SOS dalam Tindjaoean Sedjarahnja

Logo SOS: Berdiri Sedjak Tahoen 2008
kami boekan aliran! Cool kami boekan adjaran! Cool
kami joega boekan peroesoeh! Cool

tapi kami adalah Peterpan!!!!.... maap salah Confused
tapi kamu adalah power ranger!!!.... upzzzz.... salah lagiShocked

"SOS (Satoe Oentoek Semoea) adalah groep njang diboeat oentoek memoepoek solidaritas sesama anak makassar njang ada di friendster... bergaboenglah bersama kami..."

Itulah sedikit gambaran tentang grup kami yang agak aneh ini.
Semula, Kami: Satri, Utun, Bilal, Atun, dan Saya (tentunya) adalah bagian dari salah satu grup yang cukup terkenal di jagad FS. Sebut saja nama grupnya Tjahaja Asia (Nama samaran na konvensional juga' nehhh).

SOS Di Friendster
Semuanya berjalan lancar, sampai suatu hari, Tjahaja Asia bermaksud mengadakan sebuah Bazaar yang bertempat di salah satu kafe di Makassar. Kami yang waktu itu masih mengidap status sebagai anggota baru Tjahaja Asia sudah menyatakan diri akan ambil andil dalam bazaar itu. Satri, salah satu member paling semangat dan paling kecil dengan penuh antusias menawarkan kupon bazaar kepada kami, dan dengan ikhlas dan kesadaran penuh, kami pun membeli kupon bazaar yang ditawarkannya itu.


HARI H
Sial. Malam ini saya tidak bisa datang ke bazaar yang sudah kami persiapkan secara matang dan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya itu. Alasan klasik: Ada kegiatan lain (padahal lagi bokek). Wuahahhh... Beneran Sibuk waktu itu.

HARI H+1
SOS Di Facebook
Di kantin kampus
Si Satri ma Utun lagi makan bareng (jangan-jangan setelah ikutan bazaar bareng semalam, telah timbul perasaan cinta dalam hati mereka berdua). Saya pun menghampiri mereka berdua. Pelan. Takut merusak suasana mesra di kantin itu.
"Gimana bazaar na? Tjahaja Asia tadi malam" Tanya ku dengan gaya antusias seperti biasa.
Sebuah jawaban tak terpikirkan oleh ku meluncrat dari bibir Satri "Keluar meka' dari Tjahaja Asia!"
"APA????" (Lebayyyy)
SOS Jadi Penjemput Tamu
"Kenapa???" Tanyaku penuh penasaran menunggu jawaban.
Satri menghisap sebatang rokok yang sejak tadi di tangan kanannya lalu menyedot sedotan susu Ultra coklat di hadapannya.
"Tyar, keluar ka' dari Tjahaja Asia. Terkotak-kotak ki dalam. Masa' datang ka' Bazaar ma teman-teman ku' baru ndak dipedulikan ma anak-anak Tjahaja Asia yang lain. Rame jie iya, tapi sama jie. Ndak ada jie yang bati-batiii ki'. Anak barunya ndak diajak ngomong, pokoknya habis makan langsung pulang, ndak dapat apa-apa. Yang cewek jie diajak ngomong. Apa jie???"
..................
Tidak ada reaksi dari ku.
..................
Setelah itu, Kami. Pemuda yang tak mampu menahan hasrat dan hormon kami yang menggebu, meletup, menggubrak, meletus seperti gunung berapi yang tak terhentikan memutuskan menarik diri dari Grup termasyur itu, Tjahaja Asia.
Yes, They're Kind of Stupid!

Tidak berhenti di disitu.
Di kampus Unhas Baraya, di bawah terik sang matahari, disaksikan oleh rerumputan yang bergoyang ditiup angin, di bawah awan-awan yang elegan, kami: Satri (Zhoel), Tyar (Planktogenetic), dan Utun (Utun) mendeklarasikan berdirinya grup Satoe Oenteok Semoea yang sekarang telah eksis di jagad Friendster.
Walaupun masih belum setenar Tjahaja Asia. Kami optimis. Dan telah membuat beberapa program kerja ke depan.


Akhir tahun 2008, Kampus Unhas Baraya.
Semester awal di Fakultas Ekonomi
Orijinal membernya SOS: Satri, A'an, Utun, Bilal, Tyar
Courtesy planktonemon.blogspot.com
Diposkan lagi dengan editing @ 10 Maret 2010 09.23 pm

No comments