Ikhwal Kuliah Perdana Semester Enam. Ada Alien Terlambat Bernyanyi.

Saya harap Kalian ada di sana tadi pagi. Di ruang kuliah Dasar Penelitian Komunikasi. Supaya Kalian bisa melihat saya yang datang terlambat bersama Lia. Iya, terlambat kurang lebih selama empat puluh menit. Saya ingin Kalian tahu bahwa saya tidak menyengajakan diri untuk datang terlambat. Itu adalah semata-mata karena saya sangat menikmati tidur saya sehingga baru bangun pukul delapan lebih. Saya tahu apa yang kalian pikirkan: Tyar ini ganteng-ganteng kok malas. Terbaca di keningmu.

Namun Oh, saya sebenarnya sudah memutuskan untuk tidak masuk kelas. Tidak enak pada dosen yang lebih tua dari kami semua, yang sudah lebih lama mendalami ilmu komunikasi ketimbang dokter gigi di sebelah rumah saya. Tetapi oh, itu tangan saya ditarik-tarik oleh Lia yang akhirnya kami masuk kelas secara bersamaan. Iya, tadi pagi saya terlambat dengan seorang perempuan yang mengakibatkan lagi dosen menyempatkan diri untuk seikhlasnya mengejeki kami dengan sebutan Galih dan Ratna. Seakan-akan terlambat masuk kelas bersamaan itu romatis. Hahaha. Itu senyum saya, dibikin-bikin. Tidak tulus-tulus sama sekali.

Saya benar-benar berharap kalian di sana, di ruang mata kuliah tempat saya juga ada. Jangan di sebelahnya - supaya kamu bisa lihat kami semua melihat Alien. Alien yang teman saya juga, teman Lia juga, mahasiswa bapak dosen, anak ibunya, kakaknya Riska, rambutnya panjang, rambut Riska tidak, lumayan cantik, sudah punya pacar, mengecewakan saya. #eh?

Itu yang di depan kami Alien. Rupanya dia manusia juga. Semoga.
Iya, namanya memang begitu sejak nama Ujung Pandang berubah menjadi Makassar. Namanya memang Alien yang bukan penyebab dia dihukum pagi tadi, melainkan karena dia datang lebih terlambat dibanding saya dan Lia. Saya benar-benar kalian ingin berada di sana, untuk melihat Alien yang perempuan itu dihukum bernyanyi di depan kelas oleh dosen, oleh teman-teman saya juga.

Menuju Bernyanyi
Saya yakin Alien sadar suaranya tidak terlalu bagus untuk menjadi wartawan, tetapi itulah dia, berdiri di depan kelas dengan kakinya sendiri, dengan sedikit malu-malu, kemudian bernyanyi. Iya, Alien dari bumi itu bernyanyi.
"You are beutiful, beautiful", nyanyinya. Kami tertawa. Dosen menari. Kami tertawa lagi. Pak SBY pusing soal Demokrat.

Saya masih ingin kalian di sana sebab Alien belum diizinkan untuk duduk, harus membawakan satu lagi lagi. Abang Tukang Becak, lagu anak yang jarang kita dengar lagi selain karena kita bukan lagi anak-anak, juga memang sudah tidak pernah lagi terdengar di televisi. Karena tayangan musik pagi itu lebih menarik dan lebih menguntungkan.

Hahaha. Saya menahan tawa melihat Alien yang bernyanyi Abang Tukang Becak dengan bahagia sekali, bernyanyi kepada kami mahasiswa semester enam yang bukan lagi anak TK tetapi ikut bertepuktangan. Ikut menikmati suara Alien yang membawa kami mengingat lagi lagu itu setelah tertumpuk oleh sedemikian rupa musik-musik dewasa.

Makassar yang malam ini dingin. 9 Pebruari 2012.

4 comments

  1. Terlambat 40 menit?? berduaan?? ckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Melalui postingan ini saya juga hendaks mengatakan bahwa kami - Saya dan LIa dalam postingan ini itu adalah teman saja.
      Terimakasih untuk teman-teman wartawan. Maaf. Maaf.

      #SokNgartis

      Delete
  2. lama tak bersua.....
    uda semester 6 toh judulnya dirimu sekarang..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Guru. Sayapun sempat kaget dibuatnya

      Delete