-fitur yang mendukung kebutuhan saya sehari-hari *kecuali stalking mantan ya kecuali stalking mantan*!!!

Kalau kalian punya fitur favorit soal Zenfone 3 yang belum saya tuliskan di sini, tulis di komentar yah!
Menurut saya, Zenfone 3 yang dibanderol dengan harga Rp. 4.099.000,- ini sangat sebanding dengan fitur yang ditawarkan. Meskipun lebih mahal dari para pendahulunya, harga ini masih lebih terjangkau dibandingkan dengan perangkat merek lain dengan spesifikasi yang sama.

No comments