Galau KKN. KKN Menggalaukan

Siap Menarik Perhatian Kembang Desa
Akan tiba masanya kamu harus ke sana, ke gerbang Kuliah Kerja Nyata. Sebuah perihal yang menandakan usiamu di kampus sudah semakin tua. Semakin mendekati garis akhirnya, semakin... Ah sudahlah.

Sebagai mahasiswa Unhas, KKN adalah kewajiban. Fardhu ain. Tidak KKN berarti tidak sah untuk jadi sarjana, tidak pantas untuk menggunakan gelar Drs di depan namanya nanti (Ini tahun berapa sih?!). Pokoknya, saya sedang galau KKN dan kalian semua harus tahu. Oh, saya belum pernah segalau ini.

Bahkan bukan cuma saya yang galau KKN, itu ibu saya yang galaunya 200 juta kali lebih galau dari saya. Pasalnya, selama dua bulan nanti saya akan keluar Makassar untuk menunaikan ibadah ini. Oh, artinya saya akan menghabiskan 86.400 menit di daerahnya orang, 200 km jauhnya dari kota Makassar yang setengah hati saya sudah nempel di dalamnya. Oh, Makassar. Akankah kamu juga merindukan saya nanti jika saya sudah meninggalkan kamu? Akankah patung ayam kamu nanti menangisi langkah-langkah saya? Oh, Patung Ayam, Jangan dijawab!

Ibu saya belakangan ini makin ganas menanyai ini itu. Dapat posko di mana? Daerahnya di mana? Di sana makanannya apa saja? Bisakah mengurus diri sendiri nanti sana? Di sana mau makan apa? Mau dibelikan koper tidak? Bajunya cukup tidak? Ini itu cukup tidak? Mau dibelikan apa?
Oh, mafhum saja, sebab dalam 22 tahun saya berkarir di keluarga ini, ini akan jadi kali pertamanya saya jauh dari mereka untuk jangka waktu yang sangat lama, dan 'toh untuk beberapa ibu, anaknya akan selalu jadi anaknya yang selalu dibawa khawatir. Oh, Ibu. Saya pun khawatir nanti mau ngapain di sana.

Sebenarnya ada KKN profesi, yang lebih mirip magang sebenarnya. KKN profesi, yang semacam magang ini kita bisa memilih mau KKN di mana. Sejak memulai karir menjadi mahasiswa baru, saya sudah menarget-nargetkan akan ikut itu saja. Tapi oh, apa daya. Mulai tahun ini KKN profesi di Fisip tidak lagi diadakan. Padahal teman saya yang jerawatnya menawan, si Utun sudah menawarkan untuk KKN profesi bareng di perusahaan Semen Tonasa di kabupaten Pangkep. Oh, seandainya ada, Tun. Seandainya ada KKN profesi.

Bukan saya sombong tidak mau KKN reguler, bukan saya tidak mau berbaur dengan masyarakat di sana. Sungguh, saya tipe laki-laki murahan, maksud saya rumahan. Saya merasa menemukan diri saya di sini, di antara gedung-gedung tinggi, di antara rimbun pepohonan kota. #swing #ApaSih.


Pembekalan KKN sudah dimulai. Sebenarnya saya firasat baik soal KKN nanti. Semuanya bermula saat negara api menyerang pembekalan umum kemarin, teman-teman kelas saya waktu SMA juga ikut KKN gelombang kali ini. Bahkan, waktu pembekalan umum kemarin sudah jadi semacam mini reunion alumni Smunel. Lagi, hampir semua teman angkatan saya di Komunikasi juga ikut KKN gelombang kali ini, jadi sepertinya KKN kali ini akan ramai.



Sekarang, setiap kali mendengar kata KKN saya galau. Mendengar kata Pembekalan, Galau. Mendengar kata Gelombang, Galau. Lihat awan yang gerak pelan-pelan, Galau.

Tetapi oh, Makassar. Hari-hari jelang KKN sudah semakin dekat. Saya semakin rentan galau. Semoga di posko KKN nanti jaringan Telkomsel dan Telkom Flexi lancar, sehingga kita tetap terhubungkan lewat internet, sehingga Blog ini akan selalu terisi. Semoga di sana ada pohon durian, pohon kelapa yang buahnya segar-segar, ada kembang desa, ada janda kembang, ada kembang sepatu.

Kemudian Matahari di Makassar semakin meninggi. Menghangatkan mereka yang belum mandi. Menghangatkan hati mereka yang dirundung mendung, dengan rindu di setiap pecah-pecah sinarnya. Oh, KKN. Galauku mulai lagi.

Makassar, H - 9 Pemberangkatan KKN
Belum ada persiapan sebab masih dirundung galau.

16 comments

  1. Wehetss
    K Alien :D
    KKNnya semoga sukses...

    Kalimat yang terakhirnya keren (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Fitrah. Galau ka' kasyan. Hehe.

      Thanks sudah baca :D

      Delete
  2. jangan galau soal KKN... dibawa enteng aja.. :)

    katanya mau lulus.. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha. Ini komennya kok ngancem sih -___-

      Delete
  3. Wehehe semoga gak ditempatkan di daerah yang terpencil di antara yang terpencil.. amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha. Amin. Smeoga di sana sinyal dan internet lancar. Hehe

      Delete
  4. jangan galau.. KKN itu menyenangkan kok. Dan waktu dua bulan itu ga bakal kerasa kalo kita nya happy. Yang ada kelar KKN udah ga pengen balik ke kota.. hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Thanks. Yap,semoga di sananya menyenangkan sih :D

      Delete
  5. KKN jangan dijadikan momok yang menakutkan, disana nanti kamu akan bisa menemukan jati diri karena harus mandiri dan belajar untuk sosialisasi dengan banyak orang....semangat dan yakin pasti bisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Kayaknya kegalauan saya memang berlebihan. Hehe. Mohon doanya ya, Mbak Iis :)

      Delete
  6. aku akan melebihi galaunya ibumu, kak :(

    ReplyDelete
  7. KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN KKN
    Biar makin galau, kalau baca komen ku 3:D

    ReplyDelete
  8. KKN itu menyenangkan kok,bisa banyak dapat pelajaran baru kalau dinikmati, so..nikmatin aja tiap prosesnya.Tapi dijamin lah KKn itu seru banget malah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheh. AMin. Amin. Banyak yang bilang seru sih, yah kita lihat di sana :D

      Delete