Berduka Cita


Meskipun sudah pasti datangnya, kepergian selalu menyedihkan.

Turut kami berduka cita untuk keluarga bapak Ir. Ahmad Toyib Rahardjo, dosen Universitas Hasanuddin, ayahanda dari saudara kami, Aryadi Arnas, Arwandi Ashari, dan Andarini Asri. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberkahi ketabahan dan kemuliaan. Amin.
Untuk keluarga dan kerabat yang hendak menghadiri takziah, sila hubungi kami di twitter @planetyar, @rahmatsuregar, dan @daengjuphe.

Teman-teman. Blogspot Berubah

Atau dalam tag populer yang sering diucapkan oleh teman-teman saya di Makassar, "Berubahna mo". Tag ini biasanya digunakan oleh seseorang untuk mengucapkan kekecewaan pada sahabat, teman dekat, atau pasangan yang sudah berubah.

BUKAN!
BUKAN BERUBAH SEPERTI INI YANG DIMAKSUD!
Yang dimaksud berubah di sini adalah perubahan sikap. Semua orang pasti punya teman yang begini, jika tidak, mungkin memang kamulah orang yang sudah berubah untuk teman-temanmu.

"Berubah na mo", seandainya blogspot itu adalah manusia, saya ingin langsung bilang di depan matanya. "Berubah meko di'!" (Baca: Kamu sudah berubah).
Blogspot, you are the choosen one. Aku ingat pertemuan hampir lima tahun yang lalu, waktu kita masih sama-sama sederhana.

Sekarang saya benar-benar merasa blogspot berubah. Ambisi Google untuk menyatukan semua layanannya benar-benar kelihatan jelas. Dimulai dengan dibelinya picasa sampai dibuatnya social media Google+. Google sebagai perusahaan raksasa dunia benar-benar memperluas pasar dan layanannya lebih besar dan lebih raksasa lagi, sampai yang paling kecilpun, widget "Foloowers" diganti dengan Google+ Followers". Sebagai orang yang sempat belajar marketing di kampus, saya mengerti jika Google ingin menciptakan Brand Awareness, kesadaran merek bagi kita, yang dalam hal ini adalah konsumennya.

Sampai suatu hari saya merasa jenuh dengan perubahan yang terus dilakukan oleh Blogspot sebagai salah satu layanan Google. Lebih dari setahun yang lalu, Blogspot menghadirkan Dashboard baru untuk para blogger, yang jujur saja menurut saya tidak begitu fungsional, cuma diubah di tampilan saja yang menurut mereka lebih segar dengan dominasi warna putih dan jingga. Awalnya dashboard baru ini opsional, boleh digunakan, boleh juga tidak, namun akhirnya jadi dashboard wajib juga, kita tidak bisa lagi mengakses dashboard lama. Sebagai konsumen yang hanya bisa pasrah, saya tidak bisa melakukan apa-apa selain menerima dan belajar menggunakannya.

Hingga kurang lebih dua bulan yang lalu...

Tampilan Upload Foto di Google Chrome, Lancar Jaya.


Tampilan Opsi Upload Foto di Firefox: Hang.


Iya, di Browser Mozilla Firefox, saya tidak lagi bisa mengupload gambar. Bahkan ketika opsi Upload Photos di-klik, sungguhpun, langsung hang di sana, menekan timbol Esc juga tidak ada gunanua.
Saya tidak tahu apakah hal ini juga terjadi pada blogger-blogger yang lain.
Saya sudah menanyakan ini ke pihak blogspot lewat twitter dan layanan "Help" mereka tapi tidak ada jawaban. Di situs knownissues sebenarnya ada artikel yang membahas bug ini, bug ini juga sempat terjadi di browser Internet Explorer, tapi di Browser FireFox sama sekali tidak ada artikelnya.

Blogspot, Kamu berubah. *nangis* *menyudut di kamar* *bikin skripsi*

Sumber gambar : 
http://judinfals.xtgem.com/images/satriabajahitamrx.jpeg
http://media.tumblr.com/tumblr_lha5raLj7S1qb1qm5.jpg

12.37 Pagi

Bagaimana aku bisa yakin betul kalau rumah memang sedang kebanjiran lagi? Aku baru saja selesai cuci kaki untuk kelima kalinya malam ini. Seharusnya tadi lebih kurang jam sepuluh malam aku sudah tertidur tapi harus terbangun lagi. Aku dan ayahku baru saja melaksanakan misi penyelamatan anak ayam yang baru saja lahir dua hari yang lalu. Penyelamatan dari banjir yang secara cepat menggenang untuk kurang lebih keempat belas kalinya di perumahan ini.

Aku jadi yakin betul rumah memang sedang kebajiran karena barusan aku dan ayahku harus menyelamatkan kasur dengan meninggikannya di atas rangka dengan meja agar tidak tergenang air. Air di kamar sudah sebetis orang tampan tadi.

Aku akhirnya jadi semakin yakin karena barusan aku mencoba menangkan seekor anak ikan gabus yang asyik berenang di ruang tamu, tapi harus gagal karena rupanya dia lincah, namanya juga anak-anak. Ikan yang masih anak-anak.

Apa yang bisa dilakukan perihal banjir selain dengan mengeluh dan menerimanya?
Entahlah.

Makassar, 21 Februari 2013
12.44 pagi
Kaki masih basah