#Indonesia65: Seandainya Kita Sedikit Lebih Egois

“Semuanya berawal dari sini…sebuah mimpi….sebuah keajaiban tekad…yang telah menjadikan diri kita bukan hanya seonggok daging yang hanya punya nama….
Saya… Zafran… saya mencintai negeri indah dengan gugusan ribuan pulaunya sampai saya mati dan menyatu dengan tanah tercinta ini..” (Donny Dhirgantoro-5cm)

Selamat Ulang Tahun, Indonesia! Satu negara paling cantik di dunia.
Pernah satu kali saya mengganti ban motor saya yang bocor di salah satu bengkel kecil di kompleks BTP. Karena saya tidak tahu merk ban apa yang bagus dan berkualitas, saya pun bertanya pada bapak pemilik bengkel kecil itu, "Ban apa yang bagus, Pak?!"
Bapak pemilik bengkel menjawab dengan ramah dan cepat, "Ini, Dek. Ban Merk Federal. Bagus sekali ini"
"Itu mo paeng, ta' berapa itu?" (Kalau begitu yang itu saja, harganya berapa?) Saya bertanya lagi
"Agak mahal, Dek." Katanya lagi

Yah, tak apalah sedikit lebih mahal kalau memang kualitasnya lebih bagus. Saya pun mengiyakan tawaran bapak tadi, sesaat kemudian si bapak pemilik bengkel sudah membongkar ban belakang motor saya. Di tengah-tengah pengerjaan, si bapak sempat memberikan sarannya. "Kalau misalnya mau ki' ganti ban, pilih meki' yang buatan Indonesia!"
Saya yang tidak tahu menahu soal ban karena di kampus memang tidak ada mata kuliah "perBANkan" mengernyitkan dahi lalu bertanya, "Kenapa, Pak?!" (Pikiran saya waktu itu, "Bukannya buatan luar negeri pastinya  lebih bagus?!)
Si bapak menjelaskan lagi, "Iya. Ban Indonesia karetnya lebih tebal. Bahan bakunya banyak, beda sama ban luar yang susah dapat bahan baku!"
Mendengar penjelasan di bapak, saya pun mengerti.

Dari situ saya belajar, Indonesia, negeri ini tidak terlalu buruk. Kita hanya perlu mengolahnya lebih baik. Seandainya saja seluruh potensi alam negeri ini dioptimalkan dengan baik, kita bisa saja jadi salah satu negara paling makmur di dunia.

  • Sumber daya alam: Negeri ini negara agraris, yang  kalau tanam rumput akan tumbuh padi! (Okeh, berlebihan). Tapi serius, bayangkan mi saja', kita tidak ada musim dingin yang memungkinkan kita menanam dan memanen sepanjang tahun. Kenapa kita impor beras dan gula? Hey! Kenapa ndak uang buat impor beras dan gula dipake buat kembangkan bibit unggul dan program pupuk murah?! Kita juga punya laut luas dengan potensi laut berjuta-juta ton! Belum lagi potensi pertambangan yang juga berjuta-juta. Seharusnya, Rupiah bisa jadi salah satu mata uang yang pantas diperhitungkan.
  • Sumber daya manusia: Siapa bilang negeri ini hanya punya sedikit prestasi? You better read THIS. Pastinya tidak sampai situ saja, putra-putri negeri ini akan terus berprestasi! Sayangnya beritanya selalu saja kalah oleh berita sensasi artis dan pejabat korup. Potensi tenaga kerja? Jangan ditanya! Ada lebih kurang 100 juta manusia usia produktif yang lebih kurang 50% di antaranya berkecimpung di bidang pertanian, dan ternyata sudah banyak sekali penemuan di bidang pertanian (salah satunya bibit unggul singkong raksasa) yang juga ditemukan oleh orang Indonesia. Ayolah! Kita bisa lebih baik.
  • Letak dan potensi geografis: Sepertinya tidak ada alasan untuk negara ini untuk tidak maju. Letak geografis Indonesia yang strategis dan sangat minim bencana besar memungkinkan negeri ini untuk terus berkembang menjadi negara maju. Keindahan alam dan manusia Indonesia? Jangan ditanya! Karena Indonesia: The Country of Thousand faces, satu negeri paling cantik di dunia. Mau lihat apa? Danau? Gunung? Laut? Ke Indonesia lah! Negeri ini ada ribuan pulau dan ribuan wajah yang menunggumu.
  • Indonesia: The Country of Thousand Faces. Potensi budaya dan keramahtamahan manusia Indonesia menjadi alasan lain untuk menjadikan negara ini sebagai negara tujuan wisata dunia. Saya yakin Indonesia adalah tempat sangat mudah untuk mencari teman. Cukup ucapkan salam dan tersenyumlah sedikit saja. Semua orang Indonesia pasti sepakat dengan hal ini.
    Kita mungkin butuh sedikit egois, kenapa mengekspor bahan mentah kalau bisa diolah dulu jadi barang jadi yang tentu saja bisa mendongkrak nilai jual dan membuka lapangan kerja?
    Kenapa tidak menyombongkan semua potensi dan prestasi ini? Kenapa prestasi keIndonesia-an sangat jarangg muncul di TV? Kenapa artis yang bercerai justru lebih WAH daripada orang Indonesia yang berprestasi di mata dunia?
    Setidaknya itu bisa lebih memotivasi dan membanggakan dan yang paling pasti: MENDIDIK.

    Indonesia harus bangkit dan harus sedikit egois, mementingkan negeri ini dahulu daripada meng-elu-elu-kan kehebatan negara lain.

    INDONESIA: THE COUNTRY OF THOUSAND FACES


    Terimakasih Indonesia untuk tanah dan airmu! Kita boleh saja mengeluh dengan keadaan yang jauh dari harapan kita. Karena kita memang perlu lekas bangun dari tidur berkepanjangan, menyatakan mimpi, mencuci muka biar terlihat segar, merapikan wajah, karena masih ada cara menjadi besar, memudakan tuanya, untuk menjelma dan MENJADI INDONESIA. (Efek Rumah Kaca - Menjadi Indonesia)

    Sumber: Suciptoardi, Youtube

    No comments