Surat Cinta untuk Modem

Dear Modem
Aku ingat saat pertama kali melihat kamu. Kamu manis dalam balutan boks warna biru putih itu. Iya, di depan Politeknik Negeri Ujung Pandang kita bertemu. Aku tersenyum. Kamu diam. Tiba-tiba Kamu sudah ada di dekat ku. Dekat. Sampai bisa aku genggam. Kamu masih diam.

Dear Modem
Sebab dengan adanya kamu aku tidak lagi perlu ke warung kopi untuk berburu hostspot gratis. Iya, aku tak lagi perlu pulang tengah malam sebab tahukah? Aku sering lupa waktu jika ketemu internet. Aku senang sebab dengan adanya kamu, aku tinggal duduk di kamar dan bisa berinternet setiap harinya, setiap aku mau. Modem, kenapa kamu diam?

Dear Modem
Tahukah kamu sewaktu berangkat KKN dua bulan yang lalu aku kecewa. Aku kecewa perihal di posko rupanya kau tak dapat sinyal yang berarti kamu tidak bisa digunakan. Ya ampun. Jadilah kamu menganggur di dalam ranselku yang dingin sendirian selama sebulan. Tapi tidak, jangan merasa tidak berguna. Aku merindukan kamu selama satu bulan yang panjang itu. Tapi kamu masih diam.

Dear Modem
Tahukah kamu, gara-gara kamu juga, adikku yang perempuan itu juga sekarang punya blog. Iya, dia minta aku mengajarinya dan jadilah dia punya blog juga sekarang. Ah, kamu pasti tahulah. Kamu ada di sana, di dalam kamarku waktu aku mengajarinya. Aku harap kamu senang, sebab kamu memang telah membuat adikku juga jadi senang. Dia berharap bisa punya modem juga suatu hari nanti. Modem yang seperti kamu mungkin. Modem yang pendiam.

Dear Modem
Kemarin aku sempat khawatir sama kamu. Aku di-SMS providermu. Katanya waktu aktifmu akan selesai dalam sebulan. Aku cemas. Sudah cukuplah sebulan kemarin kamu menganggur. Aku tidak lagi akan membiarkan kamu menganggur lebih lama. Demi kamu, tabungan aku ambil juga, jumlah yang besar, yang lima puluh ribu rupiah. Supaya kamu tidak diam. Tapi ah, kamu selalu diam.
Tetapi tahukah kamu pulsa itu tidak jadi aku pakai? Iya, jadi sebelum sempat aku isi pulsanya, rupanya masa aktifmu telah diperpanjang secara otomatis, entah kenapa bisa. Aku juga heran. Kamu? Kamu pastilah tidak heran sebab kamu sudah tahu. Akhirnya aku tidak jadi mengisi pulsamu, aku jadi ke kamar mandi karena kebelet. Aku serius. Kamu diam.

*Ke kamar mandi*
*Selesai*

Dear Modem
Aku harap kisah kita satu kisah yang panjang. Untuk diceritakan. Untuk dikisahkan pada orang-orang. Aku ingin mereka cemburu sama kita. Sama kamu. Sama kedekatan kita. Sama kemesraan kita yang selalu ditemani hembusan dari kipas angin di tombol nomer satu. Aku selalu kepanasan, kamu selalu diam.

Kalau ada yang tanya siapa namamu, aku bilang dengan bangga: "Namanya Huawei EC156. Flexi kartunya. Boksnya warna biru putih yang ceria seperti anak sekolah menengah pertama yang pendiam. Selamat malam.

Makassar, Kamar yang panas di kipas angin Sekai nomor 1.
29 Agustus 2012
Lewat Tengah Malam.

22 comments

  1. romantis sekali, semoga aku tidak menerima undangan pernikahan kalian... hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi nggak mau diundang nih? -____-

      Delete
  2. wah, cemburu banget gue bang liat kemersaan lo sama modem. Kayaknya kalau dijadiin sinetron pasti booming, kalah FTV sekarang yang kisahnya cuma sama cewek dan cowok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasihan aktris-aktris FTV kalau sampai jadi. Mereka jadi nganggur, peran mereka diambil alih modem -___-

      Delete
  3. so sweet ya,,,coba ada balasan dari si modem....hehehe..
    kalian bakal jadi pasangan serasi,,hehe
    oya follow balik ya

    ReplyDelete
  4. ciiie ... yang milih pedekate sama modem
    udah gak sanggup nyari cewek yah , #ups :D

    so sweet deh, gue udah putus sama modem gue
    gara2 dia sekarang suka sama "slow"
    jadinya i love slow padahal tadinya dia i hate slow
    dia tega sama gue

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mendingan juga gua PDKT sama modem... La situ sama modem aja diputusin -___-

      Delete
  5. cie cie pdkt sama modem nih , kalo gue sih ga punya modemnya hehe *curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha. Aduh, jadi blogger dengan jaringan internet yang susah pasti sulit ya? Tapi enjoy aja, saya juga blogging empat tahun tanpa modem :D

      Delete
  6. Modem... yang kadang kalo ada meja goyang bisa dijadiin pijakan.. dan kadang kalo lagi kehabisan uang bisa dipake nodong dari belakang.. *ehh

    ReplyDelete
  7. hehehe, romantisss juga. modemku warnanya putih, jadi kunamai SHIRO, kek anjingnya sinchan, supaya kenceng berlari nangkap sinyal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Shiro mah larinya ndak kenceeeng -___-
      Imut begitu..

      Delete
    2. ehehe, iya di', anggaplah shiro lain krn saya bukan sinchan :D
      betewe, datangmi usilku seng, ingin mengganti judul di atas dengan "DEAR MADAM" eheheh :D

      Delete
    3. Hahaha. Usili saja, yang penting yang jadi Madam-nya bukan Shiro, ka Shiro jantan ki gang :D

      Delete
  8. ntar kalo jadian sama modem bilang-bilang ya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Kasihan amat kalau sampai jadian sama modem...

      Delete
    2. Moga aja nggak -___-
      Masa' ane malam mingguan pegang-pegangan modem? Hahaha

      Delete
  9. Percintaan antara Alien dengan Modem.
    Anaknya kelak bakal gimana ya.

    ReplyDelete