Percaya atau Tidak, Semalam Saya Lihat Hujan Meteor dengan Jelas

Saya sangat suka sama benda-benda langit. Bahkan dulu, sewaktu saya masih sangat muda (bukan berarti sekarang sudah sangat tua), saya bercita-cita ingin menjadi seorang astronot. Saya suka melihat corak bintang dan sesekali bayangan venus yang memantul menjelang pagi. Saya ingat, saya pernah duduk di lapangan Kapitang Bolong desa Lise bersama dua orang kawan pagi-pagi sekali untuk menunggu pagi dan memandangi planet paling indah itu.

Saya suka benda langit. Bintang, planet, awan, dan langit itu sendiri seperti yang saya ceritakan di sini. Bagi saya mereka indah. Saya bahkan punya enam buah bintang yang suka saya pandangi dari beranda dan saya beri nama seperti nama sahabat terbaik saya. Enam bintang itu terbagi dua. Tiga-Tiga. Seperti Entenk-The Big Six. Sesuatu yang aneh mungkin untuk sebagian orang.

Sekitar sebulan yang lalu, saya membaca berita dari berbagai situs dan media televisi tentang hujan meteor yang katanya bisa dilihat dengan mata telanjang (telanjang dalam hal ini bukan berarti yang he'eh nah!). Saya pun dengan semangat keluar ke beranda tengah malam selama beberapa malam hanya untuk melihat hujan meteor secara langsung.

Walhasil, hasilnya nihil. Saya kecewa. Mungkin dari arah rumah saya memang tidak bisa terlihat atau memang saya berada di waktu yang salah. Darn!

http://primagamameruya.files.wordpress.com/2009/12/perseids_movie_orig.jpg
Tapi ternyata kesempatan itu datang juga. Semalam saya melihat hujan meteor. Saya berada di tengah jalan yang sepi dan melihat langsung hujan meteor dengan sangat jelas. Ternyata memang indah seperti yang saya bayangkan. Satu dua baris, perlahan makin banyak saling menyusul. Bikin malam jadi terang. Saya hanya kagum dan tidak percaya. Indah, meskipun singkat, dan meskipun beberapa saat kemudian saya terbangun dan sadar. Iya, semalam saya memang melihat hujan meteor. Atau mungkin saya harus bilang, semalam saya bermimpi melihat hujan meteor.

2 comments