Mencari Gadget Terbaik (dan Gathering Blogger Makassar feat Erafone)


Dulu, kalau mau beli handphone, pertanyaannya cuma satu: Mau Nokia yang mana. Yang penting bisa SMS, nelpon, dan ada radionya. Oh, hidup terasa begitu sederhana. Sekarang ada Apple, Asus, Samsung, Acer, Microsoft, Sony, XiaoMi, LG, Blackberry, Lenovo, Mito, iMo, ini, itu, semuanya. Iya, kalau mau mencari Apple dan Blackberry tinggal ke pasar buah, sekarang bisa ke counter-counter handphone.

Memilih gadget bukan prahara gampang (ciee prahara). Seiring berjalannya waktu, gadget telah berubah dari kebutuhan mewah menjadi kebutuhan utama, dari sekedar alat komunikasi jadi teman paling pribadi. Sekarang, HP sudah jadi all in one gadget buat komunikasi, kerja, dan hiburan.

Saya ingat handphone pertama saya. Sebuah Nokia 6030 berwarna perak. Dihadiahi oleh orangtua waktu kelas 2 SMA, kurang lebih tahun 2007. Handphone yang bagus dan ada radionya. Sejak punya handphone itu, kemanapun saya pasti membawanya, di rumah juga tidak pernah dilepas meski cuma dipakai edit-edit kontak, hapus-hapus SMS tidak penting, kirim SMS send-all (baca: broadcast) ke teman-teman, berlangganan REG Jodoh, dengar radio, atau main game Bounce.

Meski sudah rusak, jasadnya masih disimpan.
Ketika teman-teman yang lain sudah mulai upgrade ke kelas nokia yang lebih gaul kayak 6600, Nokia tipe E dan idaman seluruh anak bangsa Nokia N-Gage, saya masih tetap setia dengan handphone casing dan baterainya masih banyak ditemui di counter-counter pulsa ini.

Handphone ini punya sejarah yang panjang. Benar-benar panjang. Dia telah menemani saya sejak SMA hingga kuliah, bahkan ketika menjalani KKN tahun 2012 lalu, dia masih berfungsi dengan sangat baik dan mampu menangkap sinyal jauh lebih baik daripada smartphone. Tidak pernah terbayang satu kalipun di kepala saya untuk berpisah dengannya. Satu-satunya kerusakan yang sering dialami adalah baterai yang kembung, itupun tinggal diganti dengan baterai yang baru. Masalah selesai.

Hingga suatu hari ia mati dan tidak bisa menyala lagi. Saya panik, sedih, semua memori itu terbayang sekali lagi. Saya coba menyalakannya, nihil. Layarnya berkedip sedikit lalu mati lagi. Handphone yang telah sangat berjasa itu telah dimakan usia

Dan seperti kehilangan seseorang yang pernah kita cintai, kita selalu ingin pengganti yang lebih baik.

Tanggal 5 Juli kemarin saya main ke Erafone Megastore Makassar di Jln. Ahmad Yani No. 37A-37B menghadiri talkshow seputar digital media, blogging, dan digital marketing. Biar kayak blogger beneran.

Rupanya saya datang terlalu cepat. Tumben. Baru ada satu dua orang di lokasi. Hari itu memang saya datang setengah jam sebelum acara dimulai, jadilah nama saya di paling atas di daftar hadir. Sambil menunggu acara dimulai, saya mutar-mutar sok ngecek-ngecek gadget, sok-sok ngerti, padahal tidak ada niat beli.

Sejujurnya saya tertarik sama jajaran produk Lumia yang sekarang sudah jadi milik Microsoft. Kebetulan sehari sebelumnya, saya membaca dan menonton review yang bilang kualitas Lumia cukup bagus, terutama soal kualitas kameranya. Saya pun dengan sok tahu mendatangi booth Lumia dan sok nyoba-nyoba produk. Nyoba-nyoba produk tidak usah bayar kan?

Booth Lumia Erafone Makassar
Secara pribadi, saya lebih suka sama handphone yang kualitas kameranya bagus dan hasilnya Instagram-able, sebagai anak muda kekinian, kita harus ikut trend Mobile photography dan videography juga sudah semakin populer. Tanpa kamera yang bagus, bagaimana caranya kita bikin Dubsmash yang gaul?

Kembali ke topik, di review yang saya baca dan hasil menonton video yang direkam dengan Lumia yang hasilnya cukup memuaskan, saya pun tertarik untuk membuktikannya.

Jajaran Lumia
Dari hasil nyoba-nyoba produk demo Lumia, saya harus bilang jajaran Handphone ini cukup responsif, loadingnya cepat dan interface kotak-kotak warna-warninya unik khas Lumia. Pun soal kualitas kamera, saya harus bilang saya terkejut.

Gambar yang dihasilkan jernih dengan kondisi dalam ruangan. Kontrol kameranya juga banyak dan bebas. Untuk hasil yang instan, cepat, dan mudah, ada pengaturan otomatis, sedangkan untuk yang hobi otak-atik dan ingin menambah sentuhan personal, Lumia 640 punya fitur pengaturan ISO hingga manual aperture dan focus. Manual focus bisa sangat berguna untuk yang sering foto dan video close up, atau untuk bikin gambar dengan latar belakang yang blurry ala-ala DSLR.

Sayangnya, saya tidak bisa memperlihatkan hasil foto tes yang diambil dengan Lumia tersebut. Sebagai gantinya, ini adalah contoh hasil foto Lumia 640 dikutip dari WindowsCentral.com

Atas: Gambar Asli. Bawah: Gambar dengan Simple Editing.
Ternyata, untuk menghasilkan kualitas foto yang bagus itu, Lumia telah menggandeng Carl Zeiss, itu loh produsen lensa yang kualitasnya sudah tidak diragukan lagi. Pantas saja kualitas foto yang dihasilkan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kita selalu menginginkan produk gadget terbaik. Sayangnya, kalau bicara gadget/handphone yang paling bagus, lagi-lagi adalah soal selera. Kita harus menerima bahwa masing-masing merek dan tipe produk ada plus dan minusnya. Banyaknya tawaran dan banjirnya fitur yang ditawarkan masing-masing vendor bukannya memudahkan, malah bikin pusing apalagi untuk orang-orang yang rentan sulit memilih, seperti saya contohnya.

Meski begitu, bukan berarti memilih gadget terbaik menjadi mustahil. Karena ini adalah soal selera, gadget yang terbaik untuk masing-masing orang adalah berbeda. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa menjadi pertimbangan untuk menemukan gadget terbaik itu:

1. Sesuaikan dengan kebutuhan
Penting untuk mengetahui kebutuhan kita terlebih dahulu sebelum membeli gadget baru. Buat apa spesifikasi canggih kalau kebutuhan kita sebenarnya sederhana? Misalnya, kita hanya menggunakannya untuk menelepon dan SMS. Kita tidak butuh smartphone untuk hal yang satu ini, apalagi smartphone yang mahal. Selain mubazir, smartphone punya track record di daya tahan baterai yang kurang memuaskan. Tipe yang disarankan: Nokia kecil dan Samsung lipat.

Untuk para gamers, pilihlah gadget dengan performa yang tinggi. Untuk bermain game, performa Processor (CPU dan GPU), besarnya RAM, serta ukuran dan kepadatan piksel layar memegang prioritas paling tinggi. Tipe yang disarankan: Android level menengah ke atas. Biasanya berharga 2 jutaan ke atas.

Lain halnya dengan penyuka foto, video, dan multimedia. Kualitas kamera ada di prioritas utama. Setelah itu dukungan fitur seperti pengaturan manual kamera, fitur stabilisasi (pengurang getaran), serta dukungan aplikasi pihak ketiga seperti Camera 360, VSCO, atau Replay patut menjadi pertimbangan. Tipe yang disarankan: Apple iPhone 5, Lumia 640, dan Android sekelas.

2. Baca review produk terlebih dahulu
Kita sudah punya internet. Lakukan riset kecil terlebih dahulu perihal produk yang ingin kita miliki. Buka review produk di Youtube, atau lihat spesifikasi lengkap terlebih dahulu lalu bandingkan dengan tipe lain. Cukup banyak situs yang menyediakan perbandingan gadget.

3. Jaringan
Teknologi 4G/LTE sudah mulai gencar. Jika menginginkan kecepatan dan kualitas jaringan, pilihkah gadget yang sudah mendukung teknologi LTE.

4. Pelayanan aftersales
Pastikan merek gadget yang dipilih bergaransi dan punya service center.

5. Datanglah ke toko yang punya produk demo
Sudah bukan lagi zamannya beli kucing dalam karung. Sudah banyak toko yang menyediakan demo produk bagi calon konsumen yang ingin mencoba produk tertentu sebelum membeli. Erafone Megastore salah satunya. Erafone menyiapkan produk demo untuk dicoba terlebih dahulu. Barangkali inilah cara paling efektif untuk mengetahui kualitas produk. Jika cocok bolehlah melanjutkan transaksi tapi jika tidak, mungkin kita ingin memikirkan untuk mencoba tipe dan merek lain.

6. Sesuaikan dengan budget
Seandainya belanja gadget cukup dengan daun, poin nomor 6 ini tidak usah ada.
 ***
Ngomong-ngomong soal Erafone, beberapa bulan yang lalu, Fith minta ditemani buat cari HP baru. Blackberry andalannya rusak. Setelah berdiskusi panjang, lebar, dan berat dan mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari Fith, kami akhirnya memutuskan untuk mengganti Blackberrynya dengan Asus Zenphone 5.

Ada beberapa pertimbangan kenapa kami sampai memilih Asus Zenphone 5. Pertama, spesifikasi dan fitur Zenphone 5 tinggi dengan tawaran harga yang menggoda (ciee menggoda). Dibandingkan dengan merek lain dengan spesifikasi yang sama, harga bisa berselisih 1 hingga 2 juta.

Kedua, isa dibilang Zenphone 5 adalah gadget yang multifungsi. Buat main game berat bisa, kualitas kameranya juga lumayan bagus, responsif, serta layar yang sudah HD (1280x720). Kalau bikin Dubsmash hasilnya bagus ndak yah?

Hasil foto menggunakan Zenphone 5 (Sudah dikompress dan dikirim via Line)
Setelah yakin akan membeli Zenphone 5, kami akhirnya menjelajahi mall paling mainstream untuk membeli gadget: MTC. Setelah keliling hampir di seluruh toko Zenphone 5 rata-rata ditawarkan dengan harga 2,2 juta hingga 2,5 juta rupiah. Sedikit terlalu mahal dibandingkan yang kami lihat di internet.

Hampir frustasi, kami googling sekali lagi mencari Zenphone 5 paling murah dan mendapati info promo Zenphone 5 di Erafone Megastore. Di iklan tersebut, Zenphone 5 ditawarkan dengan harga 1,9 juta rupiah. Tanpa babibu lagi, kami meluncur ke Erafone Megastore Makassar yang bertempat di belakang mall Makassar Trade Center (MTC).

Benar saja, harga yang ditawarkan lebih murah. Kami akhirnya membeli Zenphone 5 di Erafone dengan harga 1,9 juta rupiah. Selisih lebih dari 200 ribuan daripada toko lain.
***

Jujur saja, waktu menemani Fith beli Zenphone 5 tempo hari, itu adalah kali pertama kali kami mengunjungi Erafone, bagaimana tanggapan saya soal berbelanja di Erafone Makassar?

1. Koleksi lengkap dan update.
Varian merek dan produk yang ditawarkan di Erafone cukup lengkap dan update. Gadget-gadget bermerek Asus, Apple, Acer, Lenovo, hingga Xiaomi dapat dengan mudah ditemui di sini.

2. Informasi produk lengkap
Salah satu hal yang saya suka dari Erafone Makassar adalah informasi produk yang lengkap. Di setiap counter disediakan brosur yang memuat spesifikasi dan fitur gadget sehingga memudahkan konsumen untuk mengetahui produk lebih jauh.

3. Informasi harga jelas, harga bersaing, dan tawaran promo yang keren
Masih lanjutan dari poin kedua di atas, di setiap counter telah tersedia informasi harga yang ditawarkan sehingga konsumen tidak perlu banyak bertanya kepada penjaga stand. Soal harga, Erafone menawarkan promo cashback dan diskon sehingga harga lebih terjangkau. Selain itu, konsumen juga bisa melihat informasi harga terbaru lewat situs webnya di erafone.com atau tanya langsung ke twitter @erafonestore, adminnya cukup aktif menjawab pertanyaan konsumen loh.

4. Demo produk
Mencari gadget terbaik memang butuh waktu dan ini adalah detail yang paling saya suka di Erafone. Telah disediakan demo produk sehingga pengunjung bisa mencoba demo produk terlebih dahulu secara langsung sebelum memutuskan membeli. Tidak usah takut dinyinyiri sama penjaga standnya. Waktu itu saja, saya sampai bolak-balik ke stand Microsoft mencoba semua produk Lumianya satu persatu tanpa niat membeli, penjaga standnya tidak marah, apalagi membentak dan menampar kayak adegan Noktah Merah Perkawinan.

5. Erafone tenang, tidak berisik, nyaman, dingin, dan bersih
Saya termasuk orang yang tidak nyaman apabila berada di tengah keramaian yang berisik. Juga tidak begitu senang mendengar "Cari apa, Mas?", "Mampir, Kakak", "Cari HP apa, Mas?", ini menjadikan kami sombong kalau tidak mampir atau menyapa balik. Hiks. Tapi serius, saya menyukai toko yang tenang dan tidak berisik. Oleh karena itu, saya merasa cukup nyaman ketika ke Erafone karena karyawan-karyawannya tenang, tidak berteriak-teriak, apalagi maksa. Tempatnya juga adem dan bersih bikin pengunjung betah berlama-lama.

6. Karyawannya friendly
Selain tenang dan tidak maksa, karyawan Erafone cukup baik dalam menghadapi konsumen. Jadi, kalian yang misalnya masih galau mau memilih gadget yang mana, bilang saja ke karyawannya mau gadget seperti apa dan berapa budget yang disiapkan. Penjaga standnya akan menawarkan beberapa produk yang mungkin sesuai dengan kebutuhan dan budget yang kita siapkan.

Overall, saya merasa belanja gadget lebih mudah di Erafone dan merekomendasikannya untuk teman-teman yang sedang mencari gadget.

Sandi Pinatabahri (fasilitator) ngobrol santai sama blogger-blogger Makassar
But anyway, saya belum mengucapkan terima kasih kepada Erafone atas undangannya gatheringnya, senang sekali bisa ketemu blogger-blogger Makassar dan sharing seputar dunia blogging dan digital marketing. Materi yang dibawakan oleh Mas Sandi sebagai Digital Media Specialist benar-benar menarik. Sharing sessionnya juga berlangsung santai sehingga kami sebagai pengunjung merasa santai dan akrab sama Mas Sandi sebagai fasilitator. Saking semangatnya, sampai acara selesai, para blogger ini masih aktif ngobrol sama mas Sandi.

Terima kasih sekali lagi yah, Erafone. Semoga ada kesempatan untuk balik ke sana lagi.

8 comments

  1. Goodluck ya buat lombanya. Hadiahnya Nokia X kalo gk salah ya..

    ReplyDelete
  2. Mantapp.... (y) semoga menang ya.....

    ReplyDelete
  3. Mantapp.... (y) semoga menang ya.....

    ReplyDelete
  4. Widiih tulisannya rapi nih ya.. pengantarnya ngena juga, sesuai dengan yang dialami semua orang jadul, hape nokia :D

    Btw, gue pernah beli lumia 535, baru sebulan gue jual lagi gara2 touchscreen-nya terlalu responsif, suka nge-zoom sendiri dan ngehang, terus buat bbm mesti dibuka dulu baru chatnya pada masuk. Ribet... karena itu gue trauma sama semua produk lumia.

    Akhirnya ganti zenfone 5.. dan ini pilihan pas banget, hape kelas tinggi yg harganya lumayan, bahkan menurut gue samsung galaxy grand prime aja masih kalah yg harganya yg lebih mahal.

    Semoga sukses ya postingannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. All hail Nokia. Itu kayaknya hape lo bukan rusak deh, tapi kesetanan. Masa' belum diapa-apain sudah ngezoom sendiri? Hahaha.

      Iya tuh, Zenphone 5 juga hape idaman gue banget. Specnya tinggi tapi harganya cukup menggiurkan.

      Makasih, Dotz. Alhamdulillah dapat juara 2 tulisan ini. Ahye.

      Delete