Kuliah Sistem Hukum, WC Kampus, Ceramah, Kambing, dan Anak


Asslamualaikum!
Judul postingannya mungkin sedikit sangat absurd. Yep, itulah yang terjadi hari ini. Tadi pagi saya bangun jam tujuh pagi. Berkat alarm Nokia tipe 6030 dan jam weker pribadi yang sangat setia. Jam weker pribadi yang sudah setia membangunkan sejak setahun lalu. Serius, kalau ada yang mau membelinya dari saya dengan harga berapapun, TIDAK AKAN SAYA JUAL kecuali terpaksa.

Jujur, hari Jum'at adalah satu-satunya hari di mana saya bisa bangun pagi. Itupun karena ada kuliah. Biasanya saya baru bisa bangun saat jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dan itu sukses bikin saya bolos kuliah minggu lalu berkat telat satu jam. Sebenarnya, ada satu hal yang menjengkelkan di kuliah yang satu ini. Bayangkan, dua orang  dosen menghadapi dua jurusan sekaligus dalam satu ruangan yang sebenarnya tidak cukup menampung hampir seratus peserta mata kuliah ini. Yep, hal ini sukses membuat titik kemalasan mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah.

Tapi pagi tadi saya berhasil datang pagi-pagi. Saking paginya, pintu ruangan masih terkunci jeruji besi dan saya harus duduk manis menunggu sendirian. Kemalasan mulai timbul lalu tenggelam. Sekitar sejam (beneran) kemudian, dosennya baru datang. Teman saya, si Ari, Nadir, sama Atto kayaknya sudah bernazar tidak akan masuk kali ini. Ditambah lagi dengan masuknya sms dari Putra (empunya kamar keramat tempat bermaksiat menunggu kuliah). Bunyi smsnya, "Sorry, baru ka' bangun". Tinggallah saya dan Sukur berdua yang masuk kuliah setelah ditinggal gerombolan manis manja ini.

Di dalam ruangan
Saya sama Sukur duduk paling belakang. Suara dosen seumpama nada-nada merdu yang tertelan oleh cuitan para peserta mata kuliah + perut saya yang mulai mulas. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, dialog ini saya ucapkan, "Sukur, titip tas ku. Mau ka' keluar (baca: bolos)" dan hanya ditimpali "OK" yang membuat saya makin mantap untuk membolos segera mencari WC untuk menyelesaikan urusan pribadi saya ini.

Sehabis kuliah
Saya diceramahi. Hehe ~
Oleh siapa? Rahasia!
Tentang apa? Rahasia!
Hehe. intinya, saya belum bisa fokus pada dua lembaga.

Sore, kuliah. Atau bisa dibilang ekstrakurikuler
Sudahkah saya ceritakan kalau setiap mahasiswa di fakultas saya sekarang diwajibkan mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler? Yep, nilainya satu (cuman satu) SKS, Man! Seharusnya sudah pertemuan kebelasan tapi saya baru masuk untuk pertama kali. Yep, keperawanan saya pecah akhirnya. Apa sih?!

Entah jodoh atau apa pun namanya, saya ketemu sama si Rahmat. The Partner in Crime. Halah
"Kak, mau ke rumahnya Kak Ochank?! Ada acara aqiqah". Pola pikir saya langsung hingar bingar dan mengiyakan. Jemput di Yusron di Fakultas Ekonomi trus berangkat ke D'Greeny's. Rumahnya Kak Ochank dan keluarga. Sesampainya di sana. Kue brownies, ayam goreng, sup, gulai kambing, dan sup buah menjadi pemuas nafsu kami bertiga. Lantas apa hubungannya dengan anak?! Setelah melihat anaknya kak Ochank yang pada lugu ditambah mimpi saya semalam tentang bayi, saya jadi ingin cepat punya anak.

Dan si Kelik malah baru datang setelah saya hendak pulang.

Okeh, saya capek dan saya masih harus menyiapkan soal sekaligus kunci jawaban buat evaluasinya anak-anak besok. Solusi terbaik adalah berangkat ke Griya. Rumahnya Kak Adhie dan berdiam dengan damai di sana. Lagipula kalau jenuh bisa langsung ke kafe Griya buat online. Kayak sekarang ini. Sudah hampir jam dua pagi dan saya masih berpostingan ria ditemani Sore dan Sheila on 7.

See yah!
Jangan lupa komentar dan gunakan pestisida ramah lingkungan!

No comments