Yang Paling Susah di Hari Pertama Puasa

Yang paling berat adalah mengendalikan pikiran. Serius ka', tadi saya sempat ke luar buat temani mace berbelanja keperluan penting selama ramadhan (mencakup: gula, sirup, biskuit, dan samphoo), itung-itung gaoel di Top Mode (orang Makassar nggak ada yang nggak tau Top Mode! tempat gaul yang gaul abis, mau beli sepatu ada, mau beli boneka ada, mau beli seragam sekolah ada. Pokoknya hampir lengkap, yang penting jangan cari obat penambah nafsu makan di tempat jualan tas, pasti ndak ada).

Trus, beratnya di mana?!
Astaga, betulan di jalan bertebaran pemandangan yang sebenarnya bagus, tapi momennya kurang tepat!

Apakah gerangan itu, Tyar?!
Itu, rekans. Cewek-cewek yang duduk di atas motor dengan celana ketat dengan potongan di atas lutut memperlihatkan... Ah itulah. Kalian pasti mengerti apalagi kalau kalian laki-laki.
Rekans, mengendalikan pandangan dan nafsu selama puasa itu harus dan bisa jadi mudah bila kita sudah terbiasa. Tapi menahan arah pikiran?
Tidak semudah itu.

Curhat seorang laki-laki yang mencoba menjauhkan diri dari makruhnya puasa tapi ternyata susah.

No comments