(Tech) Jaga-jaga Kalau File Hilang

Sewaktu KKN dulu, saya mendengar cerita teman seposko tentang temannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana, kami bergosip. Tapi bukan, kami tidak menggosipkan yang macam-macam, misalnya apakah temannya itu adalah simpanan tante-tante atau apakah sebenarnya temannya itu sebenarnya adalah serigala berwujud manusia.

Supaya kalian tidak bertanya, maka akan saya ceritakan kembali pada kalian apa yang kami ceritakan waktu itu. Sebut saja namanya Mindi.

Mindi adalah mahasiswa yang rajin, cukup pintar, dan melek teknologi. Jika punya kumis, mungkin Mindi akan ditawari menjadi menteri karena bisa install ulang windows. Mindi yang rajin, cukup pintar, dan melek teknologi, serta bisa install ulang windows suatu kali mendapati dosennya kesulitan dengan laptopnya. Laptopnya lalot, kata dosennya yang professor itu. Mungkin butuh diinstall ulang.

Mindi yang rajin, cukup pintar, dan melek teknologi, serta bisa install ulang windows itu ternyata juga baik hatinya. Ia tawarkan kepada dosennya itu untuk menginstall ulang windowsnya. Dosennya setuju dan senang. Laptop dosennya, Mindi bawa pulang.

Namun, niat Mindi yang rajin, cukup pintar, dan melek teknologi serta bisa ulang windows itu rupanya tidak berbanding lurus dengan keberuntungannya. Tidak ada yang salah dengan proses install ulang yang ia lakukan terhadap laptop dosennya. Di luar kuasa Mindi, seluruh data di laptop dosennya itu hilang. Puft.

Mindi panik. Berbagai macam software telah ia coba untuk me-recover data yang hilang namun hasilnya nihil. Mindi stress berhari-hari. Ditambah lagi dosennya yang sudah mulai mencari laptopnya karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Mindi yang rajin, cukup pintar, dan melek teknologi serta bisa intall ulang windows kini putus asa.

Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya dengan putus asa ia menceritakan hal tersebut pada dosennya. Bahwa seluruh data yang ada di laptop itu hilang. Penelitian, bahan ajar, termasuk sebuah draft buku yang akan diterbitkan hilang begitu saja. Mari kita sudahi kisah memilukan ini sampai sini saja.

Hal yang menimpa Mindi dapat kita temukan pada kasus lain, seorang mahasiswa semester akhir bisa terlambat ujian karena draft skripsi di komputernya hilang karena virus, atau pengurus organisasi yang tidak bisa memberikan LPJ di musyawarah karena data LPJ di komputer hilang entah ke mana. Atau pada kasus komputer yang hardwarenya rusak bahkan hilang.

Mari sejenak kita menundukkan kepala untuk mendoakan orang-orang yang pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan ini.

Belajar dari itu, sewaktu mengerjakan skripsi saya selalu mem-backup draft saya secara berkala di cloud/online storage. Dalam bahasa sederhananya, di-upload ke internet. Istilah ini secara populer disebut juga dengan cloud computing atau cloud storage? Apa itu cloud computing? Apa itu cloud storage?

Secara harfiah, cloud computing berarti komputasi awan. Awan dalam hal ini adalah metafor dari internet (sumber: wiki). Cloud computing atau cloud storage secara sederhana adalah mengakses data-data di internet. Lebih sederhana lagi, ibaratnya kita punya hardisk tambahan di internet.

Apa manfaat cloud computing dan cloud storage?
Supaya apa yang terjadi pada Mindi dan orang-orang yang kehilangan data tidak terjadi pada kita. Selain itu, kita tidak pernah tahu kapan kita butuh data yang penting dan kita tidak bisa membawa laptop ke mana-mana, 24 jam. Saya sendiri menggunakan cloud storage untuk menyimpan data-data skripsi. Saya juga menggunakannya untuk menyimpan teks pelantikan anggota baru di organisasi saya, jaga-jaga jika suatu kali pengurus lupa di mana menyimpan teks aslinya - dan itu sudah beberapa kali terjadi. Selama ada koneksi internet, kita bisa mengakses data itu kapan dan di mana saja.

Ilustrasi perkembangan storage device. Sumber: 1a20.com
Siapa yang sebaiknya menggunakan cloud computing dan cloud storage?
Pelajar dan mahasiswa untuk menyimpan tugas, penulis untuk menyimpan draft, tim kreatif untuk berbagi ide dan file, guru dan dosen untuk menyimpan bahan ajar, para personal maupun profesional, siapa saja.
 
Bagaimana cara menggunakan cloud computing dan cloud storage?
Barangkali bersamaan dengan semakin majunya teknologi mobile computing, teknologi cloud semakin gampang diakses. Ada banyak penyedia layanan cloud yang gratisan dengan kapasitas yang cukup besar. Sebut saja Google Drive (belakangan sudah satu paket sama Android), iCloud untuk produk Apple, Microsoft, Asus Web Storage untuk pengguna Asus, dan lain-lain.

Kalau saya pakai Google Drive (www.drive.google.com). Selain gratis, penggunaannya juga cukup mudah. Cukup bikin e-mail di Google, secara otomatis kita juga akan dapat layanan ini secara gratis. Kalau sudah punya akun Gmail, berarti kita juga sudah punya akun Google Drive. Kapasitas yang disediakan 15GB untuk semua jenis file. Kurang lebih, sudah lebih dari cukup.

Tampilan Google Drive setelah sign-in
Selain itu, Google Drive juga punya fitur sinkronisasi. Kita bisa mengalokasikan satu folder di komputer kita sebagai folder untuk Google Drive. Apabila tersambung dengan internet, kita bisa mengakses semua data di cloud seperti data di folder-folder kita yang lain seolah data itu memang ada di komputer kita. Aktifitas semacam upload atau download dapat dilakukan semudah copy + paste. Masih ada yang lebih mudah lagi?

Nah, semoga postingan ini berguna. Ingat, kita bisa mengupload file apa saja - teks, foto, video, dan lain-lain namun ingat, semua sistem pasti punya kekurangan. Hal-hal yang bersifat pribadi dan untuk tujuan personal sebaiknya jangan pernah di-upload ke internet. Data hilang, rusak, atau dibutuhkan tiba-tiba, sekarang bisa diakses kapan dan di mana saja selama ada akses internet.

Ini adalah contoh penggunaan sederhana dari cloud computing dan cloud storage, jika ingin tahu lebih banyak bisa langsung tanya sama om Google.

Di kesempatan yang lain mungkin saya akan berbagi pengalaman cara mengembalikan file yang hilang karena tidak sengaja terformat. Terimakasih sudah baca, ingat tinggalkan komentar :)

3 comments

  1. Gue juga pakenya google drive, walaupun banyak temen yang make dropbox. Mayan biar nggak panik kalo skripsian. :))

    ReplyDelete
  2. Saya pakenya OneDrive dari Microsoft, lumayanlah dapat 15 GB Cloud Storage dan ditambah 3GB kalo autoback-upnya diaktifkan. Kelebihan lain karena ada Ms Office Word, Excel dan Powerpoint online jadi bisa ngedit asal ada akses internet. Btw, Bisa sampai 1 TB, tapi beli licensi Office 365 dulu..

    *merasa kayak sedang mem-prospek* :3

    ReplyDelete
  3. waah infonya bermanfaat sekali nih,makasih ya udah share :)

    ReplyDelete