Galeri Foto Yang Kebanjiran

Sewaktu saya masih kecil polos, saya pernah berpikir, betapa enaknya kalau di kompleks kita kena banjir. Setiap hari kita bisa berenang dengan senang. Pikiran itu terlontar saat saya masih tinggal di Lise, Sidrap. Waktu daerah timur (atau barat) kena banjir selutut (ketinggian air mencapai lutut, bukan banjir lutut).

Waktu itu saya iri, membayangkan betapa serunya bisa berenang setiap hari. Tinggal turun dari tangga rumah panggung, dan *blup*. We're swimming.
Tetangga saya bilang (dalam bahasa bugis), "Nanti kalau rumah kita kebanjiran, kita juga bisa berenang". Sejak saat itu, saya harap rumah saya benar-benar kebanjiran.
sayangnya, Tuhan baru mengabulkannya bertahun-tahun kemudian, sewaktu saya tidak lagi tinggal di rumah panggung.

Sekarang saya sadar. Setelah kurang lebih tujuh kali kebanjiran, saya menyimpulkan: Kebanjiran itu hanya menyenangkan saat kamu masih kecil, terlebih lagi jika rumahmu rumah panggung. Tidak berlaku jika kamu sudah beranjak dewasa, dan rumahmu bukan rumah panggung. Sebuah kesimpulan yang sangat filosofis.

HERE WE GO. FOTO YANG KEBANJIRAN


















THAT'S ALL FOLKS.
DOAKAN BULAN INI SEMOGA RUMAH KAMI DI KOMPLEKS INI SUDAH NYAMAN SELAMA-LAMANYA

3 comments

  1. jadi skrg nginap dimana ki kak ?

    ReplyDelete
  2. itu foto sangat hebat sayangnya tidak terlihat adikmu yang caddi dan botak



















    ReplyDelete