Postingan Malam Minggu. Miris.

Selamat bermalam minggu! Saya mengucapkan itu karena kebetulan malam ini adalah malam minggu. Saya tidak mengucapkannya malam kemarin karena memang kemarin masih malam Sabtu. Kalau saya mengucapkannya kemarin, mungkin kalian akan menganggap saya gila, bukan lagi tampan, tapi ketahuilah bahwa saya memang tampan, dan itu absolut. No offense. Haha.

Kata orang (dikatakan seperti itu karena yang berkata memang adalah orang), malam minggu itu malam yang panjang. Padahal sebenarnya sama saja, persis jam dan menitnya sama dengan malam-malam yang lain. Ketahuilah, Kawan. Itu hanya konotasi, bukan makna sebenarnya. Semoga kalian sadar akan hal itu. Amin.

Malam minggu, bagi beberapa jombolman dan jombolwati, adalah malam yang kelabu. Tapi para penganut non-jombol-man dan non-jombol-wati, malam minggu adalah malam yang paling berwarna, seakan-akan langit yang hitam membentuk gradien berwarna merah terang dan awan-awannya adalah percikan cat yang berwarna jingga keemasan. Lihatlah, Kawan. Betapa status jombol telah mengubah cara manusia memandang langit. Miris.

Malam minggu ini saya tidak menyempatkan ngapel ke rumah pacar, berbeda dengan kebiasaan pemuda lain yang menunjukkan cintanya pada pemudi kesayangannya dengan berkunjung ke rumahnya, untuk sekedar minum teh. Tapi itulah cinta, Kawan. Teh manis secangkir kecil itu akan membuatmu lupa pada harga bensin yang harus Kau bayar untuk motormu yang Kau kebut dari arah Perumahan Dosen Unhas sampai ke Jalan Daeng Tata. Ujung ke ujung. (ini sepenuhnya ilustrasi. Fiksi).

Malam minggu itu, Kawan, punya banyak sekali cerita. Kemudian saya berpikir, malam Minggu ke berapakah di tahun 2011 kira-kira kapankah saya akan mengapel ke rumah dia?
Wassalam.

3 comments

  1. ah, biasa aja tuh. Cuma kebetulan tadi malam hujan guntur disertai mati lampu. Malam minggu yang indah..

    ReplyDelete
  2. kak wandi tau ji ini alamat blog kah? haha

    ReplyDelete
  3. @ Ran: Kuduga kau penganut jombolwati.

    @ Appie': Wah, ini cuma fiksi, Kawan. Kesamaan nama dan tempat itu cuma rekayasa yang tidak mencerminkan apa-apa. Tapi syukurlah, Kak Wandi tidak pernah buka blog ini.

    ReplyDelete