Kata Pengantar untuk Drunken Mama

Buku-buku tulisan Pidi Baiq sangat buruk dan tidak berkualitas, itu kalau saya boleh bohong.

Kata pengantar ini saya bikin serius saja ya? Cukuplah Pidi Baiq yang tidak serius. Buku Drunken Mama ditulisnya oleh Pidi dengan tata bahasa yang sekilas sulit dimengerti, sehingga kalau ada orang yang tertawa saat membaca buku ini, maka bisa dibilang dia adalah orang yang jenius karena bisa mengerti, atau mungkin memang sama gilanya dengan Pidi Baiq.

Supaya kesannya panjang, kata pengantar ini saya buat jadi dua paragraf.
Saya heran, kok bisa ada orang yang seperti Pidi Baiq. Ada-ada saja ke-absurd-an yang diciptakannya, lebih anehnya lagi, ke-absurd-an-ke-absurd-annya itu dia bikin buku yang bahasanya Absurd pula, tapi apa yang lebih absurd? Banyak yang suka baca bukunya dan menikmati karyanya yang lain, ada saya juga yang suka. Sungguh, Pidi yang Baiq ini, aneh sekali.

Supaya kesannya lebih panjang, sekalian saja kata pengantar ini saya buat jadi lebih dari dua paragraf.
Namun Pidi Baiq menuliskan kesehariannya dalam Drunken Mama secara liar, bebas, nakal, nyeleneh, menggelikan, namun dalam dan serius. Bahwa hidup, hidup yang cukup panjang ini, sayang sekali jika digunakan untuk memikirkan kepentingan diri sendiri saja. Pidi Baiq secara tidak sadar ataupun sangat sadar sekali mengajarkan kita konsep Any Random Kindness, untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan sedekah acak untuk orang lain, untuk siapa saja. Supaya hidup, hidup yang cukup panjang ini, tidak linear-linear saja. Pidi Baiq, lewat buku-bukunya yang Drunken, telah menyadarkan, betapa banyaknya kebahagiaan-kebahagiaan sederhana yang telah kita lewatkan.

Terimakasih, Haji Pidi Baiq.
Demikian kata pengantar yang tidak pernah diminta ini, yang hanya dimuat khusus di blog ini.

No comments