Cerita Putih Abu - Abu . Punya Siapa Ini ?!

5 Januari 2006. Hari terakhir rangkaian Diklatsar In-door PMR Wismu 05-205 Makassar angkatan XXIII.
Sedang bersiap-siap untuk menghadapi hari terakhir: Konflik yang semalam belum diselesaikan, belum pasti semua lulus atau tidak, dan.. perebutan lambang yang berarti juga hak dan kewajiban sebagai anggota PMI. Di kamar cowok, kami Adityar (well also known as Andis Ichsan Mahmud on Facebook/Me), Kelik Ismi (Well Also known as Asai Aryasah on Facebook), Muhammad Fithrah, Andi Abdul Rahman, Deddy Alif Utama (yang sempat kami pertimbangkan untuk jadi ketua umum di kepengurusan kami nantinya), Setia Negara B.T (yang tidak pernah kami pertimbangkan untuk jadi ketua umum), Andi Akram, Abdul Rahman (Aman/Abdul), Yoel, dan Rahmatullah (sang peserta tertidur) sedang merapikan segala sesuatunya: jemuran yang sebenarnya tidak pernah dicuci, sarung apek yang bergelantungan, handuk yang telah dipakai bergantian, jaket yang dikenakan tiap pagi untuk olahraga dan tak pernah dibersihkan, pakaian basah bau bukan buatan, serta tali jemuran yang tak sanggup menopang jemuran kami. Sungguh bagai pengungsian korban bencana alam.
Saat sedang asyik merapikan kamar, masuklah Bang Jack (Tri Jaka Perkasa) ke dalam kamar yang belum sempat kami bersihkan seluruhnya. "Mungkin untuk menyelesaikan konflik semalam" itulah yang ada di dalam pikiran kami. Pertama hanya Bang Jack saja yang memasuki ruangan, lalu diikuti oleh beberapa alumni lain, dan semua peserta cewek. "Apa-apaan ini? Kenapa peserta cewek dibawa ke sini?! Bukankah ada peraturan yang melarang hal itu?! Tapi biarlah. Kami tak peduli". Briefing dimulai. Saya sudah tak ingat betul siapa yang mengambil alih briefing dan apa isinya. Tapi pembahasannya tak jauh dari kejadian semalam.
Pembahasan berlangsung, tapi ada suara-suara bising yang tak jelas dari arah peserta cewek, di sana ada Izna, Rhiny, Anhie, dkk, entah soal apa. Semuanya menjadi jelas setelah Bang Jack angkat bicara dan mengangkat sesuatu yang jelas sangat sakral "Siapa punya ini? Mengaku kohh!!".
"ASTAGA!!! APA ITU!!! LUAR BIASA!!!"
Sebuah segitiga pengaman (baca: dalaman cowok berwarna biru tua dan masih agak basah) menggantung di antara jemari telunjuk dan jempol Bang Jack. Kontan kami terkejut bukan buatan.
Siapakah pemilik asli dari benda sakral itu? Hingga saat ini masih menjadi misteri..
Inilah para tersangka yang tak punya alibi:
A) Tyar/Andis Mahmud (dikenal tidak teratur dan tidak peduli dalam berbagai hal)
B) Kelik/Asai (orangnya memang rapi dan teratur, tapi dalam situasi panik dan di antara ketidakterauran, bisa saja dia menjadi teledor)
C) Fithrah (tidak jauh berbeda dengan Tyar/Andis, suka menaruh barang di sembarang tempat)
D) Rahman (biru adalah warna favoritnya)
E) Deddy (ada gangguan dengan penglihatan, mungkin saja ia tidak melihat dalaman itu dan lupa memasukkan dalam tas)
F) Egha (gabungan dari Tyar+Fithrah+Deddy)
G) Akram (tak jauh berbeda dengan Tyar dan Fithrah)
H) Yoel dan Aman (selama rangkaian diklat, mereka sangat pendiam, mungkin mereka menyembunyikan sesuatu)
I) Rahmat (sangt Peserta Tertidur, mungkin karena keasikan tidur, ia lupa merapikan perlengkapannya)
---------
Siapakah kandidat anda?

No comments