Youtube Rewind Makassar: Tren, Reaksi, dan Ekspektasi



"Haiii... Kita lagi di benteng. Sama doi. Sama doi"

Puthee (diperankan NisaNiru) dan Doi-nya (Abu)
Youtube Rewind Makassar 2016 dibuka dengan tren Putheee Kita Lagi di Benteng Nonton Balap Sama Doi (yah kurang lebih begitulah nama trennya meskipun sayanya ngasal kasih nama) yang memang viral di Makassar penghujung tahun ini. NisaNiru kelihatan sangat alami dan menjiwai memerankan Puthee. Detail-detail kayak ekspresi, gaya rapi-rapikan jilbab, zoom kamera ke hidung, semuanya tidak ada yang terlewat. Barangkali memang si Nisa ini tidak keluar rumah sebelum nonton video Putheee *hahaha peace, Nisa*.

Baru di openingnya saja saya sudah cekikikan sendiri hahaha. Banyak na air weh.

Nah, sedangkan doi mukanya kelihatan tidak asyik itu, yang membonceng Nisa itu, si Abu (dari channel Tumming Abu) yang memerankan si Doi-nya Putheee. Kalau kalian pernah nonton film Uang Panai, pasti kalian kenal sama doi.

Nisa Unboxing tombol Youtube Rewind

Hm, kalau yang sekelas Tumming Abu saja ikut di Youtube Rewind Makassar, kalian tahu ini video dibikinnya tidak main-main.

Abu (dari Tumming Abu) memegang tombol Youtube Rewind

Suasana berubah saat si Nisa "Putheee" melihat sebuah kotak misterius di belakangnya. Begitu di-unboxing, isinya sebuah tombol rewind berwarna merah khas Youtube Rewind.

Makassar Creators mempersembahkan: Youtube Rewind Makassar - Humanity.
*prok prok prok*
Confetti mana confetti?
***


Pertama, kita diajak makan Samyang sama Fadel Austin. Di seberang mejanya, Wayan Indah kelihatan serius menikmati semangkok Coto Makassar lengkap sama ketupat-ketupatnya. Kakinya sudah naik satu ke kursi itu saking seriusnya. Melihat kenikmatan itu, Saya jadi bermimpi jika suatu hari, kalau saya dipanggil terlibat di Youtube Rewind Makassar, saya akan menawarkan diri untuk memerankan adegan makan coto juga.

Fix Resolusi 2017: makan coto di Youtube Rewind Makassar.

Kamera kemudian zoom - out, sekarang kita sudah di dalam bus dengan supir yang ugal-ugalan.  Hayo, kalian pasti tahu referensi adegan ini dari mana. Duh, semua penumpang jadi heboh-seheboh-hebohnya. Audio dan musiknya juga menambah seru, yah meskipun pak supir harus nabrak pada akhirnya. Cekitttt bum!


Kemudian, kita sampai ke anjungan Pantai Losari. Iksan Bangsawan menjelma jadi aktivis flat earth. Sampai dia menabrak Hardipapsq yang berujung perdebatan bumi datar vs bumi bulat. Sudah, kita tinggalkan saja mereka berdua berdebat dengan tenang. Mending kita ikut yang lain cari Pikachu. Mumpung banyak yang bakar incense. Gotta catch 'em all!

Bumi bulat vs Bumi datar

Sewaktu game Pokemon GO rilis, Anjungan Pantai Losari memang disulap menjadi spot pencarian Pokemon, apalagi pas malam hari. Saat malam tiba, Pantai Losari akan penuh dengan pemuda-pemuda pencari Pokemon langka. Mereka akan memenuhi Pantai Losari sampai jam 4 subuh. Iya, Pokemon GO di Makassar memang seheboh itu.

Para Pencari Pikachu
Sementara para cowok-cowok itu sibuk mencari Pikachu, kita ikut nongkrong cantik sama si cantik Uwibama dan kawan-kawan ah. Aih, nongkrong di 2016 tanpa bikin Insta Stories rasanya memang kurang nongkrong. Hebohnya nongkrong mereka sampai mengganggu Mamak Ramlah yang lagi serius meladeni viewers-nya di Bigo Live. Aih, Mamak Ramlah buka dikit doong buka doooong.

Nongkrong cantik sambil Insta Stories
Buka dikit doong
Hebohnya Insta Stories dan Bigo Live mereka rupanya tidak mengusik kegalauan Uncle Cimbo dan Fina yang lagi AADC-an di kafe yang sama. Barangkali saking galaunya mereka berdua, di sini malah Cinta yang jadi jahat. Cinta yang jahat kemudian mendapati dirinya mengikuti pengadilan Pamica saja.

Suasana ruang persidangan dan Kanjeng Chigga
Pamica divonis bersalah oleh hakim Keef Houston. Untungnya, ada Aminda Putri yang menenangkan di segala ujian yang mengecewakan ini. Pamica divonis hukuman Uvuvwevwe Onyetenyevwe Ugwembubwem Ossas. Sumpah absurd sekali pak hakimnya. Ditambah ada backsound Awkarin feat Young Lex pula.

Sayangnya, karena ketidakgaulanku sendiri, saya tidak bisa menangkap beberapa referensi contohnya adegan pengadilan ini, saya tidak tahu referensinya dari mana. Kalau kalian tahu, tolong tulis di komentar sebelum saya tanya ke dosen pembimbing. Di tengah kebingungan itu, pintu ruang pengadilan terbuka dan masuklah Yusuf Kiwarsi memerankan Rich Chigga yang salah gaul sama Dimas Kanjeng. Doi naik balance wheel sambil bagi-bagi uang hasil penggandaan. Duh...

Beberapa referensi yang tidak saya ketahui
Next! Terlihat Tutorial. id dan SuperDJ MKS memperdebatkan taksi online vs taksi konvensional. Tiba-tiba, lewat pete-pete (mobil angkutan kota) yang berasap. Aih, siapa tidak ingat kejadian yang satu ini. Waktu itu, pada saat perkenalan prototipe Pete-pete Smart, konsep angkutan umum baru dengan wifi dan AC ke masyarakat, radiatornya berasap dan jadi viral.

Taksi Online, Pete-pete Smart, dan pejuang telolet
Duh, semoga cepat rampung ya, Pak Pete-pete Smartnya.

Yah, rupanya di depan pete-pete itu sudah mengantri beberapa Makassar Creator yang sungguh-sungguh meminta telolet. Sudah liat itu pete-pete berasap masih minta telolet. Untungnya, Rizcky De Keizer loop music artist andalan gue kebetulan lagi ada di situ naik becak yang dikayuh Tumming dengan wajah yang sangat bijaksana. Jadilah mereka bertelolet dengan ceria. Keceriaan itu membuat mereka lupa dunia dan mengecueki (((mengecueki))) tawuran tim Captain America VS Tim Iron Man di depannya.

Bahagianya para pejuang telolet
Avengers mau tawuran
Montase tren-tren yang diangkat dalam Youtube Rewind Makassar memang menggabungkan tren lokal dan mainstream sehingga tetap dapat dinikmati oleh viewers nasional, apalagi viewers lokal. Ada Khiko.Uno dengan PPAP-nya Pikotaro, ada Bolang_MKS yang mereka komentator Piala AFF, 'kontrol bola" dan 'Boas Salosa cantik sekali', Anggi Palinggi yang nge-dab-nge-dab asyik Juju On The Beat, dan Ajudan Pribadi yang kampanye mau jadi presiden Amerika periode dua ribu nol sampai dua ribu kosong tomorrow landing. Adapun Ajudan Pribadi ini kayaknya sudah jadi konten nasional kayaknya, meskipun dialek Makassar dan okkotsnya kental terdengar.

PPAP dan Ajudan Pribadi Tomorrow Landing

Di antara kehebohan-kehebohan itu, jangan kita lupa mendoakan semoga uang panaiknya Anca (Ikram Noer) cepat terkumpul supaya bisa meminang Risna secepatnya. Oi, Tumming Abu bantu sai itu teman nu kodonge jang ko sibussendiri di belakang.

Juju on The Beat sampai Uang Panai
Sementara itu, Jokernya Suicide Squad dan Valak sedang saling adu make up. Kayaknya mereka sudah berambisi bikin channel beauty vlog. Ternyata pesona Valak kalah oleh seramnya senyuman Joker, Valak jadi lari ketakutan dan nyasar di Pasar Sabtu, mengagetkan Agie Jordan, Suthe Nurbesari, dan Angga Darwis yang sedang nyanyi OST Warkop DKI Reborn.

Valak VS Joker: Battle of The Beauty Vloggers

Gara-gara ketakutan sama Valak, mereka bertiga jadi mengejar-ngejar Valak. Entah itu mereka teriak histeris takut Valak atau histeris karena ngefans sebenarnya. Youtube Rewind Makassar ditutup dengan water bottle flip by Saldi Ali (yang ternyata merangkap director), mannequinn challenge dan dance party oleh seluruh creators, serta tribut untuk Aleppo.

Hebohnya Youtube Rewind Makassar 2016
***
1. Tema dan Konsep
Saya nonton videonya berulang-ulang hoho. Ramai, pecah, hectic, keren! Jujur, sewaktu melihat teaser-nya beberapa hari yang lalu, ekspektasi saya tidak begitu tinggi mengingat ini adalah Youtube Rewind Makassar pertama dan bisa jadi video kolaborasi pertama dari para creator di Makassar. Baru setelah selesai menontonnya, kekhawatiran itu lenyap. Tim Creator Makassar mampu merekap tren lokal dan menggabungkannya dengan tren mainstream dengan cukup lengkap dan rapi. Adapun soal tema, Youtube Rewind Makassar 2016 mengambil tema humanity yang diterjemahkan pada bagian akhir video yang menunjukkan keprihatinan terhadap bencana kemanusiaan. Keren dan menarik bahwa creator Makassar tidak cuma merayakan budaya pop melainkan menggunakannya untuk menyampaikan pesan kemanusiaan - meskipun membuat video yang hectic ini instan menjadi antiklimaks. Nda tega rasanya melihat Akrabarka dan Nu-Lis yang biasanya ceria jadi sedih begitu.

Saya juga suka karena mereka mempertahankan dialek Makassar dan memperkenalkan beberapa hal tentang Makassar kayak Coto Makassar serta Pantai Losari. Semoga hal ini bisa memberikan eksposure kepada kota yang sama-sama kita cinta ini, supaya cap negatif yang sering ditempel oleh media mainstream itu lepas sudah. Kalau bukan kita siapa lagi yang mau memperjuangkannya, toh kayaknya anak-anak Makassar itu cinta banget sama kotanya - kelihatan dari logo komunitas atau kegiatan yang selalu ada identitas budayanya. Local go global amirite?

2. Cinematografi dan Audio
Dari teaser saja, Youtube Rewind Makassar terlihat cukup menjanjikan. Begitu menonton videonya secara penuh, janji itu mutlak terpenuhi. Pas liat nama-nama orang di belakang layarnya yang juga sudah cukup populer, jadinya tidak salah kalau dibilang ide dan konsep itu dapat diterjemahkan dengan rapi ke dalam bentuk visual. Musik pun sama, props untuk Chapunk ACDP buat remix musiknya yang keren.

Transisi antaradegan masih terlihat cukup kasar sebab memindahkan dari satu klip ke klip lainnya bukan kerjaan gampang, apalagi tren yang dimuat juga cukup banyak. Adapun untuk audio, sound effectnya cukup bagus dan rapi sehingga mampu mendukung visualnya dengan sangat baik, meskipun ada beberapa backsound yang terlalu keras sehingga dialog kurang terdengar dengan jelas. Melihat dari property yang lengkap, lokasi shoot, dan daftar sponsor mencerminkan budget untuk video yang cukup besar.

3. Creator
Umumnya, yang terlibat sebagai pemain dalam Youtube Rewind adalah orang-orang yang menggunakan platform Youtube untuk menyebarkan karya. Adapun di Youtube Rewind Makassar ini, di dalamnya ada beberapa wajah yang tidak asing di dunia per-Youtube-an Makassar, dan beberapa lagi adalah orang-orang yang biasa menghiasi timeline dan tab explore Instagram, atau bahasa lainnya - Selebgram. Artis Friendster tidak ada, jadi tidak usah ditanya. Barangkali itu juga alasan tim Youtube Rewind Makassar memilih menggunakan kata creator dibandingkan Youtuber ala komunitas Youtube di kota-kota lain.

4. Kesimpulan dan Harapan
Deh berasa bikin skripsi ka' pakai bab kesimpulan dan harapan.
Youtube Rewind Makassar 2016 boleh jadi Youtube Rewind Makassar yang pertama, tapi hasilnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Bagi saya pribadi, video ini keren *angkat topi untuk semua tim dan para creator*. Semoga hype Youtube Rewind Makassar tidak setop sampai di sini saja, melainkan bisa menciptakan tren kolaborasi yang positif dan kontinyu antarkreator.

Tahun 2016 adalah tahunnya konten dan sepertinya akan semakin besar di tahun 2017. Youtube Rewind Makassar adalah satu langkah besar yang sangat disayangkan untuk sekadar menjadi perayaan tahunan, melainkan diharapkan mampu menciptakan atmosfer Youtube di Makassar yang memang masih sepi. Paling tidak, kita sudah menuju ke sana. Hayok kurangi saling mencela dan membanding-bandingkan karya dan memperbanyak kolab.

Last but not least, Semoga video yang dihiasi anak-anak hitz dan cool kids Makassar ini tidak membuat para creator kecil yang lain apalagi yang baru mulai menjadi ciut melainkan menjadi pemancing agar kita semua mau tampil ke permukaan dan bikin nama sendiri.

Jangan lupa subscribe ke channel planetyar yak *nda apa-apaji promote di blog sendiri toh?*
Btw, Kolab yuk?

Zenfone Besar Harga Kecil? Pre-order Zenfone GO ZB690KG Dibuka!


Beberapa waktu lalu, Asus merilis jajaran smartphone terbarunya. Yang menarik dari jajaran produk yang dirilis September kemarin adalah varian yang disesuaikan dengan berbagai kebutuhan pengguna. Mengingat kebutuhan masing-masing orang berbeda, maka satu tips utama dalam memilih smartphone adalah menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Nah, kali ini, saya akan mengajak kalian berkenalan sama salah satu smartphone Asus yang cocok untuk kalian yang butuh perangkat pendukung komunikasi semacam SMS, telepon, email, chat messaging, dan social media serta hiburan berupa streaming, menonton video, bermain game, dan membaca ebook.

Nama: Asus Zenfone Go ZB690KG
Cocok untuk: Komunikasi dan Hiburan
Harga: Rp 1.499.000,-

Kelebihan Asus Zenfone Go ZB690KG

1. Layar besar

Untuk jenis smartphone, layar Zenfone Go ZB690KG terbilang sangat luas, yakni sebesar 6.9". Layar yang luas ini tentu menjadi kabar gembira untuk kita yang gemar menonton Youtube, dengan resolusi 1024 x 600, kita sudah bisa menonton video kualitas standar HD. Untuk bermain game pun, layar seluas ini tentu menjanjikan pengalaman bermain game yang memuaskan. Adapun untuk kalian yang suka membaca ebook, dokumen atau sekadar browsing, layar teknologi IPS dengan fitur bluelight filter akan memberikan pengalaman membaca yang lebih nyaman terhadap mata anda. Fitur bluelight filter akan mengurangi intensitas warna biru sehingga mata tidak cepat lelah saat membaca.

2. Tampilan mewah dan tangguh

Di sisi depan, kita dapat melihat metallic-coated frame yang menampilkan kemewahan. Nah, Lapisan metallic-coated frame ini dibuat menggunakan teknologi yang disebut Non Conductive Vacuum Metallization (NCVM). Hasilnya, lapisan metallic tersebut memiliki kualitas lebih tinggi dan mampu melindungi display dengan lebih baik.

Wah, ternyata Asus tidak cuma me-refresh tampilan smartphone kelas menengah ke atasnya ya? Zenfone Go juga diberikan tampilan baru yang memberi kesan mewah dan premium.

3. Kamera Pixel Master 8 MP f/2.0

Dari sisi kamera, ASUS ZenFone Go ZB690KG dilengkapi kamera PixelMaster 2.0 dengan resolusi 8MP serta apertur yang besar yakni f/2.0. Resolusi yang cukup besar ini tentu menjanjikan hasil foto yang memuaskan, sedangkan diagfragma (f) 2.0 akan memaksimalkan pengambilan gambar di kondisi cahaya yang redup. Ditambah dengan modus pemotretan yang beragam, rasanya sulit untuk percaya kalau smartphone ini dipasarkan dengan harga yang terjangkau.

4. Baterai 3480 mAh

Lagi asyik menonton video Youtuber kesayangan, eh tau-tau hape minta di-charge lagi. Huft. Nah, untuk kalian yang berminat sama Zenfone Go ZB690KG ini, kalian bisa menyimpan kekhawatiran kalian sebab smartphone berlayar besar ini sudah dibenamkan baterai dengan kapasitas yang besar, yakni 3480 mAh. Kapasitas di atas rata-rata smartphone yang lain. Baterai sebesar ini tentu menjanjikan pengalaman hiburan tanpa gangguan.

5. Jeroan dan penyimpanan

Zenfone Go ZB690KB dipersenjatai prosesor Qualcomm SnapdraGon Quad Core 200 yang hemat daya, tapi tetap - performa yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Di penyimpanan sendiri, terdapat RAM sebesar 1GB LPDDR3 yang siap digunakan untuk menjalankan berbagai aplikasi dan bermultitasking. Jika masih belum puas dengan memori internal sebesar 8GB, kita bisa menambah memori eksternal hingga 128GB. Lebih kerennya lagi, ASUS sudah menyediakan fitur untuk memindahkan aplikasi ke memori eksternal supaya memori internal tetap lega.

Gimana? Minat kan? Ayo preorder sekarang!
Nah, untuk kalian yang berniat meminang smartphone ini, kalian sudah bisa ikut preorder dari tanggal 13-20 Desember di mitra-mitra Asus seperti Bhinneka, Erafone, Lazada, Dinomarket atau Mataharimall. Ada tawaran cicilan 0% hingga gratis biasa pengiriman loh! Sikaat!
***
Spesifikasi lengkap Zenfone Go ZB690KG:
Model: ASUS ZenFone Go ZB690KG
CPU: Qualcomm SnapdraGon 200 Quad Core 1.2GHz
GPU: Adreno 302
RAM: 1GB
Storag:     8GB + Gratis 5GB ASUS Webstorage + 100GB Google Drive selama 2 tahun
Micro SD: Up to 128GB
Connectivity: Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Wi-Fi direct, Hotspot, Bluetooth 4.0
Network: GSM 850 / 900 / 1800 / 1900, HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
Speed: HSPA 42.2/5.76 Mbps
SIM Card: Micro SIM slot + MicroSD slot
Navigation: GPS, AGPS, GLONASS, Beidou
Display: 6.9” 1024x600, IPS display with 178’ wide view angle,  Anti-Fingerprint Coating
Video: Video Recording MPEG-4 1080 @30fps, Playback MPEG-4 up to 1080p
Battery: Lithium-Polimer 3.480 mAh, 3G Standby time: Up to 735 hours, 3G Talk time: Up to 20 hours, Web Browsing (Wi-Fi): Up to 16 hours
Main Camera: 8.0 Megapixel, f/2.0, Autofocus, dual-LED flash
Front Camera: 2MP
Sensor: Accelerometer, gyro, proximity, compass
Audio: Dual Microphone dengan Noise Cancellation, ASUS SonicMaster untuk suara lebih jernih
OS: Android L with next-gen ZenUI
Dimension: 101.4 x 187.96 x 8.85mm
Weight: 265g
Warna: White, Gold, Gray
Harga: Rp1.499.000
***

Mengejar #Ambisiku


Di tahun 2016 ini, kayaknya frasa, "anak muda" dan "bisnis" adalah dua kata yang begitu sering saya dengar di manapun. Nongkrong sama teman misalnya, pasti di antara obrolan ngalur ngidul itu ada satu dua obrolan tentang bisnis. Tentang peluang bisnis inilah, peluang bisnis itulah. Iya sih, kayaknya di era informasi kayak gini, peluang bisnis sudah terbuka makin lebar untuk siapa saja. Makanya, tidak susah bagi saya dan kayaknya kita semua untuk menemukan pebisnis dari berbagai kalangan usia dan latar belakang. Ada yang kuliah sambil berbisnis, ada yang ngaryawan sambil bisnis, ada juga yang bisnis sambil bisnis - alias punya lebih dari satu bisnis.

Bisnis mereka pun beragam dan kreatif-kreatif, contohnya kayak bisnis cake super unyu punya teman saya ini: Soul Cakes Shop by Lisdawanti (Instagram: www.instagram.com/soulcakesshop)

Cakenya unyu beud ga sih?
Atau kayak bisnis minuman bubble-bubble kekinian Happy Bubble punya Wahidah, teman SMA saya. (Instagram: www.instagram.com/happybubbleofficial)

Segar kali yah jam istirahat minumnya ini
Dan tidak mau ketinggalan, si pacar juga mulai berbisnis sejak lulus kuliah tahun lalu. Doski sekarang punya online shop jilbab/hijab gitu. Doski memilih Instagram sebagai media promosi, nah supaya calon pembeli ini makin yakin sama koleksi hijabnya, maka kami memutuskan untuk memotret sendiri koleksi produknya. Ini hasilnya:

Kunjungi Instagram @HijabTaste untuk galeri lengkap
Dari cerita mereka, bisa dibilang bahwa modal yang terbatas memang menjadi hambatan utama dalam memulai bisnis. Tapi bagi mereka, ambisi tidak boleh sekedar jadi mimpi, tapi harus dikejar.

Saya pun akhirnya tidak mau kalah, karena ambisi jadi model kalender hot sudah tidak mungkin dikejar, maka saya akhirnya memilih untuk memulai mengejar ambisi membangun layanan fotografi dan videografi di Makassar. Bersama 4 orang yang kesemuanya belum menikah, ambisi ini mulai kami kejar.

Project prewedding pertama saya - konsep, foto, dan editing by me. Harap maklum XD
Nah, pas banget usaha baru kami ini lagi panas-panasnya, teman saya mengajak untuk ikutan Festival #Ambisiku yang diadakan oleh Tri, salah satu provider besar di Indonesia. Katanya, ada sharing dan peluang gitu deh. Tanpa babibu, saya langsung mengiyakan.

Festival #Ambisiku sendiri diadakan di 3 kota besar di Indonesia: Yogyakarta, Makassar, dan Bandung. Di Makassar, acara ini berlangsung pada tanggal 23 - 25 September 2016 di Trans Studio Mall Makassar.

Mejeng dulu di totem #AmbisikuMakassar
Nah, event ini ada 5 acara besar, 1) Kejar Ambisiku yang dikhususkan untuk mereka yang ingin memulai dan mengembangkan bisnisnya. Nanti akan ada mentoring dari mentor berpengalaman, dukungan pengembangan dari Tri, dan perluasan jaringan bisnis ke 56.5 juta pelanggan Tri dan jaringan internasional kelompok bisnis CK Hutchison Holdings, 2) Talkshow inspiratif dari pelaku bisnis lokal dan nasional, 3) Workshop, 4) Bazaar produk kreatif anak muda Makassar, dan 4) Musik dan seni, pastinya.

Nah, di antara banyak rangkaian acara itu, saya tertarik dengan salah satu workshop yang dibawakan oleh Mattuju, perusahaan manajemen kreatif berbasis di Makassar dengan tema workshop Memanfaatkan Ruangan dan Media yang Ada untuk Foto Produk. Pas banget sama Ambisi yang ingin saya kejar!


Bazaar #AmbisikuMakassar
Memasuki area event, kami disambut oleh pameran produk dan bisnis kreatif anak muda Makassar. Di kiri kanan terlihat jajaran produk dari makanan hingga fashion yang kreatif dan unik-unik semua.

Mereka yang mejeng dengan totem #AmbisikuMakassar yang disebar di beberapa titik di kota Makassar
Ambisi anak muda Makassar, dari yang ingin segera berbisnis dan ingin segera dilamar
Workshop yang kami ikuti dipandu oleh Adhar, fotografer Mattuju. Adhar sharing bagaimana cara memanfaatkan media dan ruangan yang terbatas untuk foto produk yang tetap bagus dan kekinian. Selain sharing bagaimana membuat foto produk yang menarik, kami juga diajari membuat DIY super mini studio (sumpah ini istilah saya ngasal bikinnya biar kedengaran keren saja) supaya bisa membuat foto produk yang menarik dengan keterbatasan ruangan dan media.

Adhar Mattuju berbagi tips membuat foto produk
Kami diajari membuat mini studio untuk foto produk dengan bahan dasar kardus, karton, kertas kalkir, dan lampu belajar. Kardus berfungsi sebagai rangka utama mini studio, lampu belajar sebagai sumber cahaya utama, karton sebagai background foto, dan kertas kalkir berfungsi sebagai diffuser cahaya sehingga cahaya lampu belajar tidak terlalu keras dan jadi lebih rata.

Salah seorang peserta workshop membuat mini studio
Ternyata, membuat mini studio tidak sesulit yang kami bayangkan. Caranya gampang. Tinggal membuat lubang di sisi kiri kanan kardus, menempeli kertas kalkir di lubang yang sudah dibuat, menempatkan kertas karton sebagai background, maka jadilah mini studio kita.

DIY Mini Studio
Setelah mini studio ini selesai, kami pun bergantian mencoba memotret produk. Hasilnya? Meskipun dibuat dengan barang-barang seadanya, ternyata hasilnya cukup memuaskan dan yang pasti - Instagrammable. Yang terpenting kata Adhar adalah angle, komposisi, dan editing nantinya. Untuk editing, saya sepakat sama Adhar untuk menggunakan Snapseed di Android dan iOs. Selain gratis, toolsnya juga lengkap. Kita bisa menggunakan selective tools untuk mengedit bagian-bagian foto tertentu tanpa merusak bagian foto yang yang lain.

Contoh hasil foto dengan kamera handphone.
Gimana?
Cukup bagus kan hasilnya? DIY mini studio ini cocok untuk kalian yang punya produk tidak terlalu besar. Selama ini sih, kami memotret koleksi produk secara outdoor, di bawah sinar matahari langsung. Hasilnya sebenarnya cukup bagus, tapi berhubung intensitas cahaya matahari yang berubah-ubah dan karena musim hujan sudah mulai masuk, kami pun kepikiran untuk membuat mini studio juga.

Kamu juga harus coba!

Seusai mengikuti workshop, kami berkeliling melihat jajaran produk yang dipamerkan di bazaar sambil tentu saja - mencari jajanan pengganjal perut.

Tumming dan Abu
Orang Makassar mana sih yang tidak kenal Tumming dan Abu? Kalian yang sudah pernah nonton film Uang Panai' juga pasti sudah kenal dengan dua sosok ajaib ini. Dengan logat Makassar mereka yang kental, mereka memang telah berhasil mencuri perhatian para netizen. Mereka memang sering membuat video komedi di Instagram dan Youtube, dan sejak main film Uang Panai', popularitas mereka meroket.


Tumming dan Abu di #AmbisikuMakassar
Yang keren menurut saya dari Tumming dan Abu adalah, mereka menjadi diri mereka sendiri di depan kamera. Mereka sharing dan memberikan motivasi bagi anak muda Makassar untuk tetap aktif dan kreatif. Di antara semua guyonan absurd mereka, saya mencatat satu buah kalimat yang diucapkan oleh Tumming, "Bekerja sesuai apa yang kalian suka". Kerja sesuai passion.

Ciyee passionpreneur ciyee


Fandy WD on Stage
Selain kedatangan para pelaku bisnis kreatif lokal dan nasional, festival #AmbisikuMakassar juga kedatangan para pelaku seni dan musik. Ada The Overtune (musik), Ina Waloni (pelaku seni), Gio Idol, dan lain-lain. Hari itu, kami dihibur oleh penampilan apik dari Fandy WD, seorang loop musician, ituloh, musisi yang biasanya tampil sendiri dengan musik loop (berulang-ulang). Soal loop music ini sendiri banyak yang sering mengira lip sync karena melihat seorang penyanyi sendirian dengan suara musik yang rame dan kadang-kadang ada backing vokalnya. Padahal itu mah kerjaan musisinya sendiri di panggung dengan alatnya yang lebih rumit daripada hubungan tanpa kejelasan.

Talkshow hari itu ditutup oleh Kevin Osmond dari Printerous, dan berbagai rupa perusahaannya yang lain. Kevin Osmond memang adalah seorang seial entrepreneur dengan berbagai bisnis yang dikelolanya.

Kevin Osmond sharing mengembangkan startup di #AmbisikuMakassar
Meskipun sudah malam, peserta terlihat antusian memerhatikan pemaparan Kevin Osmond. Barangkali karena pemaparannya yang lengkap dari bagaimana memulai bisnis hingga mengembangkannya disertai sharing pengalamannya mengelola berbagai bisnisnya.

Satu hal yang beberapa kali Kevin Osmond ulangi hari itu adalah, "konsistensi". Konsistensi dalam menyatakan ide itu menjadi satu langkah besar: memulai.

Nah, Kevin juga berbagi tips untuk kita yang baru memulai bisnis untuk eksperimen pasar dengan mengikuti bazaar. Gunanya adalah mengetes kesesuaian produk kita dengan selera pasar, sebelum kita memutuskan apakah produk kita sudah sesuai dengan keinginan pasar atau belum, mana yang harus diperbaiki sebelum melakukan promosi dan pemasaran yang lebih besar lagi. Ini bisa dilakukan dengan membuka stand di pameran makanan atau pameran produk.

Kevin menutup sesinya dengan mengutip Steve Jobs, "Stay Hungry, Stay Foolish".

Pulang dengan semangat
Hujan malam itu tidak mematikan semangat kami, para pemateri hari itu kayaknya sukses membakar semangat kami untuk mengejar ambisi kami masing-masing. Nah, untuk kalian yang punya ambisi dan ide bisnis, kalian bisa mengikuti program #KejarAmbisiku. Kalian yang terpilih akan mendapatkan mentoring dan bantuan pengembangan bisnis dan jaringan loh dari Tri Indonesia.

Jadi, apa ambisimu?

Seru dan Tegang bersama Tim 30 di Asus Incredible Race 2016


Asus Incredible Race
Malam pertama di Zenvolution 2016 ditutup dengan briefing oleh tim Asus perihal Asus Incredible Race yang akan digelar besoknya. Kami dibekali sebuah tas punggung nan imut berisikan T-Shirt, sebotol air mineral, voucher makan siang senilai Rp 150.000,-, voucher air mineral, voucher minuman isotonik, jas hujan, uang jajan senilai Rp. 50.000,-, dan boks berisi satu unit Zenfone 3.

Iya, Zenfone 3.

Asus Incredible Race adalah sebuah perlombaan berisikan sepuluh tantangan yang harus kami selesaikan dalam satu hari. Maka sebagai persiapan, pagi hari itu saya sarapan sebanyak-banyaknya, ditambah makan pisang dua batang (batang?) untuk tambahan kalori, dan minum jus semangka bergelas-gelas. Pagi itu juga, untuk pertama kalinya, saya mandi *lah.

Semua persiapan ekstra ini adalah demi memenangkan Asus Incredible Race. Soalnya hadiahnya memang Incredible beud, tidak tanggung-tanggung hadiahnya uang tunai sejumlah total Rp. 109.000.000,-. Terbilang: Seratus sembilan juta rupiah. Jumlah yang cukup untuk bayar panaik dua gadis bugis yang belum sarjana.

Demi Tim 30!
Seusai mandi, saya langsung mengenakan T-Shirt kebesaran, maksudnya T-Shirt yang dikasih panitia ukurannya kebesaran. Body saya yang mungil ini dikasih T-Shirt berukuran L. Hasilnya, saya jadi kayak rapper nanggung yang belum akil baliq.

Tapi memang dasar jodoh. Pak Arif, teman sekamar saya dapat T-Shirt berukuran M. Kami pun tukaran, meskipun ternyata ukuran M pun masih juga kebesaran.

“Makanya cepat nikah supaya gemuk!”, kata Pak Arif puas mem-bully saya. Saya tertawa lalu terjun dari lantai 3.

Saya tergabung di tim 30. Tim beranggotakan 20 orang dengan varietas usia yang beragam. 50% di antaranya orang-orang Makassar sehingga tim saya kurang Bhinneka Tunggal Ika. Padahal saya berharap bisa satu tim dari blogger-blogger dari seluruh nusantara biar akrab, biar dekat.

Perjalanan menuju titik start di Hotel Inaya pun dimulai. Zenfone 3 sudah di-charge penuh dan perut sudah diisi. Di depan Courtyard Hotel Nusa Dua, Bali, tepat di samping satpam yang sedang bertugas, Saya mengepalkan tinju ke udara lalu berikrar tidak akan makan buah palapa sebelum membawa tim 30 menjuarai Asus Incredible Race!

Pose foto paling standar
Baru saja kami berjalan dari penginapan menuju garis start, hujan turun. Pagi itu di Nusa Dua, langit memang sedang mendung-mendungnya. Alhasil, jadilah jas hujan sebagai #OOTD alias Outfit of The Day pagi itu. Tidak ingin membuang waktu, kami mempercepat langkah menembus gerimis.

Outfit of The Day-nya Asus Incredible Race
Ngomong-ngomong soal jumlah peserta, Asus Incredible Race ini diikuti oleh sebanyak 551 peserta, jumlah inipun tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MuRi) sebagai Permainan dengan Peserta Terbanyak yang dilakukan oleh Perusahaan IT. Masih pagi-pagi udah bikin rekor aja, hebat ya Asus ini.

Tim kami dipimpin oleh Mas Budi, Blogger yang saya lupa asalnya dari mana (maafkan saya, Mas Budi). Setelah dibagikan nomor peserta dan guide Asus Incredible Race, MC memberi aba-aba tanda Asus Incredible Race sudah mulai. Sontak, 551 peserta ini berhambur menuju station pertama masing-masing.

Ketua tim 30 dan anggota tim yang rusuh
Station 1 – Long Exposure
Setelah lebih kurang 15 menit perjalanan, kami sampai ke station pertama. Station tantangan pertama ini bernama Station Long Exposure. Di Station ini, kami ditantang untuk membuat foto Light Painting menggunakan Asus Zenfone 3. Meskipun waktu 15 menit yang diberikan untuk menyelesaikan tantangan cukup banyak, nyatanya kami keteteran. Ini semua karena tim kami masih belum kompak. Mas Budi terlihat kesusahan mengatur kelompok kami yang terdiri dari beragam kategori usia.

Kami lalu membagi tugas, Idham si fotografer andalangue langsung mengambil tripod dan menyetel kamera Pixel Master di Zenfone 3-nya, memilih mode manual, ISO 3200, dan shutter speed selama 32 detik. Anggota kelompok sisanya menulis Zenvolution dengan fitur Screen Flashlight di Zenfone 3 masing-masing. Baru empat kali percobaan, waktu ternyata sudah habis. Meskipun sempat ribut saat mengatur sesama anggota tim, hasil fotonya cukup lumayanlah. Standar tapi tidak terlalu buruk.


Hasil foto Light Painting Tim 30 di Asus Incredible Race. Coba tebak saya yang mana?
Seusai menyelesaikan tantangan, kami dikasih kode QR berisikan lokasi pos selanjutnya. Saya dipercaya sebagai penyecan (((penyecan))) QR code, begitu si-scan, lokasi pun muncul di layar Zenfone 3. Saya dan Mas Budi lalu memimpin perjalanan, mereka tidak tahu saja kalau saya ini buta arah muahahahaha.

Station 2 – Display Station
Kalau Station pertama tadi berada di dalam ruangan gelap, station kedua outdoor tepat di bawah terik matahari. Kami diberikan 20 barcode untuk di-scan oleh masing-masing anggota kelompok. Setiap barcode mengarahkan kami ke sebuah potongan gambar lewat Google Chrome. Totalnya, ada 20 potongan gambar yang harus kami susun menjadi sebuah gambar utuh.

Oleh Mas Budi, saya disuruh untuk mengatur anggota kelompok. Membagi masing-masing satu barcode untuk 1 orang peserta. 10 barcode pertama, lancar. Sayangnya, karena kurang sabar, makin lama masing-masing anggota kelompok langsung maju untuk meng-scan sendiri tanpa instruksi. Akibatnya, saya kehilangan jejak barcode mana yang sudah di-scan, mana yang belum.

Semua Zenfone 3 pun dikumpulkan ke atas meja. Jangan ditanya potongan gambarnya lengkap atau tidak, karena ketidaktertiban kelompok kami sendiri, ada beberapa gambar yang sama – artinya mereka meng-scan barcode yang sama, artinya pula ada barcode yang tidak di-scan.

But the show must go on.

Kami langsung menyusun puzzle dengan potongan gambar yang kami punya. Layar terang Zenfone 3 ternyata masih mampu memperlihatkan gambar dengan jelas meskipun kami berada di bawah terik matahari Nusa Dua yang semakin meninggi. Hambatannya malah datang dari layar Zenfone kepunyaan masing-masing anggota tim yang terkunci dan dipasangi pin.

Huft.

Alhasil, tim kami tidak berhasil menyelesaikan tantangan ini. Tekanan pun meninggi, ini semua karena masing-masing anggota tim bergerak sendiri-sendiri mengabaikan instruksi dari ketua tim. Mas Budi mencoba untuk tetap tenang menyikapi tense interkelompok yang sepertinya memuncak di Station kedua ini. Pokoknya, suasanya sudah betulan kayak reality show yang biasa ada di tipi-tipi. Satu dua tim lain yang kebetulan lewat pasti menoleh karena ruwetnya tim kami.

Setelah perdebatan yang cukup tegang, akhirnya kami sampai pada satu keputusan: Seluruh anggota tim wajib mengikuti instruksi dari Mas Budi ketua tim seperti seharusnya anggota kelompok yang baik, dan saya dipromosikan jadi asisten Mas Budi.

Mereka masih belum tahu juga kalau saya buta arah.

Merumput karena kelelahan padahal baru 2 Station
Station 3 – Sonic Master
Kami kembali ke ruang ber-AC yeah! Pos Sonic Master ini berada di salah satu ballroom hotel. Oh, tidak ada yang lebih menyegarkan daripada dinginnya udara dari Air Conditioner setelah perjalanan panjang dari station 2 yang makin panas dalam banyak pengertian.

Ditambah lagi, penjaga station Sonic Master ini juga adem banget. Double adem.

Di station 3 ini, penjaga station akan memutarkan satu demi satu lagu, dan kami harus menebak judulnya. Untung saja, suara dari speakernya jernih. Ini berkat teknologi audio Sonic Master yang memungkinkan produk Asus menghasilkan suara yang jernih high resolution.

Musik pun dimaikan satu-satu. Awalnya, kami berhasil menebak beberapa lagu awal dengan mantap. Makin lama, ternyata lagunya makin susah. Ada beberapa lagu yang sebenarnya familiar tapi kami tidak tahu apa judulnya, ada juga jawaban kami yang salah karena menjawab In My Mind harusnya On My Mind, itu loh lagunya Ellie Goulding.

Karena tantangan tebak lagu ini semuanya adalah lagu-lagu mainstream dan hitz, anggota tim kami yang sudah berumur sukses jadi anggota hore-hore. Iya kali om-om kumisan beranak usia SMA tau lagu Major Lazer? Akhirnya, para generasi mudalah yang menjadi ujung tombak di station ini. Sayangnya, kami hanya berhasil menebak 13 dari total 20 lagu. Payah banget. Coba musiknya dangdut atau qasidah, pasti tim kami juara!

Sebelum pamit ke pos selanjutnya, sepik pun dimulai dengan mengajak penjaga station selfie dulu pake Zenfone 3 tak lupa meminta Instagramnya. Hihi dasar cowok.

Modus banget :))
Station 4 – EIS
Kami kembali ke ruang terbuka. Matahari makin terik, entah itu hujan tadi pagi sudah ke mana. Etapi ada yang beda sekarang, kami dikasih alat transportasi berupa mobil pariwisata tanpa jendela. Kenapa tanpa jendela? Kalau tanpa mesin, namanya dokar.

Ba dum tss.

Tantangan di station ini adalah, mobil akan mengelilingi komplek Resor Nusa Dua, dan di sepanjang perjalanan itu, kami harus merekam video pakai Zenfone 3. Nanti setelah kembali lagi ke station 4, kami akan ditanya perihal yang kami lewati.

Kami pun langsung membagi tugas, Idham duduk di depan dan merekam dari bangku depan mobil. Kami yang duduk di belakang merekam perjalanan sesuai posisi duduk. Yang duduk di sebelah kanan merekam sisi kanan jalan, yang kiri merekam sebelah kiri jalan.


Makin sempit makin akrab
Teknologi Electronic Image Stabilizer (EIS) di Zenfone 3 memungkinkan rekaman video kami minim guncangan. EIS ini memang dirancang untuk mengurangi efek guncangan saat merekam video. Meskipun sepanjang perjalanan, mobil berguncang cukup aduhai, video berdurasi lebih dari 10 menit yang kami rekam masih layak tonton.

Jadi yang keyakinannya ke pacar masih sering berguncang, coba deh pacarnya dipasangi EIS.

Selain minim guncangan, kualitas videonya juga cukup bagus untuk kategori phone camera. Begitu kembali ke station 4, kami diberikan 10 pertanyaan seputar hal-hal yang kami lihat di perjalanan seperti apa nama gedung ini, apa nama hotel ini, dan berapa logo Asus Incredible Race yang terpampang sepanjang perjalanan. Kami boleh menonton video yang sudah kami rekam tadi sebagai contekan. Saat melihat hasil video yang saya rekam tadi, ini kok sepanjang perjalanan yang keliatan muka saya semua ya? *lah ternyata pake kamera depan.

Station 5 – Ayo Kita Menari  4K!
Ini adalah pos yang menurut saya paling menantang, bagaimana tidak – tubuh kami yang sudah tidak muda lagi ini, yang sendi-sendinya sudah mengeras dipaksa harus menari Bali. Tarian dipimpin oleh 2 orang instruktur. Mula-mula, kami diajari gerakannya dulu tanpa musik. Setelah itu, barulah kami menari dengan musik. Satu orang bertugas untuk merekam dengan resolusi 4K. Idham lagi-lagi lincah mengambil tripod, saya mulai curiga sebenarnya dia bukan inisiatif, tapi cuma cari alasan supaya tidak usah ikut menari.

Detik-detik menjelang encok
Meskipun sebenarnya saya merasa ada bakat terpendam sebagai penari latar, ternyata gerakan yang diperagakan oleh instruktur terlalu susah meskipun kelihatannya kemayu. Saking susahnya, urat-urat saya kayaknya pada keluar semua dan sendi-sendi bergeser dari tempatnya semula. Ini semua gara-gara gerakan jarang diasah, terakhir kali bergerak seperti ini kayaknya waktu Senam Kesegaran Jasmani di masa sekolah.

Kehabisan Waktu
Sayang sekali, kami banyak membuang waktu pada saat jam makan siang. Ini semua gara-gara restoran yang kami pilih pelayannya sangat-sangat lama sekali. Saking lamanya, mungkin bisa selesai mengerjakan dua bab skripsi. Padahal kami sudah diingatkan sama Mas Budi untuk kembali berkumpul jam 1 siang, nyatanya, jam 1 siang belum ada tanda-tanda pesanan kami diantarkan padahal kami sudah memesan setengah jam yang lalu. Tambah stress-lah Mas Budi.

Sudah hampir kehilangan kesadaran di restoran

Saya bahkan sudah sempat ketiduran waktu menunggu pesanan, waktu bangun, baru appetizernya yang datang. Sudah setengah dua, makanan utama belum juga menampakkan diri. Mau pindah juga sudah tanggung, appetizernya sudah dimakan. Ini baru namanya nunggu segan, pindah tak mau.

Finish
Memasuki jam 3 sore, kami langsung diarahkan panitia ke garis Finish. Bersama seluruh anggota tim 30 yang semakin station semakin kompak, kami menembus garis finish lalu maju satu-satu maju untuk dikalungkan medali finisher. Alhamdulillah, games yang begitu menantang fisik ini bisa kami selesaikan.

Finish Incredible Race dengan fisik lelah dan kulit melegam elegan
Kekuatan Baterai Zenfone 3
Begitulah rangkaian Asus Incredible Race yang menantang fisik dan kemelekteknologian seluruh peserta. Lewat Incredible Race ini, kami betul-betul ditantang untuk memanfaatkan Zenfone 3 di berbagai kondisi. Seusai menjajal seluruh fitur Zenfone 3, ternyata baterai Zenfone 3 masih bersisa banyak. Kesimpulan saya, Zenfone 3 adalah smartphone yang worth your money banget.

Really Incredible Race
Menjadi peserta Asus Incredible Race yang pertama ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi kami semua, blogger, awak media, dan dealer Asus. Asus Incredible Race, meskipun mengusung tema perlombaan justru mempererat ikatan antara seluruh peserta yang jumlahnya ratusan, yah meskipun tidak mungkin kenal semuanya sih. Siapapun juaranya, tidak ada rasa iri dan dengki, tapi tunggu saja di Inredible Race selanjutnya. Tim saya pasti akan menang! Makanya Asus harus undang saya lagi! Email saya masih punya kan, mas dan mba Asus?! *todong*

Kembali ke hotel
Begitu sampai hotel, saya langsung buka baju dan nyemplung ke kolam renang. Rasanya segar sekali, ditambah banyak bule berbikini dan bapak-bapak berbulu dada yang menambah sejuk pemandangan. Rasa lelah langsung hilang. Selesai berenang, saya kembali ke kamar lalu showeran air panas, sumpah berasa horang kaya banget, padahal kalau di rumah mandinya pake gayung dan ember plastik.